FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Daftar Kelompok Bersenjata dalam Perang Libya 2014




(Sumber)

Masih segar dalam ingatan pembaca tentunya kalau pada tahun 2011 lalu, Libya dilanda oleh perang saudara yang berujung pada lengsernya Muammar Qaddafi selaku penguasa Libya selama beberapa dekade. Beberapa tahun berlalu, kondisi keamanan Libya ternyata tidak kunjung membaik, tapi justru malah semakin kacau. Mungkin pengunjung ada yang penasaran kenapa Libya masih saja dilanda perang meskipun negara tersebut tidak lagi dipimpin oleh seorang diktator. Jika ya, maka biarkan artikel ini membantu menjawab rasa penasaran pengunjung.

Perang Libya 2014 (dikenal juga dengan nama Perang Sipil Libya ke-2) adalah konflik bersenjata yang membenturkan pasukan sekuler & nasionalis dengan pasukan Islamis setempat. Akar dari konflik ini sendiri berawal dari percekcokan antara pemerintah Libya (dalam hal ini parlemen) dengan seorang mantan petinggi militer Libya & para simpatisannya. Selain konflik antara kedua golongan tadi, ada pula konflik yang dilatarbelakangi oleh gesekan antar suku, daerah, hingga yang berbau kriminalitas murni. Akibat perang ini, timbul lautan pengungsi keluar Libya di mana jumlah mereka mencapai 250.000 lebih.



LATAR BELAKANG PERANG LIBYA 2014

Pada tahun 2011 lalu, terjadi perang saudara antara kelompok pemberontak NTC melawan pasukan pemerintahan Libya pimpinan Muammar Qaddafi. Ketika perang berakhir dengan tewasnya Qaddafi, maka kubu NTC secara otomatis menjadi penguasa baru Libya menggantikan Qaddafi. Namun masalah baru muncul karena pihak-pihak yang menyusun NTC berasal dari beragam golongan & bisa bersatu karena disatukan oleh sentimen anti-Qaddafi. Ketika Qaddafi selaku musuh bersama mereka tewas, riak-riak perpecahan di antara mereka pun mulai timbul ke permukaan.

Simpatisan NTC sedang merayakan
kemenangan. (Sumber)
Dari segi politik, golongan penerus rezim Qaddafi bisa dibagi ke dalam 2 golongan utama : golongan nasionalis yang ingin menjadikan Libya sebagai negara sekuler & golongan Islamis yang ingin mengubah Libya menjadi negara berbasis hukum Islam. Kedua golongan tadi masing-masingnya juga bisa dibedakan lagi menjadi golongan sentralis (golongan yang ingin supaya pemerintah pusat Libya memiliki kontrol kuat atas daerah-daerah bawahannya) & golongan federalis (golongan yang ingin supaya daerah-daerah penyusun Libya memiliki otonomi daerah yang luas).

Faktor politik bukan menjadi faktor satu-satunya yang menyebabkan perpecahan antar golongan di Libya. Faktor sentimen kesukuan & kedaerahan juga menjadi penyebab lain dari perpecahan di mana ketika terjadi sengketa & konflik, maka pihak-pihak yang terlibat di dalamnya cenderung menempatkan kepentingan suku & daerahnya sendiri sebagai prioritas. Dikombinasikan dengan begitu bebasnya peredaran senjata di Libya & masih lemahnya penegakan hukum di Libya pasca perang saudara, Libya pun kini menjadi negara yang dipenuhi oleh geng & kelompok bersenjata sehingga situasi keamanan di sana menjadi tidak menentu.

Tahun 2012, Libya akhirnya berhasil mendapatkan pemerintahan demokratisnya usai digelarnya pemilu parlemen pada bulan Juli di tahun yang sama. Parlemen hasil pemilu tersebut oleh media-media asing dikenal dengan nama General National Congress (GNC; Kongres Nasional Umum) & keanggotaannya didominasi oleh golongan Islamis. Namun selama GNC berkuasa, muncul rasa tidak puas dari militer Libya  karena GNC dituduh lebih memilih untuk mempersenjatai kelompok-kelompok milisi Islamis daripada memperbarui alutsista & meningkatkan kesejahteraan tentara. Rasa tidak suka terhadap gaya pemerintahan GNC juga muncul dari golongan sekuler karena GNC mencoba menerapkan hukum syariah Islam ke seantero Libya.

Khalifa Haftar. (Sumber)
Masa bakti GNC seharusnya berakhir pada tanggal 7 Februari 2014. Namun dengan alasan GNC belum berhasil merumuskan undang-undang dasar / konstitusi baru Libya akibat konflik antar golongan di parlemen, GNC lalu memperpanjang masa baktinya secara sepihak. Peristiwa yang lantas menuai aksi protes dari golongan non-Islamis, termasuk Khalifa Haftar selaku salah satu mantan petinggi militer Libya. Maka, pada bulan Mei, tentara nasional Libya di bawa pimpinan Haftar melakukan pemberontakan bersenjata dengan kode sandi "Operation Dignity" (Operasi Martabat) untuk membubarkan GNC supaya pemilu yang baru bisa segera digelar. Tindakan yang oleh kubu Islamis GNC dianggap sebagai upaya kudeta.

Sementara itu di Benghazi (kota terbesar di Libya timur), operasi militer yang dilakukan pasukan Haftar dimaknai sebagai perang melawan agama oleh golongan Islamis setempat. Maka, kelompok-kelompok Islamis di Benghazi pun membentuk organisasi koalisi baru yang bernama "Shura Council of Benghazi Revolutionaries" (SCBR; Dewan Shura Revolusioner Benghazi) pada bulan Juni 2014. Salah satu kelompok penyusun SCBR adalah Ansar Al-Sharia di mana kelompok tersebut tidak mengakui GNC karena Ansar menolak penggunaan sistem demokrasi.

Bulan Juli 2014, Libya akhirnya kembali menggelar pemilu di mana kubu sekuler berhasil keluar sebagai pemenang. Namun perlu diperhatikan kalau pemilu tersebut hanya diikuti oleh kurang dari 20% rakyat Libya sebagai akibat dari kacaunya situasi keamanan & menurunnya antusiasme rakyat untuk mengikuti pesta demokrasi di negaranya. Lepas dari hal tersebut, pemilu tetap dianggap sah & para pemenang lalu diangkat menjadi anggota parlemen yang baru sebulan sesudahnya. Parlemen inilah yang diakui dunia internasional sebagai pemerintahan sah Libya & parlemen ini juga mendapat dukungan dari Haftar beserta para pengikutnya.

Dibentuknya parlemen Libya yang baru tidak disambut dengan baik oleh semua pihak. Kubu Islamis di GNC menganggap pemilu yang menjadi dasar pembentukan parlemen terbaru tidak sah karena pemilu tersebut harusnya tidak digelar jika pasukan pendukung Haftar tidak membubarkan GNC secara paksa. Maka, golongan Islamis pun membentuk parlemen tandingan dengan nama New General National Congress (NGNC). Untuk menggulingkan paksa parlemen baru Libya lewat jalur militer, NGNC lalu menggelar operasi militer tandingan dengan nama sandi "Operation Dawn" (Operasi Fajar) di mana kelompok-kelompok milisi Islamis pendukung NGNC menjadi ujung tombaknya.


Peta kota-kota di Libya hingga bulan Oktober 2014.

Seperti halnya perang di tahun 2011, Perang Libya 2014 juga banyak mengambil tempat di pantai utara Libya karena di sanalah kota-kota penting & kilang minyak Libya terkonsentrasi. Ada banyak kelompok bersenjata yang terlibat dalam konflik Libya & masing-masing kelompok memiliki kepentingannya sendiri. Namun secara garis besar, pihak-pihak yang terlibat dalam Perang Libya 2014 bisa dikategorikan menjadi 3 kubu utama :
- kubu nasionalis sekuler
- kubu Islamis pendukung parlemen NGNC
- kubu Islamis lain yang mencakup Ansar Al-Sharia & sekutunya



KUBU NASIONALIS

Kubu yang menginginkan Libya menjadi negara dengan sistem pemerintahan sekuler & memiliki parlemennya sendiri di mana parlemennya baru terbentuk pada bulan Agustus 2014 lalu. Sekarang parlemen nasionalis bermarkas di Tobruk, Libya timur, karena ibukota Tripoli sedang dikuasai oleh kubu Islamis. Kubu nasionalis juga dikenal dengan nama "Dignity" (Martabat) dengan merujuk pada nama kode sandi dari operasi militer yang mereka lakukan.


Libyan National Army (LNA)

(Sumber)
Terjemahan : Tentara Nasional Libya
Nama lain : Libyan Army, Libyan military
Tahun berdiri : 1951
Ideologi : nasionalisme, sekulerisme

Angkatan bersenjata resmi negara Libya yang dipimpin oleh Khalifa Haftar. Seperti halnya angkatan bersenjata di negara-negara lain, LNA juga terbagi ke dalam beberapa cabang berdasarkan fokus aktivitasnya : pasukan darat, laut, & udara. Keanggotaan LNA didominasi oleh milisi-milisi bekas pemberontak anti-Qaddafi. Sebagai akibat dari lambatnya proses pembaruan alutsista, kualitas persenjataan LNA - khususnya pasukan darat - dianggap tidak berbeda jauh dengan kualitas persenjataan pasukan level milisi. Berdasarkan data bulan Oktober 2013, jumlah anggota LNA adalah sekitar 35.000 personil.


Al-Saiqa

(Sumber)
Terjemahan : Petir
Nama lain : Thunderbolt, Libyan Special Forces
Tahun berdiri : 1964
Ideologi : nasionalisme, sekulerisme

Cabang dari angkatan bersenjata Libya yang beranggotakan prajurit elit & penerjun payung (paratroop). Di era Qaddafi sebelum meletusnya perang saudara, Al-Saiqa menjadi salah satu ujung tombak pemerintah untuk menumpas para pemberontak Islamis. Sebagai akibat dari sepak terjangnya di masa lalu, Al-Saiqa pun memiliki reputasi negatif di mata golongan Islamis setempat. Di era GNC, Al-Saiqa diserahi tugas untuk membantu menegakkan hukum & menjaga keamanan di kota Benghazi. Berdasarkan data bulan Agustus 2014, jumlah anggota Al-Saiqa adalah sekitar 3.000 personil.


Zintan Brigade

(Sumber)
Terjemahan : Pasukan Zintan
Nama lain : Al-Zintan Revolutionaries' Military Council
Tahun berdiri : 2011
Ideologi : nasionalisme, sekulerisme, regionalisme Zintan

Kelompok bersenjata yang daerah operasinya terkonsentrasi di Libya barat, khususnya Zintan & Tripoli. Pasukan Zintan aslinya merupakan hasil peleburan dari 3 kelompok milisi berbeda : Madani, Qaqaa, & Sawaqi. Madani merupakan kelompok yang dibentuk oleh Muhammad Ali Madani di tengah-tengah berkecamuknya perang sipil Libya, sementara Qaqaa & Sawaqi merupakan kelompok yang sesudah perang sipil diserahi tugas untuk melindungi para pejabat senior Libya. Berdasarkan data bulan Januari 2013, jumlah anggota Zintan adalah sekitar 24.000 personil.


Cyrenaica Self-Defense Force (CSDF)

(Sumber)
Terjemahan : Pasukan Bela Diri Cyrenaica
Nama lain : -
Tahun berdiri : 2013
Ideologi : sekulerisme, regionalisme Cyrenaica

Kelompok bersenjata yang dibentuk dengan tujuan memperjuangkan otonomi Cyrenaica. Nama lain untuk kawasan Libya timur yang memiliki cadangan minyak tinggi, namun modernisasinya terbengkalai. Ketika menguasai kilang-kilang minyak di Libya timur, CSDF sempat mencoba menjual minyak keluar negeri tanpa seizin pemerintah pusat Libya (GNC), namun upaya mereka digagalkan oleh pasukan AS. Pasca dikuasainya ibukota Tripoli oleh pasukan Islamis, Ibrahim Jadhran selaku pemimpin CSDF mengeluarkan ancaman kalau Cyrenaica akan memerdekakan diri jika dunia internasional sampai mengakui NGNC sebagai pemerintahan Libya yang sah. Berdasarkan data bulan Oktober 2013, jumlah anggota CSDF adalah sekitar 17.500 personil.



KUBU ISLAMIS PRO PARLEMEN

Kubu yang ingin mengubah Libya menjadi negara Islam & bisa dianggap sebagai sayap militer tidak resmi dari parlemen Islamis NGNC yang sekarang bermarkas di Tripoli. Selain dengan nama NGNC, parlemen yang bersangkutan juga menyebut dirinya dengan nama "National Salvation" (NS; Keselamatan Nasional). Nama lain dari kubu ini adalah "Dawn" (Fajar) dengan merujuk pada nama kode sandi dari operasi militer yang mereka lakukan.


Libya Shield Force (LSF)

(Sumber)
Terjemahan : Pasukan Tameng Libya
Nama lain : -
Tahun berdiri : 2012
Ideologi : Islam

Kelompok bersenjata yang terbagi ke dalam 3 divisi berdasarkan daerah operasinya : Western Shield (barat), Central Shield (tengah), & Eastern Shield (timur). LSF awalnya dibentuk sebagai wadah penampungan sementara bagi para mantan milisi anti-Qaddafi. Namun dalam perkembangannya, LSF malah tumbuh menjadi angkatan bersenjata tersendiri yang kerap bergesekan dengan LNA selaku angkatan bersenjata resmi Libya. Berdasarkan data bulan Agustus 2013, LSF dilaporkan memiliki 12.000 anggota & 1.200 kendaraan militer.


Libya Revolutionaries Operations Room (LROR)

(Sumber)
Terjemahan : Ruang Operasi Revolusioner Libya
Nama lain : -
Tahun berdiri : 2013
Ideologi : Islam

Kelompok bersenjata yang dibentuk secara khusus oleh pemimpin GNC untuk menjaga keamanan Tripoli. Wewenang LROR selaku penjaga keamanan Tripoli sempat dicabut pada bulan Oktober 2013 karena adanya tuduhan kalau LROR bertanggung jawab atas penculikan Perdana Menteri Ali Zeidan. Namun sebulan kemudian, LROR mendapatkan kembali wewenangnya. Berdasarkan data bulan Oktober 2013, LROR dilaporkan memiliki anggota berjumlah sekitar 350 personil.


Misrata Brigade

(Sumber)
Terjemahan : Pasukan Misrata
Nama lain : -
Tahun berdiri : 2011
Ideologi : Islam, regionalisme Misrata

Kelompok bersenjata terkuat di Libya berdasarkan jumlah anggota & stok persenjataannya. Pasukan Misrata aslinya merupakan gabungan dari 236 kelompok milisi setempat yang bermunculan saat perang sipil Libya masih berlangsung. Menurut data bulan Oktober 2013, jumlah anggota Pasukan Misrata adalah sekitar 40.000 personil. Bukan hanya itu, Pasukan Misrata juga menyimpan stok persenjataan yang terdiri dari 800 buah tank, 2.000 buah kendaraan militer, & 30.000 pucuk senjata api. Daerah operasi Pasukan Misrata terkonsentrasi di Libya tengah & barat.



KUBU ISLAMIS LAIN (ANSAR & SEKUTUNYA)

Kubu yang juga ingin menjadikan Libya sebagai negara Islam. Kelompok paling dominan dalam kubu ini adalah Ansar Al-Sharia, di mana kelompok yang bersangkutan menolak penggunaan sistem demokrasi sehingga secara otomatis kelompok tersebut tidak mengakui keberadaan NGNC & parlemen nasionalis Libya. Di kota Benghazi, Ansar bersama kelompok-kelompok Islamis lainnya tergabung dalam SCBR sebagai wadah perjuangan bersama.


Ansar Al-Sharia

(Sumber)
Terjemahan : Pengikut Hukum Syariah
Nama lain : -
Tahun berdiri : 2012
Ideologi : Islam garis keras

Kelompok bersenjata yang mudah dikenali dengan melihat motif benderanya, di mana bendera yang mereka usung memiliki motif yang serupa dengan motif bendera ISIS. Ansar menyatakan penolakannya terhadap sistem demokrasi secara terang-terangan karena menganggap sistem tersebut tidak sesuai dengan pemahaman agama versi mereka. Ansar juga dituduh bertanggung jawab atas serangan ke gedung Kedubes AS di Benghazi pada tanggal 11 September 2012, namun kelompok yang bersangkutan membantah tuduhan tersebut walaupun mereka juga menyatakan suka citanya atas peristiwa yang sama. Berdasarkan data bulan Oktober 2013, jumlah anggota Ansar Al-Sharia adalah sekitar 5.000 personil.


17th February Martyrs Brigade (17FMB)

(Sumber)
Terjemahan : Pasukan Martir 17 Februari
Nama lain : February 17th Martyrs
Tahun berdiri : 2012 (?)
Ideologi : Islam

Salah satu kelompok bersenjata terkuat di Libya timur. Nama "17 Februari" pada kelompok ini diambil dari tanggal dimulainya Revolusi Libya (sebutan lain untuk perang sipil Libya). 17FMB awalnya dibentuk oleh Menteri Pertahanan Libya di era GNC untuk membantu menjaga keamanaan di Libya timur. Kelompok ini nantinya menelurkan 2 kelompok pecahan baru : Ansar Al-Sharia & Rafallah Al-Sahati Brigade. Tidak seperti kelompok pecahannya (Ansar Al-Sharia), 17FMB masih menganggap Islam & demokrasi bisa bersanding satu sama lain. Berdasarkan data bulan Oktober 2013, jumlah anggota 17FMB adalah sekitar 3.500 personil.


Rafallah Al-Sahati Brigade

(Sumber)
Terjemahan : Pasukan Rafallah Al-Sahati
Nama lain : -
Tahun berdiri : 2012
Ideologi : Islam

Kelompok bersenjata pecahan 17FMB yang dipimpin oleh Ismail al-Sallabi. Bersama dengan LSF & 17FMB, pemerintah pusat Libya di era GNC mengakui peran Pasukan Rafallah sebagai penjaga keamanan resmi di wilayah Libya timur. Namun saat menjalankan perannya tersebut, Pasukan Rafallah sempat dikecam karena sejumlah milisi anggotanya menembaki sejumlah demonstran hingga tewas ketika terjadi aksi protes di depan markas Pasukan Rafallah. Berdasarkan data bulan Oktober 2013, jumlah anggota Pasukan Rafallah adalah sekitar 1.000 personil.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



REFERENSI

Al Jazeera - Libyan airspace being 'frequently violated'
Al Jazeera - Mapping Libya's armed groups
Al-Monitor - Dawn of Libya forces impose control on Tripoli
BBC News - Guide to key Libyan militias
BBC News - Libyan elections : Low turnout marks bid to end political crisis
BBC News - Profile : Libyan ex-General Khalifa Haftar
GlobalSecurity.org - Cyrenaica
Libya Herald - Tripoli welcomes in 17 February
Red (Team) Analysis - Potential Futures for Libya Series
Reuters - In standoff, Libyans protest over parliament extension
Reuters - Libyan rebels threaten to declare independence over rival parliament
Wikipedia - Ibrahim Jadhran
Yahoo News - Splits emerge between Libyan Islamists and jihadists
Finucci, F.. 2013 "Libya : military actors and militias". (file PDF)


      

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

7 komentar:

  1. maaf bos, tp apa sebenarnya penyebab perang/revolusi libya cuma itu? apa ada peran dari negara lain yang berambisi untuk menimbulkan kekacauan di Libya? jadi mereka bisa menancapkan pengaruhnya ke pemerintahan baru disana?menguasai sumber energi misalnya u kepentingan negaranya sendiri..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau masalah dukungan dari negara lain, kubu nasionalis mendapat dukungan dari Mesir & UEA yang tidak ingin wilayahnya dimasuki oleh bibit-bibit Islamis garis keras. Sementara kubu Islamis (NGNC) mendapat dukungan dari Qatar & Turki karena kubu Islamis NGNC memiliki hubungan dengan Ikhwanul Muslimin (IM) & kedua negara tadi memang dikenal sebagai pendukung IM di kawasan Timur Tengah.

      Negara-negara Barat sejauh ini masih mengambil sikap netral & hanya meminta agar pihak-pihak yang bertikai segera melakukan gencatan senjata. Buat negara-negara Barat, siapapun yang memimpin Libya tidak masalah selama yang memimpin bisa menjaga stabilitas negara & tidak memusuhi negara-negara Barat secara terang-terangan. Sementara di Libya sendiri, baik kubu nasionalis & Islamis sama-sama ingin tetap menjaga hubungan baik dengan dunia Barat (dengan pengecualian untuk Ansar Al-Sharia).

      Saya pribadi juga merasa kalau negara-negara Barat tidak ingin memperpanjang konflik di Libya. Karena kalau konfliknya tidak kunjung selesai, negara-negara Barat sendiri yang bakal repot karena jadinya produksi minyak di Libya terancam terganggu & banyak arus pengungsi dari Libya yang masuk ke Eropa. Lagipula untuk sekarang, negara-negara Barat masih menganggap masalah konflik di Ukraina Timur & Asia Barat (ISIS) sebagai prioritas.

      Hapus
  2. very informative post for me as I am always looking for new content that can help me and my knowledge grow better.

    BalasHapus
  3. Hey keep posting such good and meaningful articles.

    BalasHapus
  4. Wah. .harus ninggalin jejak ya? ? Oke deh..
    ^_^ , ☆★☆★

    BalasHapus
  5. perorangan atau kelompok di suatu negara yang membukakan pintu, untuk orang asing, agar ikut berperan dalam mengambil keputusan dinegaranya, maka sejak itu juga orang asing yang diberi peran itu, menganggap rendah derajad pribumi setempat dan akibatnya dijajahlah negeri tersebut serta dipecah belahlah rasa persatuan dan kesatuan pribumi setempat, sehingga terpecah belahlah Negeri tersebut dan terjajah selamanya

    BalasHapus
  6. Lebih paham baca ini divanding di wikipedia. Jelas banget.

    BalasHapus




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.