FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Katak Panah Beracun, Si Kecil yang Mematikan




Beberapa spesies katak panah beracun dengan motif
pewarnaan yang berbeda-beda. (Sumber)

Katak adalah nama dari hewan amfibi yang mudah dikenali berkat kaki belakangnya yang panjang, kepalanya yang bermoncong serta bermata besar, & tidak adanya ekor di bagian belakang tubuhnya. Di alam liar, katak kerap menjadi mangsa dari hewan-hewan predator yang bertubuh lebih besar semisal burung bangau & ular. Untuk mempertahankan dirinya dari predator, sejumlah spesies katak pun menghasilkan racun yang mematikan bagi hewan-hewan yang memakannya.

Katak penghasil racun yang dimaksud dalam artikel kali ini adalah katak panah beracun (poison dart frog) dari Amerika Tengah & Amerika Selatan, khususnya Hutan Amazon. Ada lebih dari 170 spesies katak panah beracun & semuanya termasuk dalam famili Dendrobatidae. Nama "panah beracun" sendiri diberikan pada katak ini karena penduduk asli Amazon kerap menggunakan racun dari katak yang bersangkutan untuk mengolesi jarum proyektil senjata tiup mereka.

Semua spesies katak panah beracun memiliki kulit yang berwarna warni dengan motif & kombinasi warna yang bervariasi antar spesies. Katak panah beracun memiliki panjang tubuh maksimal yang tidak sampai 6 cm. Biarpun kecil, jangan sekali-sekali menganggap remeh katak ini karena katak panah beracun merupakan salah satu hewan paling beracun di dunia! Adapun spesies katak panah beracun yang paling mematikan adalah katak racun emas (golden poison frog; Phyllobates terribilis) di mana racunnya cukup untuk menewaskan 10 manusia dewasa!

Bandingan ukuran katak panah
beracun dengan manusia. (Sumber)
Racun / toksin dari katak panah beracun dihasilkan oleh semacam kelenjar khusus yang terletak di bawah kulit. Kelenjar itu sendiri bisa mendapatkan bahan-bahan kimia yang dibutuhkannya untuk memproduksi racun karena mendapatkan senyawa kimia alkaloid dari hewan-hewan serangga yang dimakan oleh katak panah. Itulah sebabnya katak panah beracun yang dipelihara dalam tangkapan & tidak diberi makan serangga dari habitat liarnya akan memiliki kadar toksin yang jauh lebih sedikit.

Walaupun beracun, manusia sebenarnya tidak perlu menaruh ketakutan berlebihan kepada katak panah beracun karena racun katak ini hanya aktif bila tertelan atau masuk ke dalam aliran darah. Katak panah beracun sendiri bukanlah hewan yang tidak memiliki musuh sama sekali di alam liar karena spesies ular Leimadophis epinephelus diketahui memiliki kekebalan khusus terhadap racun katak panah. Sejauh ini, ular L. epinephelus merupakan satu-satunya musuh alamiah katak panah beracun yang sudah teridentifikasi oleh manusia.



DIGENDONG DARI AIR KE AIR

Keunikan dari katak panah beracun bukan hanya sebatas pada warna & racunnya. Beberapa spesies katak panah beracun memiliki pola berkembang biak yang tak kalah unik. Setelah melakukan perkawinan yang umumnya berlangsung pada musim penghujan, katak panah betina akan meletakkan telur-telurnya di cekungan kecil yang berisi air (misalnya di dalam tanaman yang daunnya berbentuk corong) atau di permukaan tanaman yang sudah diberi semacam lapisan lendir tebal.

Induk katak panah yang sedang
menggendong berudu. (Sumber)
Setelah beberapa hari, telur-telur tersebut akan menetas menjadi berudu / kecebong. Induk jantan atau betina lalu memindahkan berudu-berudu tersebut ke atas punggungnya. Supaya berudu-berudu yang diangkutnya tidak jatuh, induk katak panah menghasilkan semacam lendir lengket yang hanya akan larut jika terkena air. Tujuan induk katak panah mengangkut berudu-berudu tadi adalah untuk memindahkan mereka ke perairan air tawar yang lebih luas & lebih melimpah makanannya.

Jika induk katak panah sudah sampai di perairan yang dimaksud, ia akan menaruh berudu-berudu yang digendongnya tadi ke dalam air & meninggalkan mereka. Khusus untuk spesies Oophaga histrionica, induk katak betina akan kembali ke perairan secara berkala untuk memberi makan berudu-berudu keturunannya dengan telur-telur yang belum dibuahi. Berudu-berudu tersebut selanjutnya akan mengalami metamorfosis hingga menjadi katak dewasa. Seekor katak panah beracun diperkirakan bisa hidup hingga usia 15 tahun.

Manfaat katak panah beracun bagi manusia bukan cuma untuk mengolesi senjata penduduk tradisional Amazon. Belakangan, para ilmuwan sedang meneliti kandungan racun katak panah karena mereka berharap bisa memanfaatkan komponen-komponen kimia dalam racunnya untuk diolah menjadi obat, misalnya obat penekan rasa sakit (painkiller). Katak panah beracun juga menjadi salah satu hewan peliharaan eksotis yang mulai banyak diminati berkat corak warnanya yang terkesan indah.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Amphibia
Ordo : Anura
Famili : Dendrobatidae



REFERENSI

Animal Diversity Web - Dendrobates auratus : Information
Animal Diversity Web - Oophaga histrionica : Information
Animal Diversity Web - Phyllobates terribilis : Information
Frogland - Poison Dart Frogs, Mantellas, etc.
National Geographic - Poison Dart Frog
Wikipedia - Poison dart frog


     

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

1 komentar:




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.