Burung Sekretaris, Pembunuh Ular Berkaki Panjang



Burung sekretaris yang sedang memakan ular. (Sumber)

Burung sekretaris (secretary bird; Sagittarius serpentarius) adalah nama dari sejenis burung yang penampilannya nampak seperti hasil persilangan antara bangau & elang. Seperti bangau, burung sekretaris memiliki kaki yang panjang. Namun seperti halnya burung elang, burung sekretaris memiliki paruh yang tajam & melengkung.

Selain kaki & paruhnya, burung sekretaris dapat dikenali dengan melihat tubuhnya yang berwarna dominan putih, serta bulu kaki & bulu sayap bawahnya yang berwarna hitam. Burung sekretaris juga memiliki ciri khas berupa adanya bulu jambul panjang di belakang kepalanya & bagian sekitar matanya yang berwarna kuning.

Berkat kakinya yang panjang & bulunya yang berwarna dominan putih, burung sekretaris kerap dikelirukan sebagai burung bangau saat dilihat dari kejauhan. Burung sekretaris memiliki tinggi maksimum 1,5 meter, rentang sayap maksimum 2,1 meter, & berat maksimum 4,3 kilogram. Burung sekretaris jantan biasanya berukuran sedikit lebih besar dibandingkan betina.

Burung sekretaris hanya dapat ditemukan di Afrika, tepatnya di sebelah selatan Gurun Sahara. Habitat favorit mereka adalah kawasan di tepi gurun & padang rumput terbuka yang ketinggian rata-rata rumputnya kurang dari 1 meter. Mereka kurang menyukai habitat hutan lebat karena banyaknya pepohonan membatasi jarak pandang mereka.

Mungkin sebagian di antara pengunjung ada yang penasaran. Mengapa burung ini diberi nama burung sekretaris? Apa hubungan burung ini dengan profesi sekretaris yang notabene bekerja di dalam kantor? Kalau menurut salah satu teori, burung sekretaris diberi nama demikian karena penampilan burung ini nampak serupa dengan sekretaris di abad ke-19.

Kepala burung sekretaris dilihat dari dekat. (Sumber)

Pada masa itu, sekretaris biasanya bekerja sambil mengenakan atasan berwarna abu-abu & celana berwarna hitam yang panjangnya selutut. Sekretaris juga memiliki kebiasaan menyelipkan pena bulu di telinganya. Karena burung sekretaris memiliki jambul panjang & kaki bagian atas yang berwarna hitam, nama "sekretaris" pun kemudian digunakan untuk menjuluki burung ini.

Kalau menurut teori lain, nama "sekretaris" aslinya berasal dari bahasa Arab "saqr et-tair" yang kurang lebih memiliki arti "burung pemburu". Nama tersebut kemudian diserap ke dalam bahasa Perancis "secretaire" sebelum akhirnya diserap ke bahasa Inggris menjadi "secretary". Namun teori yang satu ini diragukan oleh para ahli bahasa - salah satunya James Dickins, pakar bahasa Arab dari Universitas Leeds - karena nama "saqr et-tair" nampak salah dari segi tata bahasa Arab & lebih tepat jika ditulis sebagai "tair al‐saqr".



PERILAKU BERBURU

Seperti halnya elang, burung sekretaris adalah burung karnivora yang berburu pada siang hari. Makanan utama burung ini adalah hewan-hewan kecil. Mulai dari serangga, laba-laba, kalajengking, kepiting, tikus, kelinci, hewan amfibi, telur burung lain, & masih banyak lagi. Burung sekretaris juga terkenal karena burung ini gemar memakan ular berbisa, misalnya kobra & viper. Karena perilaku makannya itulah, burung ini pun diberi nama ilmiah Sagittarius serpentarius. Nama yang dalam bahasa Latin memiliki arti "sang pemanah ular".

Tidak seperti elang yang berburu sambil terbang, burung sekretaris berburu sambil berjalan santai di atas tanah. Burung sekretaris memang bisa terbang, namun mereka jarang melakukannya. Begitu burung ini melihat ada hewan mangsanya di atas tanah, burung ini akan langsung berlari ke arah mangsanya. Berkat kakinya yang panjang, burung sekretaris pun memiliki langkah yang panjang pula. Dengan begitu, ia bisa menyergap mangsanya sebelum mangsanya sempat melarikan diri.

Burung sekretaris memiliki kebiasaan mengepak-ngepakkan sayapnya saat berlari ke arah mangsanya. Selain untuk membantu menjaga keseimbangannya saat berlari, alasan lain mengapa burung sekretaris memiliki kebiasaan demikian adalah untuk mengalihkan perhatian mangsanya, khususnya ular berbisa.

Akibat terfokus pada gerakan cepat yang dibuat oleh sayapnya, ular secara refleks akan menyerang bulu sayap burung sekretaris. Namun karena yang diserang hanyalah bulu, burung sekretaris akan tetap baik-baik saja. Jika ular menyerang kaki burung sekretaris, kulit kaki burung sekretaris yang tebal menyebabkan ia tetap aman dari gigitan ular.

Perbandingan ukuran burung sekretaris dengan manusia. (Sumber)

Saat hendak melumpuhkan mangsanya, kaki panjang burung sekretaris sekali lagi menunjukkan perannya. Burung sekretaris akan melumpuhkan mangsa dengan cara menendang & menginjak-injaknya hingga pingsan. Sesudah itu, burung sekretaris akan memegangi badan mangsanya dengan memakai kakinya, lalu mencabik mangsa dengan paruhnya yang tajam. Namun jika mangsanya berukuran kecil, burung sekretaris akan langsung menangkap mangsa memakai paruhnya & kemudian menelannya bulat-bulat.

Burung sekretaris memiliki kebiasaan memakan batu-batu kecil untuk membantu menggiling makanan dalam perutnya. Jika burung sekretaris sudah mencerna makanannya, bagian-bagian yang terlalu keras untuk dicerna akan dimuntahkan kembali. Biasanya bagian tubuh mangsa yang dimuntahkan adalah bulu, tulang, & cangkang luar yang keras.

Burung sekretaris juga merupakan 1 dari sedikit hewan yang "menyukai" kebakaran hutan. Saat kebakaran baru saja melanda suatu lokasi, burung sekretaris akan pergi menuju lokasi kebakaran saat apinya sudah padam. Jika ada hewan yang mati dalam kebakaran hutan tersebut, burung sekretaris akan memakan bangkainya.



PERILAKU SOSIAL & REPRODUKSI

Burung sekretaris hidup membentuk kelompok-kelompok kecil yang jumlah anggotanya berkisar antara 2 - 5 ekor. Namun kadang-kadang, burung sekretaris juga dijumpai dalam jumlah lebih besar saat sedang berkumpul di sekitar mata air atau di tempat yang makanannya melimpah. Satu kelompok burung sekretaris biasanya terdiri dari jantan, betina, & anak-anaknya.

Burung sekretaris menunjukkan perilaku teritorial yang berarti masing-masing kelompok memiliki wilayah kekuasaannya sendiri-sendiri. Jika ada burung sekretaris dari luar yang memasuki wilayahnya, burung tersebut akan langsung diusir oleh kelompok pemilik wilayah. Burung sekretaris biasanya baru mulai beraktivitas sekitar 2 jam sesudah matahari terbit, saat di mana embun pagi di rerumputan sudah benar-benar menghilang.

Burung sekretaris yang sedang terbang. (Sumber)

Burung sekretaris tidak memiliki musim kawin yang spesifik & pada dasarnya bisa melakukan perkawinan kapan saja. Namun intensitas perkawinan mereka cenderung meningkat antara bulan Agustus hingga Maret. Burung sekretaris adalah burung monogami yang berarti sekali burung ini memiliki pasangan kawin, burung tersebut akan tetap setiap dengan pasangannya.

Sesudah melakukan perkawinan, jantan & betina akan membangun sarang bersama-sama di atas pohon, khususnya pohon akasia. Sarang burung sekretaris berbentuk menyerupai lingkaran & terbuat dari potongan-potongan kayu. Sarang tersebut berdiameter antara 1,5 hingga 2,5 meter. Burung sekretaris bisa menggunakan sarang yang sama hingga beberapa tahun kemudian.

Jika sarangnya sudah jadi, burung betina akan mengeluarkan telur-telurnya di dalam sarang tersebut. Jumlah telur yang dikeluarkan oleh burung sekretaris betina bisa mencapai 3 butir. Baik jantan maupun betina sama-sama mengerami telur tersebut secara bergantian. Saat salah satu burung mengerami telur, burung yang lain akan pergi untuk mencari makan & membawakannya ke sarang.

Telur burung sekretaris memerlukan waktu 42 hari atau lebih untuk menetas. Jantan & betina sekali lagi sama-sama terlibat dalam kegiatan mengasuh anak. Burung sekretaris memberi makan dengan cara memuntahkan makanan yang sudah ditelannya. Namun sesudah usia 6 minggu, burung sekretaris tidak akan lagi memuntahkan makanannya & memberikan makanan dengan cara membawakan bangkai hewan mangsanya ke hadapan anak burung.

Keluarga burung sekretaris di sarangnya. (Sumber)

Burung sekretaris muda mulai mengalami pergantian jenis bulu pada usia 49 hari & sudah bisa terbang dalam jarak pendek pada usia 60 hari. Tidak diketahui berapa usia kematangan seksual burung ini, namun burung sekretaris muda akan tetap tinggal bersama kedua orang tuanya hingga usia 4 bulan.

Saat sudah mencapai usia tersebut, burung sekretaris muda sudah harus pergi meninggalkan wilayah orang tuanya. Jika ia masih tidak mau pergi, burung muda tersebut akan diusir paksa oleh orang tuanya. Seekor burung sekretaris bisa hidup hingga usia 15 tahun di alam liar. Kalau di dalam tangkapan, burung ini diketahui bisa hidup hingga usia 19 tahun.



BURUNG SEKRETARIS & MANUSIA

Burung sekretaris tidak memiliki banyak musuh di alam liar. Matanya yang tajam & kemampuannya untuk terbang maupun berlari kencang menyebabkan burung ini bisa langsung melarikan diri saat merasakan adanya bahaya. Namun lain halnya dengan telur & anak burung sekretaris. Karena burung sekretaris memiliki kebiasaan membangun sarang yang bentuknya besar & terbuka, anak burung sekretaris rentan diserang oleh burung-burung karnivora semisal gagak, elang, & burung hantu.

Bagi manusia, burung sekretaris merupakan burung yang bermanfaat. Alasannya tidak lain karena burung ini gemar memakan hewan-hewan kecil yang menjadi hama bagi manusia, misalnya tikus. Burung sekretaris juga membantu melindungi manusia secara tidak langsung dengan cara memakan hewan-hewan berbisa, khususnya ular. Negara Sudan & Afrika Selatan bahkan menyisipkan gambar burung sekretaris pada lambang negaranya masing-masing.

Lambang negara Sudan yang menampilkan burung sekretaris. (Sumber)

Sudah disinggung sebelumnya kalau burung sekretaris terkenal berkat kemampuannya mengalahkan ular dengan memakai kaki & paruhnya. Oleh karena itulah, sejumlah kebun binatang yang memiliki burung sekretaris sengaja membuat atraksi "pertarungan" antara burung sekretaris dengan ular. Ular yang digunakan untuk atraksi ini bukanlah ular sungguhan, melainkan mainan ular karet yang digerakkan dari jauh memakai tali.

Lepas dari semua hal tersebut, nasib burung sekretaris di alam liar ternyata tidak begitu menggembirakan. Menurut data lembaga pelestarian IUCN yang terakhir diperbarui pada tanggal 30 April 2020,  populasi burung sekretaris sekarang berada dalam kategori "dalam ancaman kepunahan" (endangered). Semakin menyempitnya habitat liar akibat aktivitas pembangunan oleh manusia dituding menjadi penyebabnya.

Meskipun kebakaran hutan alamiah membawa manfaat bagi burung sekretaris, aktivitas pembakaran hutan oleh manusia justru membawa dampak negatif bagi burung sekretaris. Pasalnya lahan yang baru saja dibakar akan diubah fungsinya menjadi kompleks bangunan & peternakan oleh manusia. Akibatnya, burung sekretaris tidak bisa lagi menggunakan lahan tersebut untuk mencari makan & berkembang biak.

Untuk mencegah burung sekretaris benar-benar mengalami kepunahan, burung ini sejak tahun 1968 ditetapkan sebagai hewan yang dilindungi berdasarkan Konvensi Afrika. Jumlah akurat burung sekretaris di alam liar masih belum diketahui, namun diperkirakan populasinya terus menurun. Berharap saja agar burung anggun ini tidak sampai punah & populasinya bisa kembali meningkat dalam waktu dekat.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Aves
Ordo : Accipitriformes
Famili : Sagittariidae
Genus : Sagittarius
Spesies : Sagittarius serpentarius



REFERENSI

Animal Diversity Web - Sagittarius serpentarius : Information
Flags of the World - South Africa - Coat of Arms
Flags of the World - Sudan
IUCN Red List of Threatened Species - Secretarybird
National Geographic - Secretary birds
San Diego Zoo Animals & Plants - Secretary Bird
Wiley Online Library - The troublesome secretary of Suakin

 




COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.