SEJARAH      FAUNA       HIBURAN

Sejarah Unifikasi & Berdirinya Negara Jerman




Lautan massa yang sedang mengibarkan bendera
republik & Kekaisaran Jerman. (Sumber)

Jerman merupakan salah satu negara Eropa yang paling termahsyur di dunia. Banyak hal membanggakan dapat dijumpai di negara ini. Mulai dari produk industrinya yang mendunia, kualitas hidup penduduknya yang tinggi, kehebatan tim sepak bolanya, hingga perannya sebagai salah satu negara paling berpengaruh di Uni Eropa. Namun layaknya peribahasa "tidak ada sesuatu yang instan", Jerman juga baru bisa menjadi seperti sekarang setelah melalui proses perjalanan yang panjang & berliku-liku.

Negara Jerman dengan wilayah yang hampir serupa dengan sekarang baru terbentuk pada abad ke-19. Sebelum negara Jerman terbentuk, wilayah Jerman terdiri dari negara-negara kecil yang penduduknya memiliki kemiripan budaya 1 sama lain. Adalah negara Prusia yang menjadi aktor utama di balik bersatunya negara-negara tadi untuk membentuk Kekaisaran Jerman di tahun 1871. Berdirinya Kekaisaran Jerman harus melalui proses yang sama sekali tidak mudah karena Prusia harus terlibat perang lebih dulu dengan negara-negara kuat Eropa seperti Austria & Perancis.



LATAR BELAKANG

Pada abad ke-18, terjadi Revolusi Perancis yang mengubah bentuk pemerintahan Perancis dari yang awalnya monarki menjadi republik sebelum kemudian kembali menjadi monarki di bawah pimpinan Napoleon Bonaparte. Semasa berkuasa, Napoleon memerintahkan pasukannya untuk menaklukkan negara-negara di sekitarnya dengan dalih menyebarkan revolusi. Wilayah modern Jerman yang pada waktu itu terdiri dari negara-negara kecil tidak luput dari ambisi Napoleon tersebut. Ketika pasukan Perancis berhasil menduduki wilayah Jerman, ide-ide seperti kesetaraan individu & nasionalisme berbasis kesamaan budaya pun mulai menyebar di wilayah ini.


Peta Eropa di tahun 1815. Garis tebal yang membelah wilayah Prusia &
Austria menunjukkan batas wilayah Konfederasi Jerman. (Sumber)

Tahun 1806, negara-negara tadi atas restu Napoleon mendirikan persekutuan bernama "Konfederasi Rhine" (Rheinbund). Tahun 1815 yang juga merupakan tahun berakhirnya pemerintahan Napoleon di Perancis, "Konfederasi Jerman" (Deutscher Bund) didirikan untuk menggantikan Konfederasi Rhine. Austria & Prusia merupakan 2 negara terbesar anggota konfederasi tersebut. Pendirian Konfederasi Jerman sedikit banyak dilakukan untuk menjembatani rivalitas antara Prusia & Austria. Jika Prusia memiliki ambisi untuk menyatukan negara-negara Jermanik di bawah pengaruhnya, maka Austria menentang ambisi tersebut karena Austria khawatir bakal kehilangan wilayahnya yang dihuni oleh etnis Jerman.

Tahun 1848, terjadi revolusi oleh kaum nasionalis & liberal di negara-negara anggota konfederasi. Para demonstran beramai-ramai mengibarkan bendera hitam-merah-kuning yang kelak diadopsi menjadi bendera Republik Jerman. Tujuan mereka berdemonstrasi sendiri adalah untuk mendukung penyatuan negara-negara Jermanik. Namun keinginan tersebut pada akhirnya gagal terlaksana karena raja Prusia menolak diangkat menjadi kaisar negara Jerman bersatu. Kendati demikian, revolusi ini menunjukkan kalau ide negara Jerman bersatu kian banyak diminati.

Otto von Bismarck. (Sumber)
Tahun 1862, Otto von Bismarck diangkat menjadi perdana menteri Prusia. Begitu mulai menjabat, Bismarck berambisi menjadikan Prusia alih-alih Austria sebagai negara adidaya di wilayah setempat. Prusia & Austria sendiri pada masa itu sedang mengalami arah perkembangan yang berbeda. Jika Prusia adalah negara dengan sektor industri termaju di wilayah konfederasi & sektor militernya tengah berkembang pesat, maka Austria merupakan kekuatan regional yang pamornya sedang menurun.

Dua tahun sesudah Bismarck mulai menjabat, pasukan gabungan Prusia & Austria menyerbu negara Schleswig & Holstein. Penyerbuan tersebut dilakukan sebagai respon atas pernyataan pemerintah Denmark yang mengklaim Schleswig & Holstein sebagai bagian dari wilayahnya. Tanpa kesulitan berarti, pasukan gabungan Prusia & Austria berhasil memenangkan perang sehingga Denmark terpaksa melepaskan klaimnya. Prusia & Austria kemudian menandatangani Traktat Gastein di tahun 1865 di mana menurut traktat tersebut, Schleswig menjadi wilayah bawahan Prusia, sementara Holstein berada di bawah kendali Austria.

Dicapainya Traktat Gastein belum memuaskan Austria karena Holstein secara geografis berada jauh dari wilayah Austria sehingga Austria memerlukan wilayah tambahan untuk menghubungkan Holstein dengan wilayah inti Austria. Prusia sendiri sadar akan kemungkinan Austria beralih ke jalur perang jika sengketa atas Holstein tidak kunjung terselesaikan. Maka, Prusia pun menjalin persekutuan dengan Italia sehingga jika perang antara Prusia & Austria benar-benar meletus, Austria harus bersiap menghadapi kemungkinan diinvasi dari arah utara & selatan sekaligus. Prusia juga menjalin kesepakatan dengan Rusia & Perancis supaya kedua negara tadi tidak ikut campur ketika perang terjadi.



MELETUSNYA PERANG TUJUH MINGGU

Kendati Prusia berhasil memastikan kalau Austria tidak bakal dibantu oleh negara-negara adidaya Eropa lainnya, Austria tidak benar-benar sendirian karena mereka masih mendapat dukungan dari negara-negara Jermanik yang terdiri dari Hannover, Saxony, Bavaria, Wurttemberg, Baden, Hesse-Darmstadt, & Nassau. Prusia sadar akan hal tersebut sehingga mereka pun memutuskan untuk bertindak lebih dulu supaya pasukan Austria & sekutunya tidak bisa menggabungkan kekuatan. Bulan Juni 1866, pasukan Prusia menginvasi Hannover di sekaligus menandai dimulainya "Perang 7 Minggu".

Pertempuran Langensalza. (Sumber)
Pasukan Prusia berhasil menduduki ibukota Hannover pada tanggal 17 Juni. Namun pasukan Hanover sudah terlebih dahulu bergerak ke selatan untuk bergabung dengan pasukan Austria & sekutunya. Pasukan Prusia pun melakukan pengejaran dari berbagai penjuru. Kendati pasukan Hannover sempat berhasil mengalahkan pasukan Prusia di Langensalza pada tanggal 27 Juni, pasukan Hannover sudah terlanjur berada dalam posisi terjepit sehingga mereka pun memutuskan untuk mengibarkan bendera putih 2 hari kemudian.

Di saat perang melawan Hannover di sebelah utara masih berlangsung, pasukan Prusia juga terlibat pertempuran melawan pasukan Austria & sekutunya di selatan. Karena pasukan Prusia lebih disiplin & komandan-komandan Austria sering mengambil keputusan yang tidak tepat serta cenderung menganggap remeh Prusia, pasukan Prusia berhasil mengalahkan lawannya tadi dalam serangkaian pertempuran. Puncaknya adalah ketika pada tanggal 3 Juli, pasukan kedua belah pihak yang jumlah totalnya mencapai hampir 500 ribu personil terlibat pertempuran sengit di dekat Koniggratz (sekarang bernama Hradec Kralove & termasuk dalam wilayah Republik Ceko).

Akibat Pertempuran Koniggratz, Prusia harus kehilangan hampir 10 ribu prajuritnya. Namun jumlah tersebut tidaklah seberapa jika dibandingkan dengan Austria yang harus kehilangan lebih dari 44 ribu personilnya. Usai pertempuran ini, pasukan Prusia bergerak semakin dekat ke arah Wina, ibukota Austria. Di sekeliling Wina sebenarnya masih ada 50 ribu pasukan Austria yang bersiaga. Namun kekalahan demi kekalahan yang diderita oleh rekan-rekannya membuat moral pasukan Austria berada dalam kondisi rendah. Sadar akan hal tersebut, perwakilan Austria & Prusia pun mulai terlibat dalam perundingan damai.

Peta Konfederasi Jerman Utara (merah) &
negara-negara Jerman selatan (kuning).
Tanggal 26 Juli, Prusia & Austria sepakat melakukan gencatan senjata. Hampir sebulan kemudian, keduanya menanda tangani perjanjian damai di Praha (sekarang menjadi ibukota Republik Ceko). Berdasarkan perjanjian damai ini, wilayah-wilayah di Jerman utara & tengah yang terdiri dari Schleswig, Holstein, Hannover, Hesse-Kassel, Nassau, & Frankfurt menjadi wilayah baru Prusia. Austria juga berjanji tidak akan ikut campur lagi dalam urusan politik negara-negara Jermanik. Menariknya, Prusia tidak mengambil secuil wilayah pun dari wilayah inti Austria karena Prusia enggan membuat Austria menyimpan dendam & masih berharap bisa menjadikan Austria sebagai sekutu di kemudian hari.



AUSTRIA DITENDANG, PERANCIS DATANG

Selain mencaplok wilayah-wilayah tetangganya di sebelah barat, Prusia juga mendirikan konfederasi baru bernama "Konfederasi Jerman Utara" (KJU; Norddeutscher Bund). Negara-negara anggotanya terdiri dari Prusia, Saxony, & negara-negara Jerman utara yang wilayahnya tidak dicaplok oleh Prusia. Karena Prusia merupakan negara anggota dengan luas wilayah & kekuatan militer terbesar, Prusia secara otomatis menjadi negara paling dominan dalam konfederasi baru ini.

Pendirian KJU dengan Prusia sebagai pemimpinnya ganti menuai rasa tidak suka dari Perancis yang khawatir dengan munculnya kekuatan regional baru di sebelah timur negaranya. Kebimbangan Perancis semakin menjadi-jadi ketika pada tahun 1868, Isabella II tidak lagi menjadi ratu Spanyol usai digulingkan oleh kelompok pejuang revolusi pimpinan Juan Prim. Prim kemudian menawarkan posisi tahta Spanyol yang sedang lowong kepada Pangeran Leopold Hohenzollern-Sigmaringen yang masih memiliki hubungan darah dengan raja Prusia, William I.

Raja Prusia, William I. (Sumber)
Perancis merasa tersengat begitu mendengar kabar tersebut karena jika Leopold benar-benar menjadi raja Spanyol yang baru, Perancis bakal dikepung dari arah barat & timur sekaligus oleh anggota keluarga Kerajaan Prusia. Bismarck sendiri ingin supaya Prusia terlibat perang dengan Perancis demi menyingkirkan batu sandungan terbesar dalam mewujudkan penyatuan Jerman. Namun ia ingin memancing Perancis menyerang terlebih dahulu supaya negara-negara Jerman selatan melihat Perancis sebagai pihak penyerbu sehingga mereka nantinya bersedia membantu Prusia.

Tanggal 12 Juli 1870, dubes Perancis bertemu dengan raja William di Ems untuk membahas masalah pencalonan Pangeran Leopold sebagai raja baru Spanyol. Isi pertemuan tersebut lalu ditulis & dikirimkan melalui telegram kepada Bismarck. Dalam pertemuan aslinya, dubes Perancis & raja William hanya terlibat dalam pertukaran pendapat biasa tanpa insiden berarti. Namun oleh Bismarck, isi telegram tersebut dimodifikasi supaya timbul kesan bahwa raja William menghina negara Perancis dalam pertemuan di Ems. Begitu telegram hasil modifikasi tersebut beredar ke publik, rakyat Perancis merasa begitu marah sehingga kaisar mereka menyatakan perang kepada Prusia pada tanggal 19 Juli.



SELESAINYA PENYATUAN JERMAN

Kendati militer Perancis lebih unggul dalam hal teknologi persenjataan, mereka terkendala oleh lambatnya mobilisasi & pengiriman pasukan ke garis depan. Begitu sudah tiba di garis depan, masalah tidak lantas berhenti karena banyak dari mereka yang hanya menerima pasokan logistik seadanya. Prusia di lain pihak sanggup memobilisasi & mengirimkan pasukannya ke garis depan dengan persediaan logistik yang cukup hanya dalam kurun waktu kurang dari 3 minggu. Prusia juga memiliki keunggulan dalam hal jumlah prajurit karena mereka mendapat sumbangan pasukan dari negara-negara Jerman selatan.

Dampak dari rentetan masalah tersebut langsung terasa di medan tempur. Ketika pasukan Perancis & Prusia akhirnya terlibat bentrokan di dekat kota Worth pada tanggal 6 Agustus, pasukan Perancis berhasil dipukul mundur ke arah barat. Tanggal 16 Agustus, pertempuran kembali terjadi di sebelah timur Mars-La-Tour setelah pasukan Prusia mencegat pasukan Perancis yang mencoba melarikan diri. Dua hari kemudian, pertempuran berlanjut di Gravelotte yang lokasinya berada tidak jauh di kota benteng Metz. Kendati Prusia harus kehilangan begitu banyak prajurit di Mars-La-Tour & Gravelotte, kedua pertempuran tadi membuat sisa-sisa pasukan Perancis harus mencari perlindungan di Metz.

Pertempuran Gravelotte. (Sumber)
Pasukan Prusia kemudian mengepung Metz di Perancis timur tak lama berselang. Melihat situasi tersebut, bala bantuan yang dipimpin oleh Kaisar Napoleon III lantas dikerahkan untuk membantu pasukan Perancis di Metz pada akhir bulan Agustus. Begitu mendengar kabar bahwa kaisar Perancis ada dalam pasukan bala bantuan tersebut, pasukan Prusia yang dipimpin oleh Jenderal Helmuth von Moltke langsung mencegat pasukan Perancis tadi & memaksa mereka melarikan diri ke kota Sedan. Pasukan Perancis mencoba menjebol paksa blokade yang dibuat oleh pasukan Prusia di sekeliling Sedan. Namun semua usaha mereka sia-sia.

Sadar kalau tidak ada gunanya lagi melawan, Kaisar Napoleon III beserta ribuan orang prajuritnya kemudian menyerahkan diri pada tanggal 2 September. Begitu kabar mengenai ditangkapnya Napoleon III sampai ke ibukota Paris, penduduk setempat yang tidak menyukai pemerintahannya kemudian beramai-ramai melakukan pemberontakan & mendirikan pemerintahan republik. Namun pemerintahan Perancis yang baru memilih untuk tetap melanjutkan perang sehingga Paris pun dihujani oleh tembakan meriam artileri pasukan Prusia sejak tanggal 19 September.

Di saat perang masih berlanjut, upaya mewujudkan penyatuan Jerman masih terus berlanjut. Negara-negara Jerman selatan setuju untuk melebur dengan KJU sekaligus menandai lahirnya Kekaisaran Jerman bersatu. William selaku raja Prusia dilantik menjadi kaisar pertama Jerman pada tanggal 18 Januari 1871 di Istana Versailles, Perancis. Pemerintah Perancis jelas merasa terhina, namun mereka tidak bisa melakukan apa-apa karena ibukotanya sendiri masih dikepung oleh pasukan Prusia. Tanggal 28 Januari, pemerintah Perancis akhirnya mengakui kekalahannya sehingga berakhirlah Perang Perancis-Prusia.

Peta Eropa di tahun 1871.
Tanggal 10 Mei 1871, kedua belah pihak menanda tangani perjanjian damai di Frankfurt. Berdasarkan perjanjian ini, Perancis harus membayar biaya ganti rugi perang sebanyak 5 milyar franc & menyerahkan sebagian wilayahnya di sebelah timur (salah satunya Metz) kepada Jerman. Perang Perancis-Prusia ini sekaligus melahirkan 2 negara baru dengan nasib yang bertolak belakang. Di sebelah barat, muncul Republik Perancis yang kondisi domestiknya kacau balau. Sementara di sebelah timur, lahir negara adidaya baru dalam wujud Kekaisaran Jerman.

Kendati Jerman merupakan salah satu negara adidaya Eropa yang paling terakhir muncul, Jerman memaksimalkan sektor militer & industrinya untuk mengejar ketertinggalannya dari negara-negara adidaya Eropa yang lain. Angkatan lautnya dimodernisasi secara masif sehingga Jerman berhasil mendapatkan daerah-daerah jajahan baru di luar Eropa seperti Namibia, Samoa, & Papua Nugini bagian utara. Ketika Perang Dunia I berakhir dengan kekalahan Jerman, wilayah-wilayah seberang lautan tadi dicaplok oleh negara-negara pemenang perang. Sementara bentuk pemerintahan Jerman sendiri berubah menjadi republik.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



REFERENSI

BBC Bitesize - Bismarck and Unification (bagian 1)
BBC Bitesize - Bismarck and Unification (bagian 2)
BBC Bitesize - Bismarck and Unification (bagian 3)
BBC Bitesize - Growth of Nationalism in Germany, 1815-1850
First World War.com - Primary Documents - Ems Telegram, 1870
HistoryHome.co.uk - The Unification of Germany 1864-1871
History on the Net - The Road to War : Germany : 1919 - 1939
History of War - Austro-Prussian / Seven Weeks War, June....
Wikipedia - List of former German colonies 
 - . 2008. "1848, Revolutions of". Encyclopaedia Britannica, Chicago, AS. 
 - . 2008. "Franco-German War". Encyclopaedia Britannica, Chicago, AS.
 - . 2008. "Mars-la-Tour ... Battles of". Encyclopaedia Britannica, Chicago, AS.
 - . 2008. "Prague, Treaty of". Encyclopaedia Britannica, Chicago, AS.


COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

4 komentar:

  1. Wow situs ilmu pengetahuan terbaik yg pernah saya temukan. Thx a lot to re-tawon. Saya akan promosikan situs ini ke seluruh papua. Bangsa indonesia bukanlah bangsa yang bodoh

    BalasHapus
  2. Belajar sejarah, seperti melihak kita pada masa kecil, ada kelucuan kebahagiaan, kekonyolan kesedihan dan sebagainya yang tidak akan bisa kita ubah faktanya, namun bisa dipetik intisarinya dlm perjalanan hidup sekarang.

    BalasHapus
  3. update trus min atikel sejarahnya. terutama tentang kerajaan dan sejarah negara eropa timur termasuk rusia

    BalasHapus
  4. Bagus ulasannya, tidak seperti ensiklopedia,lebih mengena

    BalasHapus




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.