FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

ISIS / ISIL, Pasukan Bendera Hitam dari "Negeri Seribu Satu Malam"




(Sumber)

Jika para pengunjung sering mengikuti berita-berita internasional, maka para pengunjung pastinya tahu kalau Suriah saat ini sedang dilanda perang saudara. Awalnya perang tersebut hanya membenturkan kubu pendukung pemerintah Suriah dengan kubu anti pemerintah Suriah yang didominasi oleh Free Syrian Army (FSA; Tentara Suriah Merdeka). Belakangan, muncul nama ISIS sebagai peserta baru dalam konflik di Suriah. Siapa itu ISIS & apa kepentingan mereka di Suriah serta Timur Tengah?

ISIS atau lengkapnya Islamic State of Iraq & Al-Sham (Negara Islam Irak & Syam; Al-Dawlah Al-Islamiya Fil-Iraq Wa Al-Sham) adalah nama dari kelompok militan berpaham Islam garis keras yang aktif di wilayah Irak & Suriah. Nama "Al-Sham" / "Syam" pada kelompok ini diambil dari nama versi Arab untuk kawasan di sebelah timur Laut Mediterania. Selain dengan nama ISIS, kelompok yang sama juga dikenal dengan akronim ISIL / Islamic State of Iraq & Levant (Negara Islam Irak & Levant) di mana nama "Levant" merupakan sebutan orang-orang Eropa untuk kawasan Syam. Belakangan, ISIS juga dikenal dengan nama lain "Islamic State" (IS; Al-Dawlah Al-Islamiya; Negara Islam) setelah kelompok tersebut mengumumkan pendirian kekhalifahan & penggantian nama pada akhir Juni 2014.

Wilayah kekuasaan ISIS (merah) hingga
minggu ke-2 bulan Juni 2014. (Sumber)
ISIS juga bisa dideskripsikan sebagai negara tanpa pengakuan internasional karena para personil ISIS memang bercita-cita menjadikan wilayah taklukannya sebagai negara berbasis hukum Islam. Hingga bulan Juni 2014, ISIS dilaporkan sudah menguasai kawasan Suriah timur laut & Irak utara. Menariknya, walaupun ISIS mengusung Islam sebagai ideologi perjuangannya, kelompok tersebut tidak benar-benar akur dengan kelompok Islamis lainnya. Sebagai contoh, ISIS yang keanggotaannya didominasi oleh Muslim Sunni kerap melakukan penyerangan kepada komunitas Muslim Syiah. Lalu sejak permulaan tahun 2014, ISIS juga mulai terlibat konflik dengan kelompok Jabhat Al-Nusra di Suriah.



LAHIR DARI API PEPERANGAN

Irak adalah negara yang mayoritas penduduknya menganut agama Islam sekte Syiah. Namun sejak Irak memperoleh kemerdekaannya dari tangan Inggris, pucuk pemerintahan negara berjuluk "Negeri Seribu Satu Malam" tersebut selalu dipegang oleh orang-orang Sunni, tak terkecuali di era diktator Saddam Hussein. Supaya bisa mendapatkan dukungan dari rakyatnya sendiri, Saddam tidak menggunakan isu sektarian sebagai ideologinya, tetapi menggunakan ide nasionalisme & persatuan Bangsa Arab (pan-Arabisme). Bukan hanya itu, Saddam juga menerapkan gaya pemerintahan tangan besi untuk membungkam pihak-pihak yang tidak sejalan & menjaga stabilitas dalam negeri.

Tahun 2003, pasukan koalisi multinasional yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS) melancarkan invasi ke Irak karena adanya tuduhan kalau Irak masih menyimpan senjata pemusnah massal. Keberhasilan invasi tersebut lalu diikuti dengan tumbangnya rezim Saddam tak lama berselang. Turunnya Saddam & kacaunya kondisi dalam negeri akibat perang lantas mendorong timbulnya kelompok-kelompok bersenjata di seantero Irak. Banyak dari kelompok tersebut yang memanfaatkan sentimen kesukuan & sektarian agama supaya bisa mendapatkan dukungan & simpatisan.

Peta Irak berdasarkan populasi masing-
masing etnis & sekte. (Sumber)
Salah satu orang yang memanfaatkan situasi Irak yang kacau & terbelah oleh sentimen sektarian adalah Abu Musab Al-Zarqawi, seorang panglima kelahiran Yordania yang berasal dari sekte Sunni & menganut aliran Salafiyah. Di tahun 90-an, Zarqawi sempat mendirikan kamp militer di Afganistan untuk mengumpulkan pengikut supaya nantinya ia bisa mengerahkan mereka untuk menggulingkan Kerajaan Yordania yang ia anggap tidak cukup agamis. Namun menyusul invasi pasukan koalisi ke Irak, Zarqawi lalu mengubah rencananya. Ia membawa para simpatisannya ke Irak untuk memerangi pasukan koalisi.

Kelompok milisi pimpinan Zarqawi nantinya dikenal dengan nama Jama'at Al-Tawhid Wal-Jihad (JTJ; Jamaah Keesaan & Jihad). Selain bertempur melawan pasukan koalisi, JTJ juga menargetkan komunitas Syiah & warga negara asing. Seiring berjalannya waktu, JTJ menjadi terkenal karena seringnya kelompok tersebut menggunakan taktik bom bunuh diri menggunakan mobil. Bukan hanya itu, JTJ juga kerap melakukan penyembelihan kepada personil lawannya, lalu merekam peristiwa penyembelihan tersebut sebelum kemudian mengunggah video rekamannya ke internet. Selebihnya, para personil JTJ juga dikenal lihai dalam melakukan serangan sembunyi-sembunyi memakai senjata api, senapan pelontar RPG, & ranjau rakitan.



BERGANTI WAJAH MENJADI AL-QAEDA IRAK

Bulan Oktober 2004, JTJ menyatakan kesetiaannya kepada Osama Bin Laden - pemimpin jaringan global Al-Qaeda - sehingga kelompok tersebut sejak itu lebih dikenal dengan nama "Al-Qaeda Irak" (AQI). Pasca perubahan nama itu pula, JTJ / AQI mengalami perubahan taktik. Mereka kini semakin sering menggunakan taktik penyerangan & peledakan bom di pusat-pusat keramaian. 2 tahun kemudian, Zarqawi selaku pemimpin AQI dilaporkan tewas akibat serangan yang dilancarkan pasukan AS. Alih-alih berhasil menamatkan perlawanan AQI, kelompok tersebut tetap melanjutkan aktivitasnya & mengangkat Abu Omar Al-Baghdadi sebagai pemimpin barunya.

Bendera JTJ (atas) yang menjadi
cikal bakal bendera ISI (bawah).
(Sumber 1) (Sumber 2)
Tak lama usai naiknya Abu Omar, AQI menggabungkan diri dengan sejumlah milisi Irak lainnya untuk membentuk kelompok baru yang bernama "Al-Dawlah Al-Islamiyya Fil-Iraq" / "Islamic State of Iraq" (ISI; Negara Islam Irak). Pembentukan ISI dimaksudkan sebagai upaya untuk mendirikan negara Islam di Irak sekaligus menandingi pemerintahan berdaulat Irak yang bermarkas di Baghdad & kini dipimpin oleh figur Syiah. Seperti yang sudah diduga, ISI tidak mendapat pengakuan diplomatik dari negara berdaulat manapun. Namun hal tersebut toh tetap tidak membuat ISI patah arang. Tahun 2007, ISI bahkan merilis daftar kabinet pemerintahan versi mereka yang beranggotakan 10 orang menteri.

Di bidang militer, ISI masih menggunakan taktik yang dulu kerap digunakan oleh AQI, salah satunya taktik meledakkan bom di kawasan padat penduduk. Taktik yang lantas membuat ISI dimusuhi oleh orang-orang Irak sendiri, tak terkecuali oleh mereka yang berasal dari komunitas Sunni. Buntutnya, sejak awal tahun 2007, ISI pun mulai terlibat konflik dengan milisi-milisi Sunni yang tidak sejalan dengan mereka. Sudah jatuh tertimpa tangga, pada tahun 2010 ISI juga harus kehilangan pemimpinnya (Abu Omar Al-Baghdadi) akibat serangan gabungan yang dilakukan oleh pasukan AS & Irak.

Seperti kasus kematian Zarqawi, kematian Abu Omar juga gagal menghentikan aktivitas ISI karena kelompok tersebut langsung mengangkat Abu Bakar Al-Baghdadi sebagai pemimpin baru mereka. Namun kombinasi dari tewasnya Abu Omar & konflik berkepanjangan dengan lawan-lawannya nampaknya mulai menguras tenaga ISI. Dasarnya adalah karena sesudah tahun 2010, jumlah aksi kekerasan bersenjata yang dilakukan oleh ISI mengalami penurunan signifikan.



BANGKIT SEBAGAI ISIS / ISIL

Tahun 2011, AS selaku penyumbang utama personil pasukan koalisi menarik mundur seluruh pasukannya. Mundurnya AS dari Irak lantas berbuntut pada melonggarnya kembali keamanan dalam negeri Irak. Situasi tersebut tidak disia-siakan oleh ISI yang mencoba membangun kembali kekuatannya. Tahun 2012, jumlah aksi kekerasan bersenjata yang dilakukan oleh ISI kembali meroket. Seolah merasa belum puas dengan hanya bercokol di Irak, ISI mulai memperlebar jangkauannya ke Suriah. Negara tetangga Irak di sebelah barat laut yang sedang dilanda perang saudara sejak tahun 2011.

Personil ISIS di Mosul, Irak utara. (Sumber)
Masuknya ISI ke Suriah ditandai dengan keluarnya pernyataan dari Abu Bakar pada bulan April 2013 kalau ISI melebur dengan Jabhat Al-Nusra - kelompok pemberontak Suriah yang berideologi Islam & banyak beranggotakan veteran konflik Irak - untuk membentuk kelompok baru yang bernama "Islamic State of Iraq & Al-Sham" (ISIS). Namun kontroversi timbul karena tidak lama sesudah keluarnya pernyataan dari Abu Bakar, muncul pernyataan balasan dari pemimpin Al-Nusra kalau kelompoknya tidak bersedia melebur ke dalam ISIS. Masih di tahun yang sama, ISIS juga terlibat konflik dengan kelompok pemberontak FSA karena memperebutkan wilayah Suriah timur.

Tahun berganti, perbedaan pendapat antara ISIS & Al-Nusra akhirnya memuncak menjadi konflik terbuka. Peristiwa yang lantas memaksa Al-Qaeda untuk memutus hubungannya dengan ISIS. Beberapa bulan kemudian atau tepatnya pada permulaan bulan Juni 2014, ISIS membuat semua orang terhenyak ketika pasukan mereka yang hanya berjumlah ratusan orang berhasil merebut Mosul, Irak utara, yang dijaga oleh puluhan ribu tentara Irak yang bersenjata lengkap. Dengan masih kacaunya situasi di Suriah & Irak, patut ditunggu apakah "negara" berbendera hitam ini bisa mempertahankan keberadaan mereka dalam jangka waktu lama, atau justru malah musnah akibat dikeroyok musuh-musuhnya.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



BIODATA KELOMPOK

Nama resmi : Al-Dawlah Al-Islamiya
Tahun aktif : 1999 - sekarang
Area operasi : Irak, Suriah
Ideologi : Islam garis keras



BIODATA "NEGARA"

Nama resmi : Al-Dawlah Al-Islamiya
Tahun aktif : 2006 - sekarang
Ibukota : Raqqa
Bentuk pemerintahan : (mengklaim diri sebagai) kekhalifahan
Luas wilayah : tidak jelas
Mata uang : dinar Irak, pound Suriah
Bahasa nasional : Arab



ARTIKEL TERKAIT

Makna & Sejarah Bendera ISIS / ISIL 
Menguak Teori Konspirasi Seputar ISIS / ISIL



REFERENSI

AINA - ISIL Arouses Infighting Among Sunni Militant Groups in Syria, Iraq
Al Jazeera - ISIL : Rising power in Iraq and Syria
Al Jazeera - Sunni rebels declare new 'Islamic caliphate'
Al-Monitor - ISIS on offense in Iraq
IEN - ISIS earning $1M per day from Iraqi oil smuggling
IBT - How The Sunni-Shiite Conflict Frames The Current Crisis In Iraq
NBC News - Insurgents name ‘Islamic Cabinet’ for Iraq
The New York Times - The Iraq-ISIS Conflict in Maps, Photos and Video
Wikipedia - Al-Nusra Front
Wikipedia - Islamic State of Iraq and the Levant
WSWS - Al Qaeda offshoot ISIS captures Mosul from Iraqi government forces
Zelin, A. Y.. 2014. "The War between ISIS and al-Qaeda". (file PDF)
- . 2008. "Iraq". Encyclopaedia Britannica, Chicago.
- . 2008. "Levant". Encyclopaedia Britannica, Chicago.


COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

27 komentar:

  1. Saya mau nanya kalo bendera islam itu yang laillahaillallah muhammadurrasulullah bukan?
    Ko kalo isis, dll, benderanya yang itu? sebemarnya pembuat/ sejarahnya bagaimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak ada bendera yang baku dalam Islam. Bendera dengan warna dasar hitam menjadi bendera yang paling populer penggunaannya oleh kelompok-kelompok Islamis (selain bendera hijau & bendera bermotif bulan bintang) karena bendera tersebut dulunya pernah digunakan oleh pasukan Muslim dalam Pertempuran Badar, sebelum kemudian dipopulerkan oleh Kekhalifahan Abbasiyah. Bendera hitam juga digunakan karena adanya kepercayaan kalau menjelang hari kiamat, Imam Mahdi akan memimpin pasukan yang mengibarkan bendera hitam.

      Masing-masing kelompok pejuang Islam menggunakan bendera hitam dengan modifikasinya sendiri-sendiri untuk menyimbolkan perjuangan mereka yang diklaim berbasiskan agama, sekaligus untuk membedakan diri mereka dari kelompok Islamis lainnya. Bendera yang sekarang ini digunakan oleh ISIS / Islamic State menampilkan tulisan "tiada Tuhan selain Allah" di bagian atas & lingkaran putih bertulisan Arab di bagian tengah bendera. Desain lingkaran putih itu sendiri diambil dari cap stempel yang pernah digunakan oleh Nabi Muhammad dalam surat resminya.

      Bendera dengan desain macam itu sebenarnya merupakan versi modifikasi dari bendera JTJ (cikal-bakal kelompok ISIS). Bedanya, bendera milik JTJ menampilkan lingkaran putih tanpa tulisan Arab di bagian tengah, dengan tulisan kecil JTJ di sekeliling lingkaran. Lalu di bagian atas, tulisan syahadatnya ditulis penuh hingga bagian "Muhammad adalah utusan Allah". Untuk jelasnya, anda bisa melihat penampakan benderanya JTJ di sini.

      Bendera dengan motif serupa bendera ISIS nantinya diadopsi oleh kelompok-kelompok Islamis yang sebenarnya tidak memiliki hubungan apa-apa dengan ISIS, namun merasa sama-sama berjuang demi tegaknya agama. Di Afrika contohnya, bendera tersebut pertama kali digunakan oleh kelompok Al-Shabaab di Somalia yang terbentuk pada tahun 2006.

      Hapus
  2. Dengar dengar saat nulis komentar ini. IS udah mencaplok 35% Suriah dan mencaplok 75% Irak. Kedepannya mereka mau mencaplok Libanon dan Libya ya. weh weh hebat juga ya is

    BalasHapus
    Balasan
    1. Libya masih sulit untuk dicaplok dalam waktu dekat, walaupun Libya memang sangat mungkin disusupi oleh milisi-milisi simpatisan IS. Kalau Lebanon memang sudah sejak lama menjadi sasaran IS karena lokasinya yang dekat. Belum lama ini, pasukan IS terlibat kontak senjata dengan pasukan perbatasan Lebanon. Lalu pada bulan Januari lalu, IS juga sempat meledakkan bom di ibukota Lebanon.

      Hapus
  3. bagaimana analisisnya mengenai berita ini:
    Abu Bakr al-Baghdadi, so-called ”Caliph,” the head of ISIL (Islamic State in Iraq and the Levant is, according to sources reputed to originate from Edward Snowden, an actor named Elliot Shimon, a Mossad trained operative.
    ini sumbernya: http://www.veteranstoday.com/2014/08/04/french-report-isil-leader-mossad/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hingga ada bukti-bukti yang lebih kuat, saya pribadi lebih suka menganggap kalau artikel pada tautan di atas adalah artikel spekulasi menjurus hoax. Berikut alasan dari saya :

      1. Yang pertama kali mengeluarkan informasi tersebut adalah situs berita Som Daily (bisa dilihat di tanggalnya), yang mengklaim mendapat beritanya dari media Farsnews (Iran). Saya belum menemukan artikel yang dari Farsnews. Tapi pertanyaannya adalah, darimana Farsnews bisa mendapatkan informasi dari Snowden? Atau kapan Farsnews melakukan wawancara langsung dengan Snowden? Jangan lupa pula dengan faktor politis, di mana Iran & Israel bermusuhan satu sama lain, sehingga bisa saja artikel tersebut aslinya hanyalah rekayasa Farsnews sendiri yang mencatut nama Israel sebagai kambing hitamnya.

      2. Kalaupun benar informasi tersebut memang datang dari Snowden, perlu bukti-bukti tambahan pula untuk mendukung klaim kalau Baghdadi & ISIS dapat dukungan dari Mossad. Entah itu bocoran dokumen resmi dari institusi militernya, bukti rekaman video saat Baghdadi dilatih Israel, kesaksian kredibel dari personil militer terkait, dll.

      3. ISIS sudah tercipta jauh sebelum Al-Baghdadi menjadi pemimpin, tapi dengan nama yang berbeda (JTJ, AQI, dll). Baghdadi hanya melanjutkan apa yang sudah dirintis oleh para pendahulunya. ISIS bisa sebesar sekarang juga setelah melalui proses yang panjang & tidak sebentar.

      4. ISIS punya karakter yang sangat agresif. Jika pada akhirnya mereka bisa tumbuh menjadi terlampau besar, maka Israel yang notabene lokasinya berdekatan pasti bakal jadi sasaran juga. Kalau sekarang ISIS cenderung cuek kepada Israel, itu karena ISIS masih fokus memantapkan kedudukannya dengan cara memanfaatkan kondisi sektarian & rasa tidak suka penduduk setempat kepada rezim non-Sunni. Jika anda melihat peta wilayah kekuasaan ISIS, anda akan tahu kalau penduduk di wilayah yang bersangkutan mayoritasnya berasal dari sekte Sunni.

      5. Yang ini tidak wajib anda percayai, tapi bisa anda jadikan tambahan info kalau ada beragam teori konspirasi yang melibatkan ISIS. Kelompok oposisi Suriah justru mengklaim kalau ISIS adalah kelompok yang didukung oleh pemerintah Suriah (Bashar Al-Assad), agar citra kubu anti-Assad jadi tercoreng & upaya mereka menggulingkan rezim di Suriah berakhir dengan kegagalan.

      Hapus
  4. Nggak ngerti sob
    Http://tangeran9.wordpress.com/

    BalasHapus
  5. PAHAM ISIS HARUS DIBASMI DI INDONESIA APAPUN ALASANYA PIHAK KEAMANAN HARUS SEGRA MEMBASMI MEREKA SEBELUM MEMBANGUN PAHAM DI INDONESIA

    BalasHapus
  6. entah ISIS, AL_QAEDA, Jabhah Nusrah, al shabab, taliban dll yang jelas

    "akan senantiasa ada sekelompok umatku yang berperang di atas kebenaran. mereka meraih kemenangan atas orang-orang yang memerangi mereka, hingga kelompok terakhir dari mereka memerangi dajjal" (HR. abu dawud;kitab al-jihad no 2125, ahmad no 19073, al-hakim no 2531 dan 8517. hadis ini dinyatakah shahih menurut syarat muslim oleh al hakim dan adz dzahabi)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sependapat dengan Surga Darussalam, walau orang orang munafiq tidak menyukainya

      Hapus
  7. sharing aja ya buat para pembaca republik tawon
    http://dinisked.blogspot.com/2014/08/ajakan-bergabung-dengan-isis-bagaimana.html

    BalasHapus
  8. Assalamualaikum,
    saya ada sedikit kemusykilan...
    Syiah itu mendukung dan mengamalkan cara Islam yang sebenar kah?
    bukan kah Syiah itu banyaknya sudah tersimpah jauh dari landasan Al quran?
    masih di consider kan Islam kah caranya tu? layak dipanggil Muslimin kah begitu?

    Bukankah Daulah Islamiyah mahu dan sedang berusaha utk mendirikan Negara Islam dengan Hukum Hudud? malah sudah ada terdirinya Mahkamah Syariah dan sistem yang awal.
    Salahkah jikalau kita umat islam seluruh dunia mendirikan Negara paksi Islam semata2?

    Bagaimana pula dengan negara2 USA/Eropah/China/Jepun/jerman dgn ideologi masing2?
    Apakah kita sudah tunduk kepada sistem zionism yang sedia ada? adakah kita sudah rasa cukup dan puas hati dengan kehidupan yang sedia ada? Adakah ini sistem Islam yang sebenarnya? adakah ini yang di praktikkan oleh Nabi junjugan Kita Rasullulah S.A.W?

    atau pun kita goyah dan takut kerana takut kehilangan posisi/kuasa sedia ada berlandaskan sistem evil ini?

    Rasullulah S.A.W telah mengetuai 27 peperangan demi menegakkan Syiar Islam.
    Peperangan nya adalah semata2 tentang sistem yang Kufur dan sistem Islam.
    Walaupun didalam peperangan itu mungkin akan matinya orang Islam itu sendiri.
    ini ialah kerana di dalam Islam itu sendiri ada orang Islam yang jahil dan ada Islam yang beriman.

    Persoalan yang bermain diminda dan di hati. yang mana satukah kita ini?
    Wallahualam.

    BalasHapus
  9. setelah merebut mosul, ISIS kini benar" menjadi bintang pemberitaan dunia seakan-akan sebuah kekuatan mahadasyat yg bisa menggulung dunia sampai seluruh dunia memusuhinya termasuk indonesia yg jauh sekali letaknya dr lokasi medan perang ISIS turut melarang ISIS di indonesia. saya pikir ini terlalu berlebihan, taruhlah ISIS bisa menguasai seantero iraq dan suriah yg memang sedang kacau. tapi paling banter nantinya juga akan hancur oleh pasukan internasional yg dibantu negara-negara kerajaan saudi, yordania, kuwait, qatar, UEA dll yg jelas tdk ingin kekuasaan dinasti kerajaanya hancur

    BalasHapus
  10. Apakah isis itu pasukan panji hitam yang seperti dinubuatkan Rasulullah...???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pertanyaan ini sudah termasuk dalam ranah spiritual & analisa hadis. Saran saya, cobalah anda bertanya ke pihak yang lebih kompeten soal ini. Misalnya ustadz atau situs tanya jawab agama.

      Hapus
    2. Memang benar tidak boleh dinafikan lagi

      Hapus
  11. we support the islamic state.....

    BalasHapus
  12. intinya, ISIS tidak akan bisa berkuasa di Indonesia

    BalasHapus
  13. Untuk Kamu Yang Masih Galau Tentang ISIS, Inilah Sekumpulan Informasi Mengenai Mereka.

    Kepada kaum muslimin di Indonesia, tahu atau tidak tahu ini adalah akhir zaman yang didalamnya kita harus berhati-hati atas segala informasi yang masuk. Ini adalah akhir zaman yang dimana banyak orang ketika pagi dia beriman, namun sorenya dia telah kafir, ketika sore beriman dan paginya dia telah kafir.

    Salah satu hadits yang menggambarkan era penuh fitnah di akhir zaman tampaknya sangat sesuai dengan kondisi dunia dewasa ini. Di dalamnya Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa pada masa itu sulit sekali menemukan orang yang istiqomah. Yang ada ialah orang-orang yang di pagi hari masih beriman kemudian di waktu sore ia menjadi kafir.

    Demikian pula ada yang di waktu sore beriman namun keesokan hari di waktu pagi ia telah menjadi kafir.

    ﺑَﺎﺩِﺭُﻭﺍ ﻓِﺘَﻨًﺎ ﻛَﻘِﻄَﻊِ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞِ ﺍﻟْﻤُﻈْﻠِﻢِ
    ﻳُﺼْﺒِﺢُ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﻣُﺆْﻣِﻨًﺎ ﻭَﻳُﻤْﺴِﻲ ﻛَﺎﻓِﺮًﺍ ﻭَﻳُﻤْﺴِﻲ ﻣُﺆْﻣِﻨًﺎ
    ﻭَﻳُﺼْﺒِﺢُ ﻛَﺎﻓِﺮًﺍ ﻳَﺒِﻴﻊُ ﺩِﻳﻨَﻪُ ﺑِﻌَﺮَﺽٍ ﻣِﻦْ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ
    Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bersegeralah beramal sebelum datangnya rangkaian fitnah seperti sepenggalan malam yang gelap gulita, seorang laki-laki di waktu pagi mukmin dan di waktu sore telah kafir, dan di waktu sore beriman dan pagi menjadi kafir, ia menjual agamanya dengan kesenangan dunia.” (HR. Ahmad No. 8493)

    Selengkapnya:

    http://al-mustaqbal.net/untuk-kamu-yang-masih-galau-tentang-isis-inilah-sekumpulan-informasi-mengenai-mereka/

    BalasHapus
    Balasan
    1. umat islam semua nya tujuanya surga ,semua amal ibadah kita tak bisa di jadikan jaminan untuk masuk surga meskipun sampai mengorbankan nyawa karena yg masuk surga itu atas rohman rohim nya allah subhanahu wataala

      Hapus
  14. Kembalinya Khilafah Islamiyah

    BalasHapus
  15. Daulah Islam... Baaqiyahh wa Tatamadad.

    BalasHapus
  16. isi ada dan terkenal karena ulaah media,pandai2lah kalian mencermati berita....media itu bayaran coy..jadilah umat yg pinter dan raional.islam tdk mengajarkan keburukan,hanyalah kalian yg menilainyaa itu buruk.belajarlah islam tdk hanya pada stu orang saja.

    BalasHapus




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.