Makna & Sejarah Bendera Tibet



Bendera Tibet.

Tibet. Itulah nama dari sebuah daerah di Asia yang sekarang berstatus sebagai provinsi Cina. Topik pembicaraan mengenai Tibet bakal selalu mengundang kontroversi karena ada sejumlah kalangan yang beranggapan kalau wilayah Tibet aslinya merupakan negara tersendiri yang sekarang sedang dijajah oleh Cina.

Kontroversi itu sendiri muncul karena Tibet pada paruh awal abad ke-20 memang sempat memerdekakan diri secara sepihak dari Cina. Saat wilayah Tibet kembali dikuasai oleh Cina sejak tahun 1950, tokoh-tokoh pemerintahan Tibet kemudian mencari dukungan dunia internasional supaya Tibet bisa kembali menjadi negara merdeka.

Salah satu atribut khas Tibet yang banyak dijumpai dalam aksi-aksi mendukung kemerdekaan Tibet adalah benderanya. Bendera tersebut diketahui pernah digunakan sebagai bendera nasional Tibet saat wilayah yang bersangkutan menjadi negara tersendiri hingga tahun 1951. Saat wilayah Tibet kembali berada di bawah kekuasaan Cina, pemerintah Cina kemudian menetapkan bendera Tibet sebagai simbol terlarang.

Bendera Tibet mudah dikenali dengan melihat motifnya yang tergolong amat berwarna warni. Bendera Tibet juga dikenal dengan sebutan "bendera singa salju" (snow lion flag) karena bendera yang bersangkutan memang menampilkan gambar sepasang singa berwarna putih. Dan sesuai dengan judulnya, artikel kali ini akan mencoba membahas makna dari elemen-elemen yang terkandung dalam bendera Tibet.


Peta lokasi Tibet. (youngpioneertours.com)


MAKNA BENDERA

Bendera Tibet menampilkan gambar matahari kuning yang sedang bersinar di bagian tengah. Gambar matahari tersebut menyimbolkan kebebasan, kebahagiaan, & kesejahteraan rakyat Tibet.

Di bagian kiri, atas, & kanan simbol matahari tersebut, terdapat bidang berbentuk trapesium berwarna biru & merah yang tersusun secara berselang-seling. Bidang berwarna biru & merah tersebut berjumlah total 12.

Ke-12 bidang warna tersebut menyimbolkan 6 suku nenek moyang Tibet & para keturunannya. Warna merah dipilih untuk menyimbolkan Chhyo Kong (sosok pelindung dalam legenda Tibet yang digambarkan sebagai pria), sementara warna biru digunakan untuk menyimbolkan Sung Ma (sosok pelindung dalam legenda Tibet yang digambarkan sebagai wanita).

Di bagian bawah simbol matahari, terdapat bidang segitiga sama kaki yang berwarna putih. Bidang segitiga putih tersebut menyimbolkan pegunungan bersalju yang ada di wilayah Tibet. Kebetulan wilayah Tibet memang terletak di daratan tinggi. Di wilayah Tibet pulalah, terdapat barisan Pegunungan Himalaya yang terkenal sebagai barisan pegunungan tertinggi di dunia.

Foto pemandangan ibukota Tibet, Lhasa, dengan pegunungan di latarnya. (Qeqertaq / wikimedia.org)

Di dalam bidang segitiga putih, terdapat gambar sepasang hewan menyerupai singa berwarna putih & hijau yang saling berhadapan. Kedua singa tersebut menyimbolkan hubungan harmonis antara agama & pemerintahan duniawi.

Di antara kaki kiri masing-masing singa, terdapat simbol bola dengan motif yin yang. Simbol bola tersebut menyimbolkan prnsip-prinsip dalam agama Buddha yang dipercaya bisa membawa perdamaian bagi penganutnya.

Di antara kedua kaki kanan singa, terdapat simbol api beserta tugu berbentuk lonjong. Simbol tugu tersebut memiliki puncak berjumlah 3 yang masing-masingnya menampilkan warna berbeda.

Simbol tugu 3 warna tersebut melambangkan prinsip Triratna dalam agama Buddha : Dharma (ajaran), Sangha (pelindung ajaran), & sosok Buddha itu sendiri. Versi pemaknaan lain menyebut kalau simbol ini juga melambangkan tubuh, pikiran, & perkataan.

Di bagian tepi bendera, terdapat garis tepi tebal yang berwarna kuning. Yang menarik, garis kuning tersebut hanya ada pada 3 bagian sisi bendera : bagian atas, bawah, & kiri. Bagian sisi kanan bendera tidak dilengkapi dengan garis kuning serupa.

Bendera Tibet yang sedang berkibar. (Tashi Delek Minnesota / youtube.com)

Garis tepi kuning tersebut menyimbokan penyebaran agama Buddha - agama mayoritas rakyat Tibet - yang murni layaknya emas & tidak akan termakan oleh perkembangan waktu serta zaman.

Bagian sisi kanan bendera konon tidak dilengkapi dengan garis kuning supaya kotoran yang menempel pada bagian tersebut tidak mudah terlihat & bisa menghilang dengan sendirinya saat benderanya berkibar.



SEJARAH BENDERA

Tahun 1913, terjadi Revolusi Xinhai yang mengubah bentuk pemerintahan Cina menjadi republik. Pasca revolusi, terjadi kekacauan di seantero wilayah Cina akibat masih belum stabilnya kondisi di pemerintahan pusat Cina. Situasi kacau tersebut lantas dimanfaatkan oleh Dalai Lama ke-13 - pemimpin Tibet - untuk memproklamasikan kemerdekaan wilayahnya.

Untuk menunjukkan status Tibet sebagai negara merdeka, maka Tibet membutuhkan bendera nasionalnya sendiri. Maka, pada tahun 1916 dibuatlah bendera Tibet dengan desain seperti yang kita kenal sekarang. Bendera tersebut banyak dikibarkan oleh pasukan Tibet dalam parade-parade militernya.

Tentara Tibet yang sedang mengibarkan bendera Tibet pada tahun 1938. (Ernst Schäfer)

Lambat laun, mulai banyak orang-orang dari luar Asia yang menjalin kontak dengan Tibet. Sejak periode inilah, bendera Tibet mulai banyak ditemukan dalam literatur & produk buatan bangsa Barat yang menampilkan motif bendera negara-negara di dunia.

Sejak tahun 1928 misalnya, perusahaan rokok Abadie Zigarettenpapier yang berbasis di Austria merilis kartu bergambar bendera Tibet - beserta bendera negara-negara lainnya - sebagai bonus dalam kotak rokoknya.

Sejak itu, perusahaan-perusahaan rokok, cokelat, & makanan ringan yang juga bermarkas di negara-negara Barat turut menyertakan bendera Tibet pada kartu bonus produknya. Ditampilkannya bendera Tibet dalam kartu-kartu tersebut secara tidak langsung menunjukkan kalau masyarakat negara-negara Barat pada masa itu memandang Tibet sebagai negara yang berdiri sendiri & terpisah dari Cina.

Tahun 1950, pasukan komunis Cina menginvasi wilayah Tibet. Peristiwa tersebut sekaligus menandai kembalinya Tibet sebagai bagian dari wilayah Cina. Kendati awalnya bersedia mengakui kekuasaan Cina atas Tibet, rakyat Tibet secara diam-diam masih memendam ambisi supaya wilayahnya bisa kembali merdeka.

Ambisi itulah yang menjadi penyebab meletusnya pemberontakan di Tibet pada tahun 1959, namun pemberontakan tersebut dengan cepat berhasil ditumpas oleh pasukan Cina. Pasca pemberontakan, Dalai Lama & para pendukungnya beramai-ramai melarikan diri ke India.

Sejak itu, Dalai Lama & pendukungnya giat mengeluarkan klaim kalau wilayah Tibet sekarang sedang berada di bawah penjajahan Cina. Banyaknya simpati dari masyarakat internasional atas klaim Dalai Lama tersebut menyebabkan bendera Tibet hingga sekarang masih kerap dikibarkan oleh para aktivis & demonstran pendukung kemerdekaan Tibet.

Massa di kota Mainz, Jerman, yang sedang mengibarkan bendera Tibet. (EPA / bbc.com)

Di lain pihak, pemerintah Cina menetapkan kalau bendera Tibet merupakan simbol separatis yang dilarang untuk dikibarkan. Oleh karena itulah, pemerintah Cina tidak segan-segan melayangkan protes keras kepada pemerintah negara lain setiap kali ada bendera Tibet yang berkibar di negara tersebut.

Pada bulan November 2017 contohnya, ada sejumlah penonton yang mengibarkan bendera Tibet dalam pertandingan persahabatan antara timnas junior Cina melawan klub TSV Schott Mainz di Jerman. Peristiwa tersebut diprotes oleh Kementerian Luar Negeri Cina. Namun petinggi federasi sepak bola Jerman balik membela diri dengan menyatakan kalau itu merupakan bagian dari kebebasan berekspresi.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



REFERENSI

Adminpedia. 2018. "Tri Ratna".
(borobudurpedia.id/tri-ratna/)

DW. 2017. "China calls on Germany to ensure 'mutual respect' after Tibetan flags emerge at football match".
(www.dw.com/en/china-calls-on-germany-to-ensure-mutual-respect-after-tibetan-flags-emerge-at-football-match/a-41459288)

Flags of All Nations. "Tibet Flag".
(flagsofallnations.com.au/products/tibet-flag)

H.E. Richardson & V.C. Falkenheim. 2008. "Tibet". Encyclopaedia Britannica, Chicago, AS.

I. MacDonald, dkk.. "Tibet".
(www.crwflags.com/fotw/flags/xt.html)

N. Gulotta & D. Yangzom. 2015. "Tibet on the Cards of History: Revisiting the Tibetan
National Flag".
(sites.google.com/site/tibetanpoliticalreview/articles/tibetonthecardsofhistory)
  





COBA JUGA HINGGAP KE SINI...



1 komentar:

  1. Bendera Tibet adalah simbol yang terlarang di Tiongkok. Sebagaimana simbol Swastika di Jerman dan Palu Arit di Indonesia.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.