Sejarah Penggunaan Kapal Selam di Era Perang Sipil Amerika



Kapal selam Konfederasi beserta kapal layar pasukan Serikat di kejauhan. (hunley.org)

Kapal selam merupakan momok bagi setiap kapal musuh. Kemampuan kapal ini untuk berenang di bawah permukaan air menyebabkan kapal selam sulit dideteksi oleh kapal-kapal yang berlayar di permukaan air. Berkat kemampuannya tersebut, kapal selam pun bisa keluar masuk perairan musuh tanpa ketahuan & menenggelamkan kapal musuh sebelum musuh sempat bereaksi.

Penggunaan kapal selam sendiri ternyata sudah dikenal sejak sebelum abad ke-20, tepatnya dalam Perang Sipil Amerika yang berlangsung dari tahun 1861 hingga 1865. Dalam perang tersebut, baik Amerika Serikat maupun Konfederasi Amerika sama-sama memiliki unit kapal selam dalam militernya. Namun hanya kapal selam milik pihak Konfederasi yang berhasil menenggelamkan kapal milik musuh.

Meskipun tergolong maju & inovatif pada masanya, kapal-kapal selam di masa Perang Sipil ternyata bukanlah kapal selam pertama yang pernah dioperasikan di wilayah AS. Saat Perang Revolusi Amerika masih berlangsung, pasukan pejuang kemerdekaan AS pernah mengoperasikan kapal selam mini yang bernama "Turtle".

Namun tidak seperti kapal-kapal selam di masa Perang Saudara & sesudahnya, Turtle hanya bisa ditempati oleh 1 orang. Turtle dalam perjalanan sejarahnya juga tidak pernah menenggelamkan kapal musuh sama sekali.


Miniatur kapal selam Turtle. (maritimecyprus.com)


KAPAL SELAM SERIKAT

Di masa Perang Sipil Amerika, Alligator adalah kapal selam yang lebih dulu dibuat. Pada awalnya, seorang imigran asal Perancis yang bernama Brutus de Villeroi mendatangi perwira AL Serikat pada tahun 1832 sambil mengendarai kapal selam ciptaannya. Merasa terkesan dengan kapal tersebut, AL Serikat kemudian meminta kepada Brutus untuk membuatkan kapal selam yang ukurannya lebih besar.

Pada tanggal 1 Mei 1862, kapal selam tersebut selesai dibuat. Sebulan kemudian, kapal yang bersangkutan diberi nama "Alligator" karena wujudnya yang panjang & berwarna kehijauan nampak seperti hewan aligator yang sedang berenang. Alligator memiliki kapasitas angkut hingga 14 orang awak.

Kendala utama bagi kapal selam yang mengangkut banyak orang sekaligus adalah kapal tersebut harus bisa menyediakan pasokan oksigen yang cukup bagi para awaknya. Untuk keperluan tersebut, Alligator pun dilengkapi dengan pipa yang mengarah ke permukaan air.

Supaya bagian dalam kapal tidak dipenuhi oleh karbon dioksida, pipa tadi mengarah ke tangki yang berisi air kapur. Fungsi dari air kapur tersebut adalah untuk menyerap gas karbon dioksida karena kalsium dalam kapur memiliki sifat menyerap senyawa karbon dioksida. Jika airnya sudah berubah warna menjadi terlalu keruh, air kapur dalam tangki kemudian dibuang ke laut & diganti dengan yang baru.

Tidak seperti kapal selam di masa kini, Alligator tidak dilengkapi dengan senjata peluncur torpedo atau semacamnya. Sebagai gantinya, Alligator dilengkapi dengan pintu khusus yang bisa dibuka & ditutup saat kapalnya sedang berada di dalam air. Saat hendak menyerang sasarannya, salah seorang awak kapal Alligator akan berenang keluar dari kapalnya, pergi memasang bom di kapal sasaran, & kemudian masuk kembali ke dalam kapal Alligator.

Miniatur kapal selam Alligator & awaknya. (guderianstaff / pinterest.com)

Alligator pada awalnya digerakkan dengan tenaga dayung. Belakangan, Alligator dipasangi dengan baling-baling yang digerakkan memakai tenaga tangan supaya bisa melaju lebih cepat. Akibat keterbatasan teknologi & adanya kekhawatiran kalau kapal selam ini bakal jatuh ke tangan musuh, kapal selam ini tidak pernah diterjunkan dalam medan perang yang sesungguhnya.

Sejak pertama kali diluncurkan, Alligator lebih banyak digunakan untuk melakukan pelayaran uji coba. Hingga kemudian pada tanggal 2 April 1863, Alligator terjebak dalam cuaca buruk saat sedang ditarik oleh kapal uap Sumpter. Untuk mengurangi beban kapal, Sumpter terpaksa melepaskan Alligator sehingga kapal selam tersebut terombang ambing sebelum akhirnya tenggelam.



KAPAL SELAM KONFEDERASI

Di pihak yang berseberangan, pihak Konfederasi juga berambisi memiliki kapal selamnya sendiri. Karena kapal selam memiliki kemampuan untuk menghancurkan sasarannya tanpa ketahuan, Konfederasi berharap bisa menggunakan kapal selam untuk menjebol blokade yang dibuat oleh kapal-kapal perang Serikat di sekeliling lepas pantai Konfederasi. Akibat blokade tersebut, Konfederasi tidak bisa melakukan hubungan dagang dengan negara-negara Eropa.

Untuk keperluan tersebut, pihak Konfederasi pun menciptakan kapal selam Hunley pada tahun 1863. Nama "Hunley" pada kapal ini berasal dari nama Horace Lawson Hunley, pencipta kapal selam yang bersnagkutan. Oleh karena itulah, kapal selam Hunley juga dikenal dengan nama panjang "H.L. Hunley".

Hunley digerakkan dengan memakai baling-baling bertenaga tangan manusia. Kapal ini memiliki kapasitas angkut 8 orang personil. Untuk memberikan pasokan udara bagi para awaknya, Hunley dilengkapi dengan sepasang pipa di bagian atasnya. Saat pipa tersebut bagian ujungnya berada di atas permukaan air, udara akan masuk ke dalam badan kapal melalui pipa.

Ilustrasi bagian dalam kapal selam Hunley & cara kerja baling-baling bertenaga manusia.

Kedua pipa tadi terhubung ke dalam sebuah kotak khusus yang dilengkapi dengan ubub (semacam penyembur udara yang menggunakan tenaga tangan). Saat udara yang ada dalam kapal yang sudah dipenuhi oleh karbon dioksida, awak kapal akan memompa ubub supaya udaranya tersembur ke luar kapal melalui salah satu pipa. Pasokan udara yang baru kemudian akan masuk ke dalam kapal melalui pipa yang lain.

Hunley dilengkapi dengan torpedo tongkat (spar torpedo) sebagai persenjataan utamanya. Torpedo tongkat adalah sejenis tongkat panjang dengan bom di ujungnya. Bom tersebut juga dilengkapi dengan tali panjang yang menyangkut pada badan kapal Hunley.

Hunley menyerang sasarannya dengan cara menyelam secara diam-diam hingga berada tepat di samping kapal sasarannya. Awak kapal Hunley sesudah itu akan mengarahkan tongkat supaya bagian ujungnya menyentuh badan kapal. Jika sudah, kapal selam Hunley kemudian akan memutar balik & berenang menjauhi kapal sasarannya.

Saat sudah berada dalam jarak yang cukup jauh, kabel yang menghubungkan bom dengan kapal Hunley akan terputus. Saat itulah, pemicu bom langsung aktif sehingga bomnya langsung meledak. Dengan cara ini, Hunley bisa menenggelamkan kapal sasarannya sambil berada di luar radius ledakan.


Miniatur kapal selam Hunley dengan kabel & tongkat torpedo di bagian kanannya. (amazon.com)

Torpedo tongkat dilihat dari dekat.


Penerus Kapal-Kapal yang Gagal

Hunley sebenarnya bukanlah satu-satunya kapal selam yang diciptakan oleh Konfederasi. Sebelum Hunley diciptakan, sudah ada 2 kapal selam yang berhasil diciptakan oleh tokoh-tokoh Konfederasi yang memiliki keahlian di bidang perkapalan. Namun kapal-kapal selam tersebut semuanya tidak berumur panjang.

Kapal selam pertama yang berhasil mereka buat diberi nama "Pioneer". Pada awal tahun 1862, mereka menaruh Pioneer di Danau Pontchartrain untuk keperluan uji coba. Namun hanya sebulan sesudah selesai dibuat, Konfederasi menghancurkan kapal Pioneer karena pasukan Serikat semakin dekat ke arah danau & mereka tidak ingin membiarkan Pioneer jatuh ke tangan pihak Serikat.

Peristiwa tersebut tidak membuat pihak Konfederasi merasa jera. Beberapa bulan kemudian, Hunley yang dibantu oleh rekan-rekannya berhasil menciptakan kapal selam baru yang bernama "American Diver". Namun sebelum berhasil melancarkan serangan pertamanya, American Diver terjebak dalam cuaca buruk & tenggelam pada bulan Februari 1863.

Peristiwa tersebut jelas membuat Hunley & rekan-rekannya merasa kecewa. Namun mereka tidak bisa terus menerus larut dalam kesedihan. Semakin tidak menguntungkannya situasi di medan perang menyebabkan Konfederasi harus menemukan cara untuk menembus blokade laut yang digalang oleh pihak Serikat.

Gambar karikatur yang menampilkan peta wilayah Konfederasi saat diblokade oleh pasukan Serikat. (AnonMoos / wikipedia.org)

Maka, di tengah situasi terjepit tersebut, terciptalah kapal selam baru yang tidak lain adalah "Hunley". Pada bulan Juli 1863, kapal selam tersebut melakukan uji coba di hadapan para petinggi Konfederasi. Dalam uji coba tersebut, Hunley berhasil menenggelamkan kapal sasarannya.

Merasa puas dengan uji coba tersebut, Hunley kembali menjalani sejumlah uji coba sebelum benar-benar diterjunkan di medan perang. Namun saat kapal tersebut menjalani uji coba pada tanggal 15 Oktober 1863, terjadi musibah yang merenggut korban jiwa. Dalam uji coba tersebut, Horace Hunley tewas bersama 7 awak kapal Hunley lainnya setelah kapal mereka gagal kembali ke permukaan air.

Tragedi tersebut menyebabkan kapal Hunley sempat tidak lagi digunakan selama berbulan-bulan akibat tingginya resiko kematian bagi para awaknya. Namun masih berkecamuknya perang menyebabkan pihak Konfederasi memutuskan untuk kembali melirik kapal ini sebagai jalan keluar atas permasalahan mereka.


Menyerang & Menghilang

Tanggal 17 Februari 1864, Hunley melakukan serangan pertama & terakhirnya dalam Perang Sipil Amerika. Yang menjadi sasaran adalah kapal perang USS Housatonic milik pihak Serikat. Kapal Hunley berhasil mendekati sasarannya menjelang pukul 9 malam waktu setempat. Namun saat Hunley sedang memasang bom pada badan kapal Housatonic, ternyata ada awak kapal Housatonic yang memergoki kapal Hunley.

Para awak kapal Housatonic spontan menembaki Hunley dengan memakai senapan. Namun karena badan kapal Hunley terbuat dari logam yang keras, tembakan mereka tidak berhasil menghentikan Hunley. Setelah selesai memasang bom, Hunley kemudian berenang menjauh. Tak lama kemudian, ledakan besar muncul di bagian bawah kapal Housatonic & menewaskan 5 orang awaknya.

Kapal Housatonic sebelum tenggelam. (R. G. Skerrett / encyclopediaofalabama.org)

Kapal Hunley saat meledakkan lambung kapal Housatonic.

Ledakan tersebut juga membuat lambung kapal Housatonic mengalami kebocoran. Maka, para awak kapal Housatonic yang masih selamat beramai-ramai pergi menuju sekoci untuk meninggalkan kapal tersebut. Hanya dalam waktu kurang 5 menit setelah ledakan terjadi, kapal Housatonic tenggelam ke bawah laut. Berkat peristiwa ini, Hunley pun menjadi kapal selam pertama dalam sejarah yang berhasil menenggelamkan kapal musuh.

Pencapaian membanggakan tersebut sayangnya langsung diikuti dengan peristiwa misterius yang menamatkan riwayat kapal Hunley. Sekitar 45 menit setelah kapal Housatonic tenggelam, kapal Hunley membuat sinyal cahaya biru sebagai isyarat kalau mereka berhasil melaksanakan misi mereka.

Di kejauhan, prajurit Konfederasi yang sedang berjaga di Pulau Sullivan melihat sinyal cahaya tersebut & kemudian membuat sinyal cahaya balasan supaya para awak kapal Hunley bisa menggunakannya untuk berlayar kembali ke markas. Namun sesudah itu, kapal Hunley nyatanya tidak pernah nampak kembali. Dugaan kalau Hunley tenggelam di tengah laut bersama dengan 8 orang awaknya pun merebak.

Bangkai kapal Hunley baru berhasil ditemukan pada tahun 1995. Lima tahun kemudian, kapal tersebut akhirnya diangkat dari laut & kemudian diteliti. Saat bagian dalam Hunley diperiksa, ilmuwan menemukan kalau jasad para awak kapal Hunley nampak masih duduk di tempatnya masing-masing.

Bangkai kapal selam Hunley. (history.com)

Jika kapal selam tenggelam setelah menjadi korban serangan, maka biasanya mayat para awaknya akan nampak menumpuk di dekat pintu kapal karena mereka beramai-ramai mencoba menyelamatkan diri. Namun pemandangan serupa tidak dijumpai pada kapal Hunley.

Ilmuwan pun menduga kalau para awak kapal Hunley meninggal akibat mati lemas & kehabisan oksigen di dalam kapal. Mungkin Hunley pada awalnya ingin bersembunyi sejenak di bawah permukaan laut supaya aman dari serangan kapal-kapal Serikat yang lain. Namun akibat adanya kerusakan pada sistem sirkulasi udaranya, para awak kapal Hunley kehabisan oksigen di dalam kapal & akhirnya meninggal.

Menurut pendapat lain, para awak kapal Hunley tewas karena kapalnya berada terlalu dekat dengan kapal musuh saat ledakan terjadi. Akibat terkena getaran kuat dari ledakan, para awak kapal Hunley tewas seketika atau kehilangan kesadaran, sehingga kapal yang mereka naiki tenggelam dengan sendirinya ke dasar laut. Namun pendapat ini tidak bisa menjelaskan kenapa sekitar 45 menit kemudian, ada sinyal cahaya yang diyakini berasal dari kapal Hunley.

Setelah selesai memeriksa bangkai kapal Hunley & isinya, mayat para awak kapal Hunley kemudian dimakamkan pada tanggal 17 April 2004. Karena Hunley merupakan salah satu kapal selam terpenting dalam sejarah kemaritiman, prosesi pemakaman mereka dihadiri oleh ribuan orang dari dalam & luar AS. Sementara bangkai kapal Hunley sekarang menjadi obyek wisata di Pusat Pelestarian Warren Lasch, negara bagian Carolina Selatan, AS.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



REFERENSI

Friends of the Hunley. "History is Made".
(www.hunley.org/history-is-made/)

Friends of the Hunley. "Hunley Crew Burial".
(www.hunley.org/hunley-crew-burial/)

Friends of the Hunley. "Naval Innovation".
(www.hunley.org/naval-innovation/)

Friends of the Hunley. "The H.L. Hunley is Born".
(www.hunley.org/the-hunley-is-born/)

Friends of the Hunley. 2005. "Hunley Torpedo May Have Been Electrically Detonated".
(www.hunley.org/hunley-torpedo-may-have-been-electrically-detonated/)

Friends of the Hunley. 2019. "Lost Hunley Crew’s Air Circulation System May Not Have Been Functioning the Night the Submarine Vanished".
(www.hunley.org/lost-hunley-crews-air-circulation-system-may-not-have-been-functioning-the-night-the-submarine-vanished/)

Frost, N.. 2018. "What Sunk the Confederate Submarine the Hunley?".
(www.history.com/news/confederate-submarine-hunley-sinking-mystery-civil-war)

History.com. 2009. "H.L. Hunley sinks during tests".
(www.history.com/this-day-in-history/c-s-s-hunley-sinks-during-tests)

Meck, E.. 2011. "Peek inside a hand-cranked Civil War submarine".
(www.cnet.com/news/peek-inside-a-hand-cranked-civil-war-submarine/)

Naval History and Heritage Command. 2015. "Alligator IV (Submarine)".
(www.history.navy.mil/research/histories/ship-histories/danfs/a/alligator-iv.html)

NMLHA. "The Story of the Alligator".
(www.navyandmarine.org/alligator/story.htm)

NPR. 2004. "A Blueprint for Finding the USS Alligator?".
(www.npr.org/templates/story/story.php?storyId=1578878)

Veit, C.. 2010. "The Innovative, Mysterious Alligator".
(www.usni.org/magazines/naval-history-magazine/2010/august/innovative-mysterious-alligator)
  





ARTIKEL TERKAIT

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.