Ikan Glodok, Hewan yang Mahir Bernafas dalam Lumpur



Sepasang ikan glodok yang saling berhadapan. (imgur.com)

Ikan glodok adalah nama dari sejenis ikan yang terkenal berkat pola hidupnya yang lain dibandingkan ikan-ikan pada umumnya. Ikan normalnya tidak bisa hidup di luar air. Namun berbeda halnya dengan ikan glodok. Pasalnya ikan ini memiliki kemampuan untuk bernafas di dalam & di luar air sama baiknya.

Kehebatan ikan glodok belum berhenti sampai di sana. Ikan ini juga bisa merangkak & melompat-lompat di darat. Hebatnya lagi, ikan glodok juga memiliki kemampuan untuk memanjat pohon bakau. Karena ikan glodok kerap terlihat sedang melompat-lompat di kubangan lumpur, ikan ini dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama "mudskipper" (si pelompat lumpur).

Di Indonesia sendiri, selain dengan nama ikan glodok, ikan yang bersangkutan juga dikenal dengan nama tembakul, belodok, serta blodog. Mereka paling banyak dijumpai di kawasan tepi laut, khususnya di hutan bakau / mangrove yang bagian kolong akarnya memang kerap digenangi oleh lumpur saat laut tengah mengalami pasang surut.

Ikan glodok memiliki persebaran habitat yang luas. Selain di Indonesia, mereka juga dapat dijumpai di Australia, gugus kepulauan Oseania, pantai barat & timur Benua Afrika, serta wilayah Asia yang berbatasan dengan Samudera Hindia & Pasifik. Ada sekitar 34 spesies ikan glodok yang sudah diketahui oleh manusia. Dalam tangga klasifikasi ilmiah, semua spesies ikan glodok digolongkan dalam subfamili Oxudercinae.


Ikan glodok yang sedang memanjat pohon. (victoriammarinescience.blogspot.com)


IKAN AMFIBI YANG GEMAR MENGUBUR DIRI

Kemampuan ikan glodok untuk hidup di dalam & di luar air ditunjang oleh kemampuan bernafasnya yang unik. Seperti halnya hewan amfibi berkaki 4, ikan glodok bisa menyerap oksigen melalui kulitnya yang lembab. Selain melalui kulit di sekujur badannya, ikan glodok juga bisa menggunakan lapisan lendir di mulut & tenggorokannya untuk menyerap oksigen.

Ikan glodok juga memiliki rongga insang yang ukurannya lebih besar dibandingkan rongga insang milik jenis ikan lainnya. Fungsi rongga insang tersebut adalah untuk menyimpan gelembung udara. Dengan begitu, ikan glodok bisa tetap bernafas saat sedang berada di lingkungan yang minim oksigen, misalnya di dalam lumpur.

Bicara soal lumpur, ikan glodok memiliki kebiasaan membangun sarang terowongan dalam lumpur yang kedalamannya bisa mencapai 1 meter lebih. Mereka baru keluar dari sarang lumpurnya saat ingin mencari makan & berinteraksi dengan ikan glodok lainnya. Ikan glodok tertentu bahkan menghabiskan 90 persen waktunya di dalam sarang lumpur.

Ikan glodok memiliki kebiasaan untuk hidup menggerombol & membentuk koloni bersama-sama dengan kepiting bakau. Masing-masing koloni ikan glodok memiliki wilayah kekuasaan yang radiusnya mencapai 1 meter.

Ikan glodok yang sedang melompat. (dailymail.co.uk)

Dengan hidup berkelompok, ikan glodok bisa saling membagi tugas. Saat ada ikan glodok yang mencari makan, ikan glodok lainnya akan mengawasi kondisi sekeliling untuk melihat ada tidaknya hewan pemangsa.

Ikan glodok adalah hewan omnivora yang makanannya terdiri dari alga laut, plankton, kepiting kecil, cacing laut, & telur ikan. Karena mulut ikan glodok berada di bagian bawah wajahnya, ikan ini bisa melahap makanan yang ada di atas lumpur dengan mudah.

Ikan glodok memiliki mata yang menonjol & terletak di bagian atas kepalanya. Berkat posisi matanya tersebut, ikan glodok bisa mengubur diri di dalam lumpur sambil tetap memantau kondisi sekelilingnya. Jika ada hewan mangsanya yang lewat, ikan glodok akan langsung keluar dari persembunyiannya & kemudian menerkam mangsanya.



BEKERJA SAMA MENJAGA KETURUNAN

Ikan glodok menunjukkan sikap protektif atas keturunannya. Saat sudah melakukan perkawinan, pejantan akan membuat lubang terowongan di dalam lumpur, lalu betina akan menaruh telur-telurnya di dalam lubang tersebut. Pejantan selanjutnya akan menjaga telur-telur tersebut hingga menetas.

Ikan glodok yang sedang berada di samping lubang sarangnya. (ecologyasia.com)

Jumlah telur yang dikeluarkan oleh ikan glodok betina bisa mencapai ribuan butir. Saat telurnya sudah menetas, larva ikan glodok akan hidup terombang ambing sebagai bagian dari plankton.

Sesudah 30 - 50 hari, larva akan menjatuhkan diri ke dasar laut & kemudian melanjutkan hidupnya di kubangan lumpur hingga dewasa. Seekor ikan glodok diperkirakan bisa hidup hingga usia 5 tahun. Ikan glodok memiliki panjang tubuh antara 10 hingga 30 cm.

Karena ikan glodok memiliki kebiasaan untuk hidup menggerombol & tidak memiliki alat pertahanan diri, ikan glodok kerap menjadi sasaran empuk bagi hewan-hewan predator berukuran besar yang mencari makan di tepi laut. Hewan-hewan seperti burung laut, ular, hingga mamalia darat diketahui menjadikan ikan glodok sebagai mangsanya.

Supaya aman dari musuhnya, ikan glodok memiliki kebiasaan untuk bersembunyi di dalam sarangnya yang terletak jauh di dalam lumpur. Jika kebetulan ikan glodok sedang berada di luar sarangnya, ikan glodok juga bisa melarikan diri dengan cara merangkak cepat, melompat-lompat, atau menceburkan diri ke dalam laut.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Actinopterygii
Ordo : Gobiiformes
Famili : Oxudercidae
Subfamili : Oxudercinae



REFERENSI

A.A. Ansari, dkk.. 2014. "Mudskipper: A biological indicator for environmental
monitoring and assessment of coastal waters".
(https://www.entomoljournal.com/vol2Issue6/pdf/48.1.pdf)

C.M.V. Casal & S. Pascualita. "Periophthalmus barbarus (Linnaeus, 1766)".
(www.fishbase.se/summary/periophthalmus-barbarus.html)

H.J. Lee & J.B. Graham. 2002. "Their Game Is Mud".
(www.naturalhistorymag.com/htmlsite/0902/0902_feature.html)
  





COBA JUGA HINGGAP KE SINI...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda selama tidak mengandung iklan, kata-kata kasar, & provokasi SARA.

Setiap komentar yang baru masuk akan dimoderasi terlebih dahulu. Jadi jangan panik jika komentar anda tidak langsung muncul.

Diberdayakan oleh Blogger.