Makna Lirik Lagu Queen - Another One Bites the Dust



Cuplikan dari video klip "Another One Bites the Dust". (youtube.com)

Rasanya tidak ada kalangan penggemar musik yang tidak mengenal nama Queen. Band rock asal Inggris tersebut memang memiliki status yang amat melegenda. Bahkan mereka yang tidak menggemari lagu rock klasik pasti pernah sekali dua kali mendengar lagu-lagu Queen. Sebagai contoh, lagu "We Are The Champions" adalah lagu Queen yang hingga sekarang masih kerap dimainkan di ajang-ajang olah raga.

"We Are The Champions" sendiri bukanlah satu-satunya lagu yang pernah dibuat oleh Queen. Lagu Queen lainnya yang juga cukup terkenal adalah "Another One Bites the Dust" (AOBtD; Ada Satu Lagi yang Menggigit Debu). Lagu tersebut pertama kali dirilis pada tahun 1980 sebagai bagian dari album "The Game".

Jika dibandingkan dengan lagu-lagu Queen yang lain, lagu AOBtD tergolong sebagai lagu yang unik. Pasalnya jika lagu-lagu Queen pada umumnya memiliki kesan megah, maka AOBtD memiliki melodi yang terkesan enerjik & ringan. Sampai-sampai ada yang mengkategorikan AOBtD sebagai lagu bergenre disko.

Saat AOBtD akhirnya resmi dirilis untuk publik, respon positif yang ditunjukkan oleh khalayak penggemar musik sungguh luar biasa. Karena disko merupakan salah satu genre musik yang memiliki banyak penggemar di Amerika Serikat (AS), keberhasilan lagu ini turut mendongkrak popularitas Queen di Negeri Paman Sam. Di Inggris selaku negara asal Queen, lagu ini sempat menempati peringkat 7 dalam daftar lagu terpopuler mingguan.

Meskipun AOBtD tergolong sebagai lagu yang amat lawas, lagu ini belakangan kembali naik daun akibat munculnya sejumlah media hiburan yang turut menampilkan hal-hal bertema AOBtD. Pada tahun 2018 contohnya, beredar film berjudul "Bohemian Rhapsody" yang bercerita mengenai perjalanan Queen dari awal terbentuk hingga konser amal Live Aid di tahun 1985. Dalam film tersebut, AOBtD menjadi salah satu lagu Queen yang dimunculkan di dalam film.

Di ranah anime / kartun Jepang, AOBtD menjadi sumber inspirasi untuk nama karakter supranatural (Stand) yang muncul dalam anime populer "JoJo's Bizarre Adventure" keluaran tahun 2016. Di dalam kisahnya, Bites the Dust diceritakan memiliki kemampuan untuk memanipulasi waktu & menciptakan ledakan. Kebetulan Hirohiko Araki selaku pembuat komik JoJo memang terkenal kerap menggunakan nama-nama musisi Barat sebagai sumber inspirasinya.

Kisah seputar AOBtD tidak selalu merupakan kisah yang positif. Sejumlah pecandu teori konspirasi menuding kalau AOBtD aslinya merupakan lagu yang menganjurkan pendengarnya untuk mengkonsumsi narkoba. Pasalnya jika bagian reffrain AOBtD yang mengandung bait "another one bites the dust" diputar secara terbalik, bagian tersebut terdengar seperti kalimat "to smoke marijuana" (menghisap ganja).

Kisah yang lebih mencekam terkait AOBtD pernah terjadi pada tanggal 18 Mei 2018 lalu di Sekolah Menengah Santa Fe, negara bagian Texas, AS. Pada tanggal tersebut, siswa sekolah setempat yang bernama Dimitrios Pagourtzis melakukan penembakan membabi buta di sekolahnya sendiri. Akibat peristiwa tersebut, sebanyak 10 orang meninggal dunia.

Lagu AOBtD ikut terseret dalam tragedi ini karena saat Pagourtzis sedang melakukan penembakan, Pagourtzis sempat mengulang-ulang kalimat "another one bites the dust" setiap kali ia baru saja menembak korbannya. Hal tersebut diungkapkan oleh Trenton Beazely, salah seorang murid Sante Fe yang kebetulang sedang berada di lokasi ketika insiden penembakan terjadi.

Oke, itu tadi sedikit soal lagu AOBtD beserta kisah-kisah di baliknya. Sesuai dengan judulnya, artikel kali ini bakal membahas soal makna lagu AOBtD. Lagu AOBtD sendiri tergolong sebagai lagu yang sulit dipahami karena banyak menggunakan kata-kata yang terkesan ambigu & tidak jelas. Jadi, semoga pemaknaan dari pihak Republik ini bisa dipahami oleh para pengunjung sekalian.



ANALISA LIRIK

Bagian I

Let's go!
Steve walks warily down the street
With his brim pulled way down low
Ain't no sound but the sound of his feet
Machine guns ready to go

Are you ready, hey are you ready for this?
Are you hanging on the edge of your seat?
Out of the doorway the bullets rip
To the sound of the beat yeah


Lagu ini bercerita dari sudut pandang seorang pria yang bernama Steve. Steve digambarkan sebagai seorang pria bertopi lebar (with his brim pulled way down low) yang sedang bersemangat untuk melakukan sesuatu. Sampai-sampai ia berkata "let's go" (ayo) kepada dirinya sendiri supaya ia tidak sampai berhenti sebelum menjalankan aksinya.

Steve hendak melakukan aksinya dengan memakai senapan mesin (machine guns ready to go). Supaya orang-orang di lokasi tidak keburu panik & melarikan diri sebelum Steve menuntaskan aksinya, Steve pun pergi berjalan menuju jalan raya dengan penuh kewaspadaan (Steve walks warily down the street). Saking waspadanya, Steve sampai bisa mendengar suara langkah kakinya sendiri (ain't no sound but the sound of his feet).

Sebelum melakukan aksinya, Steve sedang berada di dalam suatu bangunan. Saat Steve sudah pergi meninggalkan pintu keluar bangunan tersebut (out of the doorway) & tiba di jalan raya, Steve pun memulai aksinya. Ia menembaki orang-orang yang sedang berada di jalanan secara membabi buta dengan memakai senapan mesin (the bullets rip).

Kendati tindakannya terkesan sadis, Steve justru amat menikmati tindakannya tersebut. Sampai-sampai ia menggambarkan kalau suara peluru yang menembus tubuh orang-orang (the bullets rip) terdengar seperti suara alunan alat musik (to the sound of the beat yeah).

Sambil setengah mengejek, Steve juga seperti menantang orang-orang di hadapannya perihal apakah mereka siap untuk ditembaki olehnya (are you ready, hey are you ready for this?), serta bertanya perihal apakah orang-orang tersebut merasa tegang sekaligus ketakutan saat melihat Steve menembaki mereka (are you hanging on the edge of your seat?).

Steve sendiri nampaknya melakukan penembakan tepat setelah ia baru saja keluar dari klub malam dalam kondisi mabuk. Pasalnya orang yang sedang berada dalam pengaruh miras / narkoba cenderung lebih mudah bertindak tanpa berpikir. Akibatnya, jika kebetulan orang tersebut sedang memegang senjata, maka mudah saja baginya untuk menembaki orang lain hingga tewas.


Ilustrasi seseorang yang sedang menggunakan senapan mesin.


Reffrain I

Another one bites the dust
Another one bites the dust
And another one gone and another one gone
Another one bites the dust
Hey I'm gonna get you too
Another one bites the dust


Dalam bahasa Inggris, kalimat "bite the dust" (menggigit debu) biasa digunakan untuk menyebut seseorang yang tewas di tempat atau baru saja mengalami kekalahan telak. Istilah itu sendiri muncul karena saat seseorang tewas terbunuh di tempat terbuka (misalnya akibat terkena tembakan musuh di medan perang), maka orang tersebut akan jatuh tersungkur ke tanah.

Saat wajah orang tersebut sudah mengenai tanah, maka akan ada serpihan debu yang tanpa sengaja masuk ke dalam mulutnya. Seolah-olah orang tersebut sedang menggigit debu. Dari sanalah kemudian muncul istilah "bites the dust".

Istilah "bites the dust" diketahui sudah ada sejak abad ke-19, namun penggunaannya baru mulai populer sejak dekade 1930-an. Masa di mana banyak film-film bertema koboi yang dirilis. Di film-film tersebut, banyak karakter koboi & Indian yang ditampilkan tewas terjatuh dari kudanya usai terkena tembakan musuh.

Kalau untuk konteks lagu ini, istilah "bites the dust" digunakan untuk menggambarkan orang-orang yang tewas usai terkena tembakan membabi buta Steve. Satu per satu, orang-orang yang kebetulan sedang berada di lokasi bertumbangan usai ditembak oleh Steve (another one bites the dust, and another one gone and another one gone). Baik karena terkena peluru secara tidak sengaja, maupun karena Steve memang membidikkan senjatanya ke arah orang tersebut (hey I'm gonna get you too).


Bagian II

How do you think I'm going to get along
Without you when you're gone
You took me for everything that I had
And kicked me out on my own

Are you happy? Are you satisfied?
How long can you stand the heat?
Out of the doorway the bullets rip
To the sound of the beat look out


Bagian ini ingin memberi penjelasan mengenai kenapa Steve bisa tega menembaki orang-orang secara membabi buta. Steve diceritakan sedang merasa stress & kesal usai ditinggalkan oleh kekasihnya (how do you think I'm going to get along, without you when you're gone).

Namun Steve sendiri diceritakan merasa kesal bukan semata-mata karena ia ditinggalkan oleh kekasihnya. Selain memutus Steve, bekas kekasih Steve juga mengambil alih harta benda milik Steve & bahkan mengusir Steve dari tempat tinggal mereka berdua (you took me for everything that I had, and kicked me out on my own).

Namun perlu diperhatikan juga kalau orang yang memiliki kepribadian agresif & sedang patah hati memiliki kecenderungan untuk melebih-lebihkan penderitaan yang ia alami. Bisa saja kalimat yang menggambarkan kalau segala harta benda milik Steve diambil alih oleh kekasihnya aslinya tidak menggambarkan harta benda yang sesungguhnya, melainkan sebatas kenangan manis saat Steve & kekasihnya masih bersama.

Ketika kekasih Steve memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan hubungan mesranya dengan Steve, Steve lantas merasa kalau kekasihnya tersebut sudah mengambil semua hal berharga yang selama ini dimiliki oleh Steve.

Entah karena Steve sedang berada dalam pengaruh alkohol atau obat, atau karena Steve pada dasarnya memang mudah marah & menyukai kekerasan, Steve lantas melampiaskan kekesalannya dengan cara menembaki orang-orang secara membabi buta (the bullets rip).

Sembari melakukan aksinya, Steve seolah-olah ingin menunjukkan pada bekas kekasihnya bahwa orang-orang ini meninggal karena ulah mantan Steve (Are you happy? Are you satisfied?). Seolah ingin membuat mantannya merasa semakin menderita & bersalah, Steve kemudian "menantang" mantannya dengan berkelakar, berapa banyak lagi orang harus dibunuh oleh Steve (how long can you stand the heat?).


Reffrain I

(lihat kembali bagian yang berjudul serupa)


Interlude

Hey
Oh take it bite the dust bite the dust
Hey another one bites the dust
Another one bites the dust ow
Another one bites the dust he he
Another one bites the dust haaaa
Ooh shoot out


Bagian ini pada dasarnya memiliki makna yang serupa dengan bagian Reffrain I. Jadi, untuk mengetahui makna dari bagian ini, silakan pengunjung melihat kembali segmen artikel yang berada di bawah subjudul Reffain I.


Band Queen di tahun 1985. (keshso / pinterest.com)


Bagian III

There are plenty of ways that you can hurt a man
And bring him to the ground
You can beat him
You can cheat him
You can treat him bad and leave him
When he's down

But I'm ready yes, I'm ready for you
I'm standing on my own two feet
Out of the doorway the bullets rip
Repeating to the sound of the beat


Bagian ini ingin menceritakan bagaimana Steve merasa frustrasi kepada mantannya. Ia lantas menjelaskan bahwa jika seseorang ingin menyakiti kekasih prianya (there are plenty of ways that you can hurt a man) & membuatnya putus asa hingga enggan mencari kekasih baru (bring him to the ground), ada banyak cara yang bisa dilakukan oleh orang tersebut.

Mulai dari memukulinya (you can beat him), berselingkuh dengan pria lain (you can cheat him), hingga merendahkan kekasih prianya tersebut sebelum kemudian meninggalkannya (you can treat him bad and leave him).

Namun Steve menegaskan bahwa kalaupun ia menerima perlakuan demikian, ia masih akan tetap mencintai mantannya tersebut (I'm ready yes, I'm ready for you). Ia akan segera bangkit kembali & tidak akan berlama-lama menangisi nasibnya (I'm standing on my own two feet).

Tindakan yang dilakukan Steve untuk move on sayangnya bukanlah tindakan yang terpuji. Ia mencoba melampiaskan rasa patah hatinya dengan cara melakukan penembakan membabi buta saat sedang berada di luar bangunan (out of the doorway the bullets rip).

Jika dihubungkan dengan penjelasan di Bagian II, kuat dugaan bahwa Steve melakukan penembakan ini di hadapan mantannya & yang menjadi korban penembakan adalah orang-orang yang sudah dikenal oleh mantannya. Semuanya demi membuat mantan Steve merasa jera & menyesal - tanpa memperdulikan nyawa orang-orang yang menjadi sasaran pelampiasan emosinya.


Reffrain II

Another one bites the dust
Another one bites the dust
And another one gone and another one gone
Another one bites the dust yeah
Hey I'm gonna get you too
Another one bites the dust
Shoot out
Alright


Bagian ini pada dasarnya memiliki makna yang identik dengan bagian Reffrain I. Bedanya adalah di bagian akhir, terdapat kalimat "shoot out" (tembak) serta "alright" (baiklah). Seolah-olah Steve sedang berbicara kepada dirinya sendiri untuk terus melakukan penembakan tanpa memperdulikan konsekuensinya kelak.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



SUMBER-SUMBER YANG MEMBANTU

E. Shapiro & T. Kerr. 2018. "The chilling words Santa Fe shooting suspect repeated amid the carnage".
(abcnews.go.com/US/alleged-santa-fe-hs-gunman-repeated-bites-dust/story?id=55320645)

Merriam-Webster. "On The Edge Of One's Seat".
(www.merriam-webster.com/dictionary/on the edge of one's seat)

SongMeanings. "Queen - Another One Bites The Dust Lyrics".
(songmeanings.com/songs/view/3183/)

The Free Dictionary. "Bites the dust".
(idioms.thefreedictionary.com/bites+the+dust)

Wikipedia. "Another One Bites the Dust".
(en.wikipedia.org/w/index.php?title=Another_One_Bites_the_Dust&oldid=1006827261)

Wikipedia. "Santa Fe High School shooting".
(en.wikipedia.org/w/index.php?title=Santa_Fe_High_School_shooting&oldid=1005765905)

(Film) B. Singer & D. Fletcher. 2018. "Bohemian Rhapsody".

(Serial Animasi) 2016. "JoJo's Bizarre Adventure : Diamond is Unbreakable".



TAUTAN EKSTERNAL

Lirik lagu Queen - Another One Bites the Dust

Video klip Queen - Another One Bites the Dust

 





COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.