SEJARAH        FAUNA         HIBURAN          Cari Artikel  →

Saya no Uta, Kisah Monster Lugu di Dunia Manusia



Saya seperti yang terlihat dari sudut pandang penderita agnosia.

Visual novel (VN) adalah jenis game yang tampilannya berupa slide show berisi gambar-gambar ilustrasi & tulisan. Setiap kali game sudah memasuki tahapan tertentu, akan muncul daftar tulisan berisi opsi-opsi yang harus dipilih oleh pemain, di mana memilih opsi yang berbeda akan menghasilkan alur cerita yang berbeda pula. Di Jepang, VN tergolong sebagai jenis game yang cukup populer & bahkan kerap diadaptasi ke media hiburan lain semisal anime. Satu dari sekian banyak game bergenre VN yang pernah dibuat di Jepang adalah "Saya no Uta"

"Saya no Uta" (SnU; Nyanyian Saya) adalah game VN bertema horor yang pertama kali dirilis pada tahun 2003. Fokus cerita dari game ini adalah mengenai sosok monster misterius yang bernama Saya. Awalnya, Saya diceritakan terbawa masuk ke dimensi manusia sebelum kemudian menjalin persahabatan dengan seorang penderita agnosia (sejenis gangguan otak) yang bernama Sakisaka Fuminori. Seiring dengan semakin lamanya mereka berdua hidup bersama, Fuminori yang awalnya berkepribadian hangat secara perlahan-lahan berubah menjadi sosok keji yang tidak segan-segan membahayakan orang lain demi kepuasannya sendiri.



SEJARAH (VERSI DUNIA NYATA)

Gen Urobuchi. (Sumber)
Game SnU merupakan game keluaran perusahaan game Nitroplus yang alur ceritanya ditulis oleh Gen Urobuchi, penulis naskah profesional yang di kemudian hari juga menulis naskah anime fenomenal "Puella Magi Madoka Magica". Saat menulis naskah SnU sambil menciptakan karakter Saya, awalnya Urobuchi membayangkan wujud manusia Saya sebagai gadis berambut pendek. Namun setelah melihat gambar ilustrasi yang dibuat oleh desainer karakter, ia  merasa terkesan & setuju untuk mengubah wujud manusia Saya sebagai sosok gadis berambut panjang.

Urobuchi diduga juga terpengaruh oleh karya-karya fiksi buatan penulis genre horor Howard Phillips Lovecraft (1890 - 1937) karena karakter Saya yang ditampilkan dalam game ini memiliki banyak kemiripan dengan karakter-karakter monster yang pernah diciptakan oleh Lovecraft. Sebagai contoh, Saya dideskripsikan sebagai monster yang wujud aslinya tidak jelas, namun memiliki tentakel sebagai ciri utamanya. Mirip dengan monster-monster ciptaan Lovecraft semisal Shoggoth & Cthulhu. Sementara Fuminori selaku karakter pria utamanya ditampilkan hidup dalam kondisi mengucilkan diri akibat kelainan fisik & mental yang dideritanya.

Game SnU resmi dirilis untuk kawasan Jepang pada tahun 2003. Namun baru pada tahun 2013, game ini secara resmi dirilis dalam bahasa Inggris. Meskipun begitu, berkat dedikasi para penggemar game-game bergenre VN di dunia maya, versi bajakan dari game ini sudah beredar dalam edisi bahasa Inggris sejak tahun 2009. Lamanya waktu yang dibutuhkan oleh game SnU untuk mendapatkan versi resmi bahasa Inggrisnya diperkirakan terjadi karena VN bukanlah jenis game yang memiliki banyak penggemar di luar Jepang. Namun sejak tahun 2011, berkat kesuksesan anime "Madoka Magica" yang naskahnya ditulis oleh Urobuchi, khalayak umum kini menaruh ketertarikan akan karya-karya yang pernah dibuat Urobuchi di masa silam, termasuk SnU.

Alasan lain mengapa game SnU memerlukan waktu begitu lama untuk mendapatkan versi resmi bahasa Inggrisnya mungkin ada kaitannya dengan alur cerita yang diangkat dalam game ini sendiri. Sejak pertama kali dirilis, game SnU ditampilkan sebagai game yang hanya boleh dimainkan oleh mereka yang berusia 18 tahun ke atas akibat banyaknya unsur-unsur kontroversial yang ditampilkan di dalamnya. Mulai dari pembunuhan, kanibalisme, kekerasan seksual, hingga ketelanjangan eksplisit. Richard Eisenbeis selaku kontributor di situs game Kotaku bahkan sampai mendeskripsikan SnU sebagai "game paling tidak waras yang pernah dirilis" (the single most fucked-up game ever released).

Saya (kiri) dalam game "Nitroplus Blasterz". (Sumber)

Seiring dengan semakin meningkatnya popularitas SnU, karakter Saya lantas mulai dimunculkan dalam game lain. Pada tahun 2015, Nitroplus yang bekerja sama dengan perusahaan pengembang game Examu merilis game bergenre pertarungan yang berjudul "Nitroplus Blasterz: Heroines Infinite Duel" di mana game yang bersangkutan menampilkan karakter perempuan dari game-game Nitroplus sebelumnya, termasuk SnU. Di dalam gamenya sendiri, Saya ditampilkan dalam wujud manusia, namun ia bisa memunculkan aneka macam senjata yang terbuat dari daging saat bertarung.

Saya bukan hanya muncul dalam media game. Pada tahun 2010, ia juga muncul dalam komik buatan AS yang berjudul "The Song of Saya" (Lagu Saya). Jika dibandingkan dengan versi gamenya, ada beberapa perubahan dalam versi komik yang mungkin dimaksudkan agar komiknya lebih cocok dengan target pembaca & membuat alur ceritanya jadi lebih sulit untuk ditebak. Sebagai contoh, di versi komik karakter pria utamanya memiliki kemampuan terselubung untuk melihat dimensi lain. Lalu tidak seperti di versi game, wujud monster Saya di versi komik ditampilkan secara jelas. Dan alih-alih ditampilkan sebagai makhluk menyerupai gurita atau amoeba raksasa, wujud monster Saya di versi komik justru lebih nampak seperti monster serangga raksasa (lihat gambar).



SEJARAH (VERSI FIKSI / GAME)


Catatan :
Alur cerita dalam bagian ini menggunakan opsi "Don't need it anymore" & "He calls Fuminori" karena dalam opsi cerita itulah, aspek-aspek biologis yang penting dari Saya diperlihatkan.


Masahiko Ougai adalah seorang profesor kedokteran di Universitas Tokyo yang diam-diam memiliki ketertarikan akan dunia lain di luar dimensi manusia. Dengan berbekal pengetahuan yang sudah ia kumpulkan, ia berhasil membuka gerbang ke dunia lain & menarik masuk makhluk misterius yang bentuknya menyerupai gumpalan daging bertentakel. Ougai kemudian merawat makhluk tersebut dengan maksud ingin mempelajarinya. Ia juga memberikan nama "Saya" untuk makhluk yang bersangkutan, di mana nama tersebut diambil dari nama hewan peliharaannya di masa kecil.

Seiring berjalannya waktu, Saya sudah menguasai hampir segala macam ilmu pengetahuan di dunia manusia, termasuk yang paling rumit sekalipun. Ia juga mulai menunjukkan sisi emosional layaknya manusia & menganggap Ougai seperti ayahnya sendiri. Maka, Ougai & Saya yang awalnya tinggal di sebuah gubuk terpencil kemudian pindah ke rumah milik Ougai di Tokyo, di mana keberadaan Saya tetap dirahasiakan dari orang lain. Awalnya Saya bisa menjalani kehidupan baru tersebut tanpa kendala hingga pada suatu hari, Ougai tidak pernah lagi pulang ke rumahnya.

Sakisaka Fuminori & Saya.
Belakangan diketahui kalau Ougai ternyata melakukan bunuh diri di gubuk terpencil tempat ia memanggil Saya karena ia baru tahu kalau Saya aslinya adalah senjata biologis yang diciptakan untuk membinasakan makhluk-makhluk di dimensi lain. Sementara itu di tempat lain, karena Saya merasa kesepian & penasaran akan nasib asli Ougai, Saya pun memutuskan untuk pergi ke rumah sakit tempat Ougai bekerja. Setiap malam, sembari mencari petunjuk mengenai keberadaan Ougai, Saya menghibur dirinya sendiri dengan cara menakut-nakuti pasien yang menderita gangguan jiwa & menikmati ekspresi histeris mereka.

Saya kembali melakukan hal serupa saat menyelinap masuk ke dalam kamar yang dihuni oleh pasien bernama Sakisaka Fuminori. Namun bukannya menunjukkan reaksi takut, Fuminori justru malah merasa terkesima & jatuh hati kepada Saya. Sekedar informasi, Fuminori sebelumnya sempat menderita kecelakaan fatal saat tengah menaiki mobil bersama orang tuanya. Kedua orang tuanya tewas di tempat, namun Fuminori selamat dengan cedera parah di bagian otaknya. Untuk menyelamatkan nyawanya, dokter pun melakukan operasi otak yang sebenarnya masih belum teruji.

Seusai operasi, nyawa Fuminori memang berhasil diselamatkan. Namun sebagai akibatnya, kini Fuminori mengalami agnosia, suatu kondisi di mana otaknya tidak bisa lagi memproses informasi yang diterima lewat panca indra secara normal. Sebagai contoh, setiap kali Fuminori melihat sesuatu, semua yang ada di hadapannya nampak tertutup oleh gumpalan daging & darah. Lalu saat ia mendengar orang lain berbicara, suara orang tersebut terdengar seperti geraman hewan buas. Uniknya, saat ia melihat Saya yang notabene wujud aslinya adalah monster menakutkan, yang nampak di mata Fuminori justru adalah sesosok gadis manusia.

Fuminori kemudian mengajak Saya untuk tinggal di rumahnya sambil berpura-pura kalau dirinya sudah sembuh di hadapan dokter. Sejak itulah, Fuminori & Saya tinggal bersama di rumah Fuminori, di mana Saya kerap melakukan pekerjaan rumah tangga untuk Fuminori sambil mencari cara untuk menyembuhkan Fuminori. Belakangan, Saya berhasil menemukan penyebab gangguan otak Fuminori setelah ia memeriksa kumpulan dokumen yang didapat dari rumah sakit tempat Fuminori dioperasi. Dengan bermodalkan informasi yang sudah didapatnya, Saya kemudian menyelinap masuk ke rumah tetangga Fuminori yang bernama Yosuke Suzumi untuk menyergapnya & memanipulasi gelombang otaknya.

Bagian depan rumah Fuminori dari sudut pandang manusia
normal (kiri) & dari sudut pandang Fuminori (kanan).

Saya berharap jika ia berhasil mengubah gelombang otak Suzumi, maka ia juga bisa melakukan hal serupa pada Fuminori & kemudian menyembuhkannya. Hasilnya, Suzumi kini melihat dunia seperti yang dilihat oleh Fuminori sehingga ia langsung merasa panik bukan main. Ketika Suzumi melihat Saya & mengira kalau Saya adalah satu-satunya manusia normal yang masih tersisa, Suzumi tidak bisa lagi mengendalikan dirinya sendiri & kemudian malah memperkosa Saya. Beruntung bagi Saya, Fuminori kembali ke kediamannya tepat waktu & langsung membunuh Suzumi untuk menyelamatkan Saya.

Seusai peristiwa tersebut, Saya menawarkan diri untuk menyembuhkan Fuminori, namun Fuminori justru menolak karena ia ingin tetap bisa melihat Saya dalam wujudnya yang sekarang. Fuminori lantas merancang siasat untuk menyingkirkan orang-orang dekatnya supaya ia bisa hidup tenang bersama Saya tanpa dicari-cari lagi oleh orang-orang yang pernah mengenal Fuminori. Maka, Fuminori pun kemudian mengajak sahabat karibnya yang bernama Tonoh Koji ke gubuk terpencil milik Ougai & kemudian membunuhnya dengan cara mendorongnya ke dalam sumur.

Koji saat diserang oleh Yoh yang
sudah berubah menjadi monster.
Sementara itu di rumah Fuminori, Saya menghubungi sahabat lain Fuminori yang bernama Tsukuba Yoh & memintanya datang ke rumah Fuminori. Yoh yang memiliki perasaan romantis kepada Fuminori menuruti saja permintaan tersebut. Namun setibanya Yoh di rumah Fuminori, ia langsung diserang oleh Saya yang kemudian melakukan mutasi pada tubuh Yoh. Hasilnya, Yoh kini berubah menjadi makhluk yang serupa dengan Saya. Namun di mata Fuminori, Yoh kini justru terlihat seperti manusia normal. Saya & Fuminori kemudian menjadikan Yoh sebagai budak peliharaan mereka. Namun saat Saya & Fuminori tengah merayakan keberhasilan mereka, Fuminori mendapat informasi kalau Koji ternyata masih hidup & berhasil keluar dari sumur.

Fuminori kemudian meminta Koji datang ke sebuah bangunan kosong & menggunakan Yoh yang kini sudah berwujud monster sebagai pengalih perhatian. Rencana tersebut berhasil. Setelah Koji membunuh Yoh memakai pistol, Saya & Fuminori kemudian mengeroyok Koji hingga tewas. Namun usai kemenangan tersebut, tiba-tiba saja Saya jatuh terkulai. Saya kemudian memberikan penjelasan kepada Fuminori kalau dia ingin memberikan "persembahan terakhir" kepadanya. Seusai berkata demikian, tubuh Saya merekah & potongan-potongan tubuhnya berhamburan ke udara. Saat serpihan tubuh Saya menyebar lewat angin, manusia-manusia yang ada di bawahnya bermutasi secara massal menjadi makhluk baru yang wujudnya menyerupai wujud monster Saya.



KARAKTERISTIK

Saya adalah makhluk misterius yang aslinya berasal dari dimensi lain, namun terbawa masuk ke dimensi bumi melalui eksperimen yang dilakukan oleh ilmuwan Masahiko Ougai. Tidak diketahui secara pasti wujud asli dari Saya karena sosok aslinya tidak pernah ditampilkan secara eksplisit. Kalau menurut deskripsi dari Ougai sendiri, Saya memiliki wujud menyerupai gumpalan daging yang kenyal & bertentakel. Karena Saya memiliki wujud yang amat lentur & fleksibel, Saya bisa menyusup ke celah paling sempit sekalipun (misalnya kolong sofa). Saya juga memiliki kemampuan menempel pada langit-langit bangunan & meninggalkan jejak lendir pada tempat-tempat yang dilintasinya.

Di mata manusia biasa, Saya memiliki wujud asli yang terkesan mengerikan. Orang-orang yang melihat wujud asli Saya bakal langsung merasa histeris ketakutan. Namun tidak semua manusia menunjukkan reaksi demikian. Ougai selaku orang yang mendatangkan Saya tetap bisa mengendalikan dirinya sendiri & bahkan tinggal bersama dengan Saya untuk mempelajari karakteristiknya. Orang-orang yang menderita agnosia parah (misalnya Fuminori) juga tidak akan merasa histeris saat melihat Saya karena di mata mereka, Saya justru nampak seperti gadis manusia berambut panjang dengan jambul menyerupai kuping anjing yang terkulai.

Wujud asli Saya diperkirakan serupa
dengan gambar ilustrasi ini. (Sumber)
Saya adalah makhluk karnivora yang makanannya terdiri dari kucing, unggas, & bahkan manusia. Saat makan, Saya akan membelit mangsanya dengan memakan tubuhnya yang elastis, lalu melubangi kulit mangsanya dengan memakai cairan enzim kuat & mulai mencerna organ-organ dalamnya. Jika makhluk yang dimakan Saya berukuran kecil, Saya bisa menghabiskan seluruh daging makhluk tersebut hingga tinggal menyisakan tulangnya. Saya juga bisa bercakap-cakap layaknya manusia normal, di mana suara Saya bagi manusia normal terdengar seperti dengkuran hewan buas.

Ada indikasi bahwa Saya & makhluk-makhluk sejenisnya aslinya merupakan senjata biologis yang sengaja diciptakan oleh entitas misterius untuk menguasai dimensi lain. Setiap kali makhluk spesies Saya berhasil masuk ke suatu dimensi baru, makhluk yang bersangkutan akan menyerap segala macam pengetahuan di dimensi barunya, lalu mengembangkan mutagen khusus untuk menginfeksi makhluk paling dominan di dimensi tersebut & mengubahnya menjadi makhluk yang sejenis dengan dirinya. Kalau untuk kasus Saya, makhluk tersebut tidak lain adalah manusia.

Untuk menunjang keperluan tersebut, makhluk spesies Saya pun memiliki kemampuan adaptasi & tingkat kecerdasan yang amat tinggi. Hal tersebut juga berlaku untuk Saya. Ia diketahui bisa memecahkan persamaan matematika yang sulit dipecahkan oleh komputer tercanggih dalam waktu yang relatif singkat. Bukan hanya itu, Saya juga bisa mengkombinasikan pengetahuan yang sudah ia dapat dengan kemampuan fisiologis yang dimilikinya. Sebagai contoh, sesudah berhasil mengetahui cara kerja gelombang otak manusia, Saya bisa menggunakan jaringan tubuhnya sendiri untuk memanipulasi jaringan otak manusia & mengubah gelombang otaknya.

Karena makhluk spesies Saya pada dasarnya adalah senjata biologis, mereka diperkirakan tidak memiliki kepribadian & berpikir serta bertingkah layaknya robot semata. Namun hal tersebut tidak berlaku untuk Saya yang bisa menunjukkan aneka ekspresi seperti gembira, sedih, & bahkan jatuh cinta. Hal itu sendiri bisa terjadi karena saat mempelajari perilaku manusia lewat buku-buku fiksi, Saya tanpa sadar turut mengadopsi sisi emosional mereka. Sebagai akibatnya, ketika sudah waktunya bagi Saya untuk berkembang biak & menginfeksi umat manusia, ia menolak melakukannya sebelum menemukan manusia yang benar-benar ia cintai. Dan manusia tersebut tidak lain adalah Fuminori.

Saya ketika melepaskan benih-
benih keturunannya.
Saya memandang manusia sebagai makhluk yang sebaiknya dihindari & kalau perlu dibunuh. Namun hal tersebut tidak berlaku untuk Ougai & Fuminori karena keduanya tidak melihat Saya sebagai makhluk yang berbahaya. Jika Saya menganggap Ougai seperti ayahnya sendiri, maka Saya melihat Fuminori sebagai pendamping hidupnya. Fuminori di lain pihak melihat Saya sebagai satu-satunya makhluk yang bisa memberinya kebahagiaan semenjak dirinya mengalami agnosia. Karena Saya & Fuminori sama-sama merasa terkucilkan di dunia yang sedang mereka tinggali, keduanya pun memiliki hubungan yang amat dekat & bersikap protektif satu sama lain.

Seperti halnya hewan-hewan tertentu semisal gurita, Saya adalah makhluk semelparus yang berarti Saya hanya bisa 1 kali melakukan reproduksi & sesudah itu mati. Mekanisme reproduksi Saya terbilang unik karena ia membutuhkan keberadaan makhluk lain supaya benih keturunannya bisa berkembang. Saat sudah waktunya bagi Saya untuk berkembang biak, ia akan meledakkan dirinya sendiri hingga benih-benih keturunannya melayang di udara. Begitu benih tersebut bersentuhan dengan makhluk tertentu yang kode genetisnya sudah ia kuasai (misalnya manusia), maka makhluk yang bersangkutan akan bermutasi menjadi makhluk menyerupai Saya.

Saya juga memiliki cara lain untuk memperbanyak spesiesnya sendiri tanpa harus mencelakakan dirinya sendiri, meskipun cara ini sebenarnya tidak dimaksudkan untuk berkembang biak. Untuk yang satu ini, mula-mula Saya akan menempelkan dirinya sendiri pada tubuh manusia korbannya, lalu melakukan mutasi pada tubuh orang tersebut hingga jaringan tubuhnya berubah menjadi seperti jaringan tubuh Saya. Bagi manusia yang menjadi korban, proses perubahan ini terasa amat menyakitkan. Karena proses ini memakan waktu lama & tergolong tidak lazim bahkan bagi makhluk jenisnya, Saya melakukan tindakan ini semata-mata agar Fuminori tidak lagi merasa jijik saat berada di dekat Yoh selaku teman akrabnya.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



REFERENSI

Kotaku - Song of Saya Has its Own American Comic Book
Kotaku - Saya no Uta — The Song of Saya: The Kotaku Review
The O-Network - Gen Urobuchi Interview @ Japan Expo USA 2014
Wikipedia - Nitroplus Blasterz: Heroines Infinite Duel
Wikipedia - Saya no Uta
(Video game) 2003. "Saya no Uta". Nitroplus, Jepang.





COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

Download PDF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi silakan tinggalkan komentar anda selama tidak berisi spam, iklan, kata-kata kasar, & provokasi SARA. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, silakan tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.