Dune (2021), Kisah Planet Gersang yang Jadi Sumber Pertikaian



Prajurit Kekaisaran yang sedang berada di tengah-tengah padang pasir Planet Arrakis.

"Dune" (Bukit Pasir) adalah judul dari film fiksi ilmiah yang dirilis pada penghujung tahun 2021 lalu. Film tersebut bercerita tentang konflik di Planet Arrakis, sebuah planet gersang yang tanahnya kaya akan barang tambang bernama Spice. Akibat perbedaan pendapat mengenai kelompok mana yang sebaiknya diperbolehkan menguasai kandungan Spice di planet tersebut, konflik pun timbul.

Film "Dune" diangkat dari novel bernama sama yang pertama kali terbit pada tahun 1965 silam. Di masa kini, novel tersebut kerap disebut-sebut sebagai salah satu novel paling berpengaruh dalam perkembangan genre film fiksi ilmiah.

Pandangan itu sendiri muncul karena sejak novel "Dune" dirilis, hal-hal seperti planet padang pasir, monster raksasa yang bersembunyi di bawah tanah, hingga konflik & intrik politik antar faksi penguasa menjadi hal-hal yang kian jamak dijumpai dalam karya hiburan bergenre fiksi ilmiah. Khususnya yang mengambil setting di luar angkasa.



SEJARAH

Film "Dune" merupakan hasil adaptasi dari novel berjudul serupa. Novel tersebut ditulis oleh Frank Herbert & pertama kali diterbitkan pada tahun 1965. Sumber inspirasi Frank saat menulis novel "Dune" adalah "The Sabres of Paradise" (TSoP; Pedang Surga), buku terbitan tahun 1960 yang bercerita mengenai konflik antara pejuang Muslim Kaukasus melawan pasukan Rusia.

Karena merasa terkesan akan buku tersebut, Frank pun menyisipkan elemen-elemen dari buku TSoP dalam novel yang sedang ditulisnya. Sebagai contoh, kaum Fremen selaku salah satu faksi dalam novel "Dune" diceritakan memiliki gaya berpakaian & ritual berdoa layaknya orang Islam. Kaum Fremen juga diceritakan memiliki misi jihad / perang suci melawan pihak-pihak yang menentang Paul Atreides, sosok yang diyakini kaum Fremen sebagai juru selamat mereka.

Frank Herbert, penulis novel "Dune". (historylink.org)

Kemiripan antara Fremen & Muslim Kaukasus belum berhenti sampai di sana. Lokasi tinggal Fremen diceritakan berupa perbukitan layaknya kawasan Kaukasus yang bergunung-gunung. Kemudian seperti halnya pejuang tradisional Kaukasus yang memiliki kebiasaan membawa pisau khanjali ke mana-mana, suku Fremen memiliki kebiasaan membawa pisau pribadi ke manapun mereka pergi.

Imam Shamil / Syamil - tokoh pejuang Muslim Kaukasus pada abad ke-19 - diketahui menyebut Kaisar Rusia dengan nama "Padishah". Di novel & film "Dune", Kaisar yang menguasai Planet Arrakis & gugus planet lainnya diketahui menyandang gelar lengkap Saddam IV, Kaisar Padishah dari Semesta yang Sudah Diketahui (Padishah Emperor of the Known Universe).

Sumber inspirasi lain dari Frank saat menulis novel "Dune" berasal dari pengalamannya sebagai pembudidaya jamur. Di novel "Dune", terdapat benda bernama Spice yang bisa membuat penggunanya melihat hal-hal yang sebelumnya tidak bisa dilihat oleh orang biasa. Efek Spice tersebut lantas membuat Spice banyak dimanfaatkan oleh pemandu arah saat melakukan penerbangan lintas galaksi.

Spice sendiri aslinya terinspirasi dari jamur sihir di dunia nyata. Jamur sihir (magic mushroom) adalah sejenis jamur yang bisa membuat penggunanya berhalusinasi. Di novel "Dune" juga terdapat monster cacing raksasa pemakan segala. Monster cacing tersebut aslinya terinspirasi dari larva serangga pemakan jamur di dunia nyata.

Novel "Dune" resmi dirilis ke publik pada tahun 1965. Begitu dirilis, novel tersebut berhasil meraih sambutan yang begitu fenomenal. Hingga tahun 2016, novel tersebut sudah diterjemahkan ke banyak bahasa & terjual hingga 20 juta kopi. Novel ini juga menjadi sumber inspirasi bagi film-film fiksi ilmiah seperti "Star Wars", "Blade Runner", & masih banyak lagi.

Sampul novel "Dune". (amazon.co.uk)

Berkat kesuksesan novel "Dune", Frank kemudian menulis novel-novel lanjutannya untuk mengembangkan alur ceritanya lebih jauh. Novel-novel tersebut adalah "Dune Messiah" (pertama kali terbit pada tahun 1969), "Children of Dune" (1976), "God Emperor of Dune" (1981), "Heretics of Dune" (1984), serta "Chapterhouse : Dune" (1985).

Buku-buku tersebut bukanlah buku novel terakhir yang mengangkut alur cerita seputar "Dune". Namun hanya buku-buku tersebut yang ditulis langsung oleh Frank. Pasalnya Frank keburu meninggal dunia pada tahun 1986.

Popularitas tinggi yang dimiliki oleh novel "Dune" menyebabkan novel tersebut kemudian diadaptasi ke media hiburan lain. Pada tahun 1984, film hasil adaptasi novel tersebut dirilis dengan judul "Dune". Namun sayang, film tersebut gagal meraih kesuksesan dari segi finansial karena dengan biaya produksi mencapai 40 juta dollar, film tersebut hanya berhasil meraih pemasukan sebesar 37 juta dollar.

Di luar ranah film, novel "Dune" juga sempat diadaptasi ke media game. Satu dari sekian banyak game tersebut adalah "Dune II" yang dirilis pada tahun 1992 & dikembangkan oleh studio game Westwood Studios.

Seperti novelnya yang dianggap sebagai salah satu karya hiburan paling berpengaruh dalam sejarah fiksi ilmiah, game "Dune II" juga banyak dipuji karena banyak menyisipkan elemen-elemen yang kelak menjadi pondasi penting dalam perkembangan game strategi / RTS. Pasca kesuksesan "Dune II", Westwood nantinya bakal membuat seri game "Command & Conquer" yang metode permainannya terinspirasi dari game "Dune II".

Cuplikan dari game "Dune II". (mobygames.com)

Puluhan tahun berlalu, versi film dari "Dune" akhirnya kembali dirilis pada bulan Oktober 2021 dengan judul lengkap "Dune Part One" (Dune Bagian Satu). Judul tersebut digunakan karena film ini memang hanya mengadaptasi bagian paruh awal novelnya.

Tidak seperti film versi tahun 1984, film "Dune" versi tahun 2021 jauh lebih sukses dari segi finansial. Pasalnya dengan biaya produksi 165 juta dollar, film tersebut berhasil meraih pemasukan hingga 400 juta dollar. Berkat kesuksesan finansial yang berhasil diraihnya, film lanjutannya pun siap dibuat & rencananya bakal dirilis pada tahun 2023 mendatang.



!! PERINGATAN !!
Bagian sesudah ini bakal menampilkan spoiler / bocoran alur cerita.
Silakan lanjutkan membaca jika anda sudah paham dengan resikonya
.




ALUR CERITA (FILM)

Arrakis adalah nama dari suatu planet yang permukaannya didominasi oleh gurun. Planet ini kaya akan barang tambang yang bernama "Spice". Karena keberadaan Spice inilah, Arrakis menjadi arena konflik antara gerilyawan Fremen (penduduk asli Arrakis) melawan pasukan Kekaisaran yang diwakili oleh keluarga bangsawan Harkonnen.

Waktu berlalu, muncul tekanan dari keluarga-keluarga bangsawan yang lain terkait cara Harkonnen dalam mengelola Arrakis. Dampaknya, Kaisar pun memutuskan untuk mencabut hak pengelolaan Arrakis yang dimiliki oleh Harkonnen. Sebagai gantinya, pengelolaan Arrakis kini diserahkan kepada keluarga bangsawan Atreides yang berjanji akan memperlakukan kaum Fremen dengan lebih manusiawi.

Supaya kaum Fremen bersedia menerima kekuasaan Atreides atas Planet Arrakis, kelomok spritual Kekaisaran yang bernama Bene Gesserit membuat propaganda kalau Paul Atreides - putra kandung Leto, pemimpin keluarga bangsawan Atreides - adalah "Lisan Al-Gaib", tokoh yang menurut kepercayaan kaum Fremen kelak bakal memimpin mereka menuju kejayaan.

Paul & Leto Atreides.

Paul sendiri aslinya memang bukan orang biasa. Pasalnya selain berasal dari keturunan bangsawan & menguasai teknik bela diri, Paul juga memiliki semacam kekuatan batin. Ia bisa mengirimkan pesan telepati sederhana kepada seseorang & memaksa orang tersebut mengikuti perintahnya. Paul juga kerap mengalami mimpi mengenai Planet Arrakis, di mana mimpi tersebut merupakan ramalan masa depan.

Sementara di luar Planet Arrakis, keluarga bangsawan Harkonnen ternyata tidak bisa menerima kalau mereka kini tidak diperbolehkan lagi menguasai Arrakis. Gayung bersambut karena Kaisar sendiri merasa terancam akan meningkatnya pamor Atreides di mata keluarga bangsawan lainnya. Maka, mereka pun bekerja sama untuk melenyapkan Atreides secara diam-diam.

Sebagai langkah awal, Harkonnen sengaja menyabotase peralatan tambang & kendaraan bermotor yang tertinggal di Arrakis supaya Atreides tidak bisa melanjutkan penambangan Spice secara leluasa. Harkonnen juga menempatkan agen rahasia di Planet Arrakis untuk membunuh Paul dengan memakai robot nyamuk beracun, namun gagal.

Harkonnen masih belum menyerah. Mereka kini menahan istri Yueh - dokter pribadi keluarga bangsawan Atreides - supaya Yueh bersedia menyabotase pertahanan Atreides dari dalam.

Siasat tersebut berhasil. Saat pasukan Kekaisaran & Harkonnen melakukan serangan tiba-tiba ke Planet Arrakis, mereka berhasil menghancurkan armada pesawat milik pasukan Atreides yang masih berada dalam kondisi terparkir.

Pasukan Kekaisaran & Harkonnen saat memasuki markas Atreides yang terbakar.

Pasukan Harkonnen juga berhasil menangkap Leto dalam serangan ini. Namun alih-alih menyerah, Leto memilih untuk bunuh diri dengan cara menggigit kapsul beracun dalam giginya supaya orang-orang yang menahannya juga ikut tewas.

Pasukan Harkonnen tadinya juga berhasil menangkap Paul & ibunya, Jessica. Namun Paul & Jessica berhasil membebaskan diri sebelum kemudian membajak pesawat milik pasukan Harkonnen. Mereka lalu menggunakan pesawat yang bersangkutan untuk melarikan diri sebelum akhirnya terdampar di tengah-tengah gurun.

Setelah bersusah payah melintasi gurun sambil menghindari kejaran pasukan Kekaisaran & ancaman monster cacing gurun raksasa, Paul & Jessica kemudian berpapasan dengan sekelompok Fremen.

Jessica awalnya meminta kepada para Fremen tersebut untuk mengantarkannya ke  pangkalan udara terdekat. Ia ingin pergi ke luar Arrakis untuk meminta bala bantuan supaya tindakan Harkonnen bisa dihentikan.

Paul ternyata memiliki rencana berbeda. Ia justru meminta kepada ibunya supaya mereka tetap tinggal bersama Fremen. Pasalnya menurut keyakinan Paul, hanya dengan tinggal bersama Fremen, ia bisa mewujudkan harapan mendiang ayahnya untuk membawa perdamaian di Arrakis & mengakhiri kekuasaan Harkonnen di planet tersebut.


Paul & Jessica saat mengembara bersama kaum Fremen.


ELEMEN-ELEMEN DALAM "DUNE"

Planet Arrakis

Arrakis adalah planet yang menjadi setting utama dalam film "Dune". Planet ini memiliki iklim yang sangat gersang & permukaan yang dipenuhi oleh hamparan padang pasir. Saking panasnya suhu di planet ini pada siang hari, seseorang bisa tewas hanya dalam rentang waktu 2 jam akibat dehidrasi.

Supaya bisa bertahan di Arrakis, seseorang harus memakai pakaian khusus bernama "stillsuit". Pakaian tersebut memiliki tekstur yang tebal, namun memiliki kemampuan untuk menyerap keringat pemakainya & mengolahnya kembali menjadi air bersih. Air bersih tersebut kemudian bisa diminum kembali oleh pemakainya melalui saluran khusus yang terpasang di bagian topengnya.

Walaupun Arrakis memiliki permukaan yang gersang, bukan berarti tidak ada tanaman yang bisa tumbuh di permukaan Arrakis. Tanaman-tanaman seperti kaktus saguaro, semak kemenyan, verbena, hingga pohon kurma bisa tumbuh di Arrakis karena memiliki akar yang panjang. Keberadaan tanaman tersebut pada gilirannya dimanfaatkan oleh hewan-hewan kecil (misalnya tikus kanguru) sebagai tempat berteduh.

Arrakis aslinya memiliki cadangan air yang melimpah di bawah lapisan pasirnya. Pada awalnya, Kekaisaran memiliki rencana mengubah permukaan Arrakis menjadi lebih subur dengan bantuan stasiun ekologi. Namun menyusul ditemukannya Spice di permukaan Arrakis, rencana tersebut batal dilaksanakan & permukaan Arrakis tetap dibiarkan tandus.

Karena permukaan Arrakis dipenuhi oleh gumuk atau perbukitan pasir, permukaan Arrakis pun kerap diterjang oleh badai pasir. Supaya badai tersebut tidak sampai memporak porandakan pemukiman yang dihuni oleh manusia, setiap pemukiman milik Kekaisaran di Arrakis dilengkapi dengan tembok raksasa di sekelilingnya.

Mode transportasi utama di Planet Arrakis adalah pesawat kecil yang bernama "ornithopter". Pesawat tersebut memiliki wujud menyerupai helikopter, namun dengan 8 bilah sayap di kedua sisi badan pesawat.

Ornithopter yang hendak lepas landas.

Sayap tersebut pada awalnya berada dalam posisi tumpang tindih & mengarah ke belakang. Namun saat sudah waktunya untuk terbang, sayap ornithopter akan terentang & kemudian mengepak-ngepak cepat layaknya sayap serangga. Ornithopter memiliki kapasitas angkut maksimum 7 penumpang.

Planet Arrakis secara politis berstatus sebagai wilayah milik Kekaisaran. Awalnya dikelola melalui perantaraan keluarga bangsawan Harkonnen, planet tersebut kemudian ganti dikelola oleh keluarga bangsawan Atreides.

Di lain pihak, Fremen selaku penduduk asli Arrakis memandang Kekaisaran sebagai bangsa asing yang datang dari luar angkasa untuk menjajah planet mereka. Hal inilah yang menjadi penyebab mengapa Fremen kerap terlibat konflik dengan pasukan Kekaisaran.


Cacing Pasir

Cacing pasir (sandworm) adalah nama dari hewan liar berwujud cacing raksasa yang panjangnya bisa mencapai 400 meter. Akibat ukurannya yang begitu besar, cacing pasir bisa menelan kendaraan seukuran tank hanya dalam sekali telan. Cacing pasir makan dengan cara menghisap mangsa ke dalam mulutnya yang berbentuk bundar & penuh dengan gigi-gigi kecil.

Cacing pasir hidup di bawah permukaan pasir supaya terhindar dari suhu panas di permukaan. Mereka berburu dengan mengandalkan getaran. Begitu mendeteksi getaran yang ditimbulkan oleh makhluk hidup, cacing ini akan langsung bergegas pergi menuju sumber getaran. Saat cacing pasir bergerak, cacing ini akan menimbulkan ombak pasir yang bisa terlihat dari kejauhan.

Relief / pahatan dinding yang menampilkan sosok cacing pasir.

Penduduk Fremen selaku penduduk asli Arrakis memiliki triknya sendiri supaya terhindar dari bahaya cacing pasir (atau Shai-Hulud kalau menurut bahasa mereka). Mereka akan berjalan di atas permukaan pasir sambil membuat gerakan menapak sedemikian rupa. Tujuannya supaya cacing pasir tidak bisa membedakan langkah kaki mereka dari pasir yang tertiup angin.

Supaya mereka benar-benar aman dari ancaman cacing pasir, Fremen memiliki kebiasaan beristirahat di atas bukit batu karena cacing pasir tidak bisa bergerak menembus benda yang terlalu keras.

Fremen juga memiliki alat khusus yang bisa membuat getaran serupa langkah kaki manusia untuk mengalihkan perhatian cacing pasir. Bukan hanya itu, Fremen tertentu juga bisa menaiki punggung cacing pasir dengan memakai alat khusus & kemudian menggunakan cacing tersebut layaknya kendaraan transportasi darat.


Spice

Spice (Rempah) adalah sebutan untuk barang tambang utama yang ada di Planet Arrakis. Spice berbentuk menyerupai butiran-butiran pasir yang berwarna kebiruan. Jika seseorang terpapar oleh Spice, maka kepekaan spiritual dari orang tersebut akan meningkat. Seseorang yang sudah terlalu lama terpapar oleh Spice juga bakal memiliki mata berwarna biru.

Spice memiliki nilai yang amat tinggi karena benda ini amat dibutuhkan oleh pemandu arah di kapal-kapal luar angkasa supaya mereka bisa menentukan arah yang aman saat melakukan perjalanan lintas galaksi. Sementara bagi kaum Fremen, Spice berguna sebagai bahan pembuat obat halusinogen yang bisa membawa ketenangan batin bagi orang yang mengkonsumsinya.

Crawler, kendaraan penambang Spice.

Pihak Kekaisaran melakukan penambangan Spice dengan memakai kendaraan raksasa menyerupai tank yang bernama "crawler" (perayap). Masing-masing crawler dilengkapi dengan drone pengintai kecil supaya para awaknya bisa mengetahui keberadaan cacing pasir saat melakukan penambangan.

Jika ada cacing pasir yang mendekat ke arah crawler, para awak crawler akan membuat panggilan darurat. Sesudah itu, akan ada kapal terbang bernama "carryall" yang datang untuk mengangkat crawler hingga bahaya berlalu.

Carryall terbang dengan memakai roket pendorong kecil di bawahnya. Namun supaya carryall cukup kuat untuk mengangkat kendaraan seberat crawler, carryall akan mengaktifkan 4 balon raksasa berbentuk lonjong di atasnya. Selain bertugas menyelamatkan crawler dari bahaya cacing pasir, carryall juga bertugas mengangkut crawler ke markas & lokasi pertambangan pulang pergi.

Carryall yang sedang terbang sambil mengangkut crawler.

Spice yang sudah ditambang akan disimpan dalam silo atau tabung penyimpanan raksasa. Semua silo tersebut harus berada dalam kondisi terisi penuh sebelum kemudian diangkut ke luar Arrakis setiap 25 hari. Karena Spice memiliki harga jual yang amat tinggi, siapapun yang menguasai penambangan Spice bakal menjadi kelompok terkaya di seantero galaksi.



FAKSI-FAKSI DALAM "DUNE"

Kekaisaran

Kekaisaran (Imperial) adalah negara dengan wilayah kekuasaan mencakup banyak planet. Arrakis adalah 1 dari sekian banyak planet tersebut. Selain Arrakis, planet-planet lain yang juga diketahui sebagai wilayah kekuasaan Kekaisaran adalah Caladan (planet asal keluarga bangsawan Atreides), Giedi Prime (planet asal keluarga bangsawan Harkonnen), & Salusa Secundus (planet markas Sardaukar, pasukan elit Kekaisaran).

Sesuai dengan namanya, Kekaisaran dipimpin oleh sosok Kaisar (Emperor). Yang sekarang menyandang status sebagai Kaisar sendiri adalah Shaddam IV yang berasal dari keluarga bangsawan Corrino.

Meskipun Kaisar memang bertindak sebagai pemimpin Kekaisaran, ia tidak benar-benar memiliki kekuasaan yang mutlak. Pasalnya Kaisar harus berbagi kekuasaan dengan keluarga-keluarga bangsawan yang tergabung dalam Mahkamah Kekaisaran (Imperial Court). Corrino, Atreides, & Harkonnen adalah 3 dari sekian banyak keluarga bangsawan yang menyusun Kekaisaran.

Atreides adalah keluarga bangsawan yang menjadi fokus penceritaan utama dalam kisah film "Dune". Pemimpin mereka adalah bangsawan bernama Leto Atreides. Atreides diceritakan memiliki kekuatan laut & udara yang sangat kuat, serta prajurit yang amat terlatih.

Atreides memiliki gaya diplomasi yang moderat karena saat diberi wewenang untuk menguasai Planet Arrakis, Atreides mencoba untuk merangkul penduduk asli setempat (Fremen) alih-alih mencoba memerangi mereka.

Suasana di markas pusat Harkonnen.

Harkonnen adalah keluarga bangsawan yang diceritakan memiliki kekayaan melimpah ruah karena sudah menguasai sektor penambangan Spice begitu lama. Semua anggota Harkonnen memiliki ciri khas berupa kepala yang botak alias tidak berambut.

Harkonnen memiliki pola pikir yang cenderung tamak & menganggap kalau segala hal bisa diselesaikan dengan jalur kekerasan. Itulah sebabnya saat Harkonnen tidak lagi diperbolehkan menguasai Planet Arrakis, Harkonnen mencoba merebut kembali haknya dengan cara menyatakan perang kepada Atreides.


Fremen

Fremen adalah nama dari penduduk asli yang menghuni Planet Arrakis. Nama mereka nampaknya berasal dari bahasa Inggris "free men" (orang-orang bebas). Nama tersebut cukup mengilustrasikan gaya hidup mereka karena orang-orang Fremen memang memiliki pola hidup yang cenderung bebas & enggan diatur oleh siapapun, termasuk Kekaisaran.

Karena Fremen lahir & besar di kawasan gurun Arrakis, Fremen pun memiliki gaya hidup yang merupakan hasil adaptasi di lingkungan tinggalnya. Mereka mengenakan pakaian serba tertutup dengan kain yang hampir selalu menutupi bagian kepala & wajahnya. Fremen juga memiliki kebiasaan unik untuk meludah di hadapan orang yang baru mereka kenal sebagai cara untuk menunjukkan rasa hormat.

Prajurit Fremen yang sedang bersiaga.

Fremen tinggal di jaringan terowongan bawah tanah yang terhubung ke dunia luar melalui gua-gua yang terletak di kawasan perbukitan. Mereka membentuk kelompok masyarakat yang bernama "sietch". Satu sietch bisa dihuni oleh puluhan ribu orang sekaligus. Karena pemukiman Fremen terletak di bawah tanah, sulit mengetahui secara pasti jumlah total populasi Fremen.

Fremen dari segi teknologi jauh inferior dibandingkan Kekaisaran. Pasalnya jika Kekaisaran memiliki persenjataan canggih seperti pesawat, menara terbang raksasa, hingga senjata penembak rudal, maka senjata Fremen hanya terbatas pada senapan & pisau. Sebagai akibatnya, dalam konflik melawan pasukan Kekaisaran, Fremen amat mengandalkan taktik gerilya & serangan sembunyi-sembunyi.

Fremen memiliki kultur yang menjunjung tinggi darah & kehormatan. Jika Fremen memiliki perbedaan pendapat yang tidak bisa diselesaikan secara baik-baik, mereka akan melakukan duel 1 lawan 1 hingga salah seorang di antara mereka tewas.

Para anggota Fremen selalu membawa pisau khusus (cystknife) yang tidak boleh dipisahkan dari mereka dalam kondisi apapun. Namun jika Fremen merasa begitu kagum pada seseorang, ia akan menyerahkan pisau miliknya kepada orang tersebut secara sukarela.

Fremen memiliki gaya hidup yang sangat religius & nampaknya terinspirasi dari penganut Islam. Pasalnya Fremen memiliki kebiasaan berdoa secara bersama-sama di dalam bangunan besar layaknya orang yang melakukan shalat berjamaat di dalam masjid. Fremen juga memiliki kebiasaan berdoa memakai tasbih & membaca buku tebal yang nampaknya merupakan kitab suci mereka.

Rombongan Fremen saat menyambut kedatangan "Lisan Al-Gaib".

Fremen meyakini kalau suatu hari nanti, akan ada sosok bernama "Lisan Al-Gaib" (Suara dari Alam Lain) yang memimpin mereka menuju kejayaan. Kelompok spiritual Bene Gesserit lantas memanfaatkan keyakinan tersebut untuk menarik simpati Fremen. Mereka mencitrakan Paul Atreides sebagai sosok Lisan Al-Gaib & menanam pohon kurma (pohon yang amat disucikan oleh kaum Fremen) di markas Atreides.

Oleh Kekaisaran, Fremen dipandang sebagai kelompok misterius yang gemar berbuat onar & sulit dikendalikan. Namun menurut pandangan tokoh bangsawan Atreides yang pernah tinggal bersama Fremen selama sebulan, Fremen aslinya adalah kaum yang gigih & setia. Sekali mereka menaruh respek pada seseorang, Fremen akan melakukan segala cara untuk membantu orang tersebut.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



REFERENSI

Book Series In Order. "Dune Books in Order".
(www.bookseriesinorder.com/dune/)

Chris. 2022. "Dune Part 2  Legendary confirms a sequel is coming in 2023!".
(www.scified.com/news/dune-part-2-legendary-confirms-sequel-coming-2023)

Collins, W.. 2017. "The Secret History of Dune".
(lareviewofbooks.org/article/the-secret-history-of-dune/)

Kaspero, B.. " Dune’s Magic Mushroom Origin Story".
(www.bartkasperolaw.com/dunes-magic-mushroom-origin-story/)

Kondrak, G.. 2020. "10 Ways Dune Influenced Future Sci-Fi Movies".
(screenrant.com/ways-dune-influenced-future-sci-fi-movies/)

Merritt, B.. "Frank Herbert".
(us.macmillan.com/mobile/author/frankherbert)

The Numbers. "Dune (2021)".
(www.the-numbers.com/movie/Dune-(2020)#tab=summary)

Wikipedia. "Dune (1984 film)".
(en.wikipedia.org/wiki/Dune_(1984_film))

Wikipedia. "Dune II".
(en.wikipedia.org/wiki/Dune_II)

(Film) Villeneuve, D.. 2021. "Dune".
  





COBA JUGA HINGGAP KE SINI...



1 komentar:

Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda selama tidak mengandung iklan, kata-kata kasar, & provokasi SARA.

Setiap komentar yang baru masuk akan dimoderasi terlebih dahulu. Jadi jangan panik jika komentar anda tidak langsung muncul.

Diberdayakan oleh Blogger.