FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Al-Qaeda, Kelompok Militan Paling Fenomenal di Abad ke-21




Foto dari Jabhat Al-Nusra, kelompok cabang Al-Qaeda
yang terlibat dalam perang saudara Suriah. (Sumber)

Al-Qaeda. Itulah nama yang semenjak tahun 2001 mendadak menjadi buah bibir. Ya, itu adalah nama dari kelompok yang dianggap bertanggung jawab atas runtuhnya gedung kembar World Trade Center (WTC) di New York, AS. Melambungnya popularitas Al-Qaeda (AQ) lantas berujung pada meningkatnya rasa penasaran masyarakat awam mengenai kelompok yang bersangkutan & munculnya beragam teori konspirasi mengenai mereka. Jadi, dalam artikel kali ini pihak Republik akan mencoba mengupas soal AQ.

Al-Qaeda (bahasa Arab untuk kata "markas") adalah kelompok ekstrimis berbasis agama dengan jangkauan global yang didirikan oleh Osama Bin Laden pada tahun 1988 di Afganistan. Tujuan pendirian AQ adalah untuk mengobarkan perang berskala global terhadap AS & sekutunya. Harapannya, perang tersebut akan membuat ekonomi AS melemah & bangkrut sehingga hilangnya hegemoni AS bisa dimanfaatkan oleh AQ untuk menciptakan sistem sosial & pemerintahan berbasis agama yang mencakup seluruh dunia. Sebagai akibatnya, AQ pun dikategorikan sebagai kelompok teroris di banyak negara (termasuk oleh organisasi multinasional PBB).

Sebagai kelompok militan dengan jangkauan yang sangat luas, AQ memiliki metode perluasan jaringan yang unik sekaligus efektif. Salah satu contoh metode ekspansi yang digunakan oleh AQ adalah AQ melatih relawan asing di kamp militer miliknya, lalu membiarkan mereka pulang ke negara asalnya untuk memulai pemberontakan & menyebarkan pemahamannya. Contoh metode ekspansi yang lain, kelompok bersenjata yang asal-muasal pembentukannya tidak terkait dengan AQ merilis pernyataan kesetiaan kepada AQ setelah kelompok tersebut mengenal & menunjukkan ketertarikan pada ideologi AQ, sehingga kelompok yang sama sejak itu beroperasi sebagai perpanjangan tangan dari AQ.

Osama Bin Laden. (Sumber)
Walaupun AQ mengaku berjuang untuk kepentingan agama Islam, hal tersebut tidak lantas membuat mereka mendapat dukungan dari semua pihak yang seiman dengan mereka. Banyak orang Islam yang mengecam sepak terjang AQ karena AQ mengedepankan metode pembunuhan & kekerasan tanpa pandang bulu untuk mewujudkan ambisinya. Bukan hanya itu, AQ juga dituduh berkontribusi besar atas meningkatnya sentimen Islamofobia di seluruh dunia karena aksi-aksi kekerasan yang dilakukan AQ membuat orang-orang non-Muslim awam menjadi curiga & antipati kepada kaum Muslim.



LAHIR DARI PERGOLAKAN DI AFGANISTAN

Sejarah munculnya AQ bisa ditelusuri sejak masa pendudukan Afganistan oleh militer Uni Soviet pada tahun 1980 - 1988. Saat itu, Uni Soviet yang dibantu oleh pemerintah Afganistan terlibat konflik bersenjata melawan milisi-milisi lokal yang enggan diperintah oleh rezim komunis setempat. Situasi tersebut lantas dimanfaatkan oleh AS untuk memberikan bantuan pelatihan & persenjataan kepada milisi-milisi yang bersangkutan agar mereka bisa memerangi pasukan Soviet. Sebagian dari mereka nantinya ada yang menjadi simpatisan AQ sehingga muncullah opini kalau intelijen AS membantu menciptakan AQ secara tidak langsung.

Perang Soviet di Afganistan juga memancing masuknya para relawan dari luar Afganistan untuk ikut berperang bersama-sama dengan milisi lokal Afganistan atas dasar solidaritas agama. Mereka inilah yang kemudian dikenal dengan sebutan "mujahidin". 1 dari sekian banyak mujahidin tersebut adalah Osama Bin Laden yang berasal dari Arab Saudi. Dengan bermodalkan jaringan koneksi & kekayaan pribadinya yang berasal dari perusahaan konstruksi milik keluarganya, Osama mendirikan kamp-kamp militer untuk merekrut, melatih, & mempersenjatai para mujahidin asing yang hendak diterjunkan di Afganistan.

Milisi Afganistan di atas bangkai
kendaraan militer Soviet. (Sumber)
Menjelang berakhirnya Perang Soviet-Afganistan, Osama melakukan pertemuan dengan sejumlah mujahidin lain untuk membahas rencana mereka selepas perang. Berdasarkan hasil pertemuan yang berlangsung pada tahun 1988 tersebut, mereka kemudian sepakat untuk membentuk kelompok baru yang fokusnya adalah memperluas area operasi perjuangan bersenjata mereka ke luar Afganistan. Pertemuan itu pula yang disebut-sebut menjadi cikal-bakal lahirnya AQ.

Tahun 1988, pasukan terakhir Uni Soviet di Afganistan ditarik mundur sehingga perang Soviet di Afganistan pun menemui akhirnya. Berakhirnya perang lalu dimanfaatkan oleh Osama untuk kembali ke Arab Saudi pada tahun 1989. Setahun kemudian, Irak melakukan invasi militer ke Kuwait sekaligus melahirkan kekhawatiran di Arab Saudi kalau militer Irak akan melanjutkan operasi militernya ke wilayah Saudi. Osama lantas mencoba memberikan solusi dengan cara menyiapkan mujahidin-mujahidin pengikutnya untuk berhadap-hadapan dengan pasukan Irak jika militer Irak benar-benar menyerbu wilayah Saudi.

Alih-alih menerima tawaran Osama, pemerintah Saudi lebih memilih untuk bekerja sama dengan AS & membiarkan pasukan koalisi pimpinan AS memanfaatkan wilayah Saudi sebagai markas untuk menggempur Irak. Keputusan tersebut langsung menyulut kemarahan Osama yang memiliki sentimen kebencian tersendiri kepada AS & enggan melihat keterlibatan pasukan non-Muslim dalam melindungi wilayah Saudi. Ketika Osama menyampaikan rasa tidak setujunya dengan menghujat pemerintah Saudi secara terang-terangan, pemerintah Saudi lantas meresponnya dengan cara mengusir Osama keluar negeri pada tahun 1991.



BERPINDAH-PINDAH SEBELUM "PULANG KAMPUNG"

Suasana di kamp militer milik AQ
di Afganistan. (Sumber)
Terusir dari Saudi, Osama lalu menjadikan Sudan sebagai markas baru kelompoknya. Di sinilah, AQ mulai merumuskan rencananya untuk melakukan aksi-aksi penyerangan di wilayah lain. Tanggal 26 Februari 1993 contohnya, AQ meledakkan bom seberat 500 kg di halaman parkir gedung WTC. 2 tahun kemudian, AQ melakukan percobaan pembunuhan yang gagal kepada presiden Mesir, Husni Mubarak. Masih di tahun yang sama, AQ juga meledakkan bom di Riyadh, ibukota Arab Saudi.

Tahun 1996, sebagai akibat dari meningkatnya tekanan dunia internasional atas aksi-aksi AQ, pemerintah Sudan akhirnya mendeportasi Osama keluar negeri. Terbuang dari Sudan, Osama kemudian bertolak ke tanah kelahiran AQ yang tidak lain merupakan Afganistan & kini sedang diperintah oleh kelompok Taliban yang memiliki kesamaan ideologi dengan AQ. Afganistan pun kini menjadi markas baru AQ untuk melatih & merekrut para mujahidin asing. Pada periode yang sama, AQ juga melebarkan sayapnya ke tanah Eropa dengan memanfaatkan mujahidin-mujahidin asing yang terlibat dalam konflik di Bosnia & Kosovo.

Bulan Januari 2000, sejumlah anggota AQ & kelompok militan Asia Tenggara "Jemaah Islamiyah" (JI) melakukan pertemuan rahasia di Kuala Lumpur, Malaysia. Tidak diketahui detail persis isi pertemuan tersebut. Namun pertemuan tersebut diduga ada hubungannya dengan rencana JI untuk melakukan aksi-aksi penyerangan di kawasan Asia Tenggara pada tahun-tahun berikutnya. Salah satu contoh aksi tersebut adalah peristiwa Bom Bali I pada tahun 2002 yang menewaskan ratusan warga asing. Masih di tahun yang sama, aparat Indonesia juga sempat menahan salah satu anggota AQ yang bernama Omar Al-Farouq.

Menara kembar WTC yang
sedang terbakar. (Sumber)
Tanggal 11 September 2001, terjadi peristiwa fenomenal yang menjadi tonggak meledaknya popularitas AQ. Sejumlah pesawat penumpang yang dibajak oleh anggota AQ menabrakkan diri ke gedung Pentagon & menara kembar WTC. Sesudah melakukan investigasi, aparat AS menyimpulkan kalau AQ adalah dalang di balik peristiwa tersebut. Osama selaku pemimpin AQ sendiri awalnya tidak mengakui keterlibatan AQ dalam peristiwa 11 September walaupun ia menyatakan suka citanya atas peristiwa tersebut. Baru pada tahun 2004, Osama mengakui kalau insiden 11 September memang dilakukan oleh AQ.

Karena rezim Taliban di Afganistan menolak menyerahkan Osama ke AS, AS & sekutunya kemudian melancarkan invasi militer ke Afganistan pada bulan Oktober 2001. Hanya dalam waktu singkat, pasukan koalisi pimpinan AS berhasil menggulingkan rezim Taliban & menguasai kota-kota penting di Afganistan. Namun pasukan koalisi masih belum berhasil menemukan Osama. Invasi tersebut juga gagal menamatkan AQ karena kelompok yang bersangkutan mengungsi ke luar Afganistan & terus melanjutkan aktivitasnya secara sembunyi-sembunyi.



PUSAT MELEMAH, CABANG MENGGILA

Invasi pasukan koalisi ke Afganistan juga berdampak pada berubahnya metode perjuangan AQ. Kelompok yang bersangkutan kini lebih jarang menampakkan diri & membiarkan kelompok-kelompok cabangnya di berbagai belahan dunia untuk beroperasi di daerahnya masing-masing. Kelompok-kelompok cabang AQ sendiri banyak yang aslinya merupakan kelompok pejuang domestik yang kemudian menyatakan kesetiaannya kepada pemimpin AQ sambil tetap melanjutkan aktivitasnya secara mandiri. Dengan kata lain, selain sebatas memberikan masukan & pidato penyemangat dari jauh, pemimpin AQ tidak ikut terlibat dalam penentuan kebijakan kelompok-kelompok cabangnya.

Pasukan MOJWA. (Sumber)
Contoh dari kelompok cabang AQ yang lahir dari proses macam itu adalah "Al-Qaeda in the Islamic Maghreb" (AQIM) yang area operasinya berada di Gurun Sahara bagian barat. Awalnya AQIM lahir pada tahun 1998 dengan menyandang nama GSPC sebagai 1 dari sekian banyak kelompok yang terlibat dalam perang sipil Aljazair. Lalu pada tahun 2007, pemimpin GSPC mengganti nama kelompoknya menjadi AQIM sebagai bentuk pernyataan kesetiaan kepada Osama. 4 tahun kemudian, jumlah kelompok cabang AQ di Sahara bertambah setelah sebagian anggota AQIM membentuk kelompok baru yang bernama MOJWA / MUJAO untuk melibatkan diri dalam konflik Mali utara.

Kasus serupa juga bisa dijumpai di Somalia, tepatnya pada kelompok Al-Shabaab. Al-Shabaab awalnya merupakan kelompok Islamis lokal yang terbentuk pada tahun 2006 dengan fokus mengubah Somalia menjadi negara Islam. 4 tahun berlalu, Al-Shabaab menjelma menjadi kelompok cabang AQ yang baru menyusul keluarnya video pernyataan kesetiaan dari pemimpin Al-Shabaab kepada AQ. Kalau di Irak, proses pembentukan macam itu bisa dilihat pada kelompok JTJ yang terbentuk pada tahun 2003. JTJ nantinya mendeklarasikan kesetiaannya kepada AQ pada tahun 2004 & menelurkan kelompok cabang baru di Suriah yang bernama "Jabhat Al-Nusra" pada tahun 2012.

Kembali ke AQ selaku organisasi intinya. Pada tahun 2011, pasukan AS akhirnya berhasil menemukan lokasi persembunyian Osama di Abbottabad (Pakistan) & membunuhnya di tempat. Peristiwa pembunuhan Osama sempat memanaskan hubungan antara Pakistan dengan AS karena pemerintah Pakistan menganggap tindakan AS melakukan operasi militer di tanah Pakistan tanpa izin sebagai bentuk pelanggaran kedaulatan. Bagi AQ sendiri, tewasnya Osama dianggap tidak banyak berpengaruh karena kelompok tersebut langsung mengangkat Ayman Al-Zawahiri sebagai pemimpin barunya.

Ayman Al-Zawahiri. (Sumber)
Waktu berlalu, sistem desentralistik yang digunakan oleh AQ untuk melakukan perjuangan global mulai menjadi bumerang. Pada tahun 2013, kelompok ISI yang selama ini bertindak sebagai perpanjangan tangan AQ di Irak melakukan peleburan paksa dengan kelompok Jabhat Al-Nusra di Suriah untuk membentuk kelompok baru yang bernama ISIS / ISIL. Ketika pemimpin AQ & Al-Nusra menolak upaya peleburan tersebut, pertikaian pun pecah antara pasukan ISIS melawan pasukan Al-Nusra. Dikombinasikan dengan sikap tidak setuju Zawahiri terhadap metode perjuangan ISIS yang dianggap terlalu sadis & kelewat batas, Zawahiri secara resmi tidak lagi mengakui ISIS sebagai kelompok cabang AQ pada awal tahun 2014.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



BIODATA

Nama resmi : Al-Qaeda
Tahun aktif : 1988 - sekarang
Area operasi : global
Ideologi : Islam garis keras



REFERENSI

Al Jazeera - ISIL: Rising power in Iraq and Syria
BBC News - Al-Qaeda's origins and links
BBC News - Timeline : Al-Qaeda
CFR - Al-Qaeda in the Islamic Maghreb...
CBC News - Timeline : Key events in the history of al-Qaeda
Foreign Policy - Know Your Ansar al-Sharia
GlobalSecurity.org - The Kuala Lumpur meeting
GlobalSecurity.org - Omar al-Farouq
The Centre for Peace in Balkan - Al-Qaeda's Balkan Links
The Jamestown Foundation - West Africa’s MOJWA Militants...
The New Yorker - The Rebellion Within
Wikipedia - Al-Qaeda
Wikipedia - Osama bin Laden
Ali, Abdirahman. "The Anatomy of al-Shabaab". (file PDF)
Quilliam Foundation. 2013. "Jabhat al-Nusra". (file PDF)
S. Afsar, C. Samples, & T. Wood. 2008. "The Taliban : An Organizational Analysis". (file PDF)
Beger, P. L.. 2011. "The Longest War". Free Press, AS.


COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

3 komentar:

  1. blog yang bagus nih
    pembaca terasa benar benar berada di dalam kancah peperangan yang diceritakan
    di tunggu pengetahuan pengetahuan sejarah selanjutnya
    sangat menambah wawasan dan pengetahuan

    BalasHapus
  2. oh gitu ya....keren ni blog..baru nyampe neh.....!! maju teruss

    BalasHapus
  3. Keren artikelnya nih, tapi saya berharap lebih detail lagi

    BalasHapus




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.