Kelabang Ekor Bulu, Hewan Angker yang Pandai Menggertak



(Sumber)

Kelabang ekor bulu (feather tail centipede; Alipes grandidieri) adalah spesies kelabang yang memperoleh nama demikian karena bentuk ekornya yang unik. Kelabang ini memiliki sepasang tonjolan yang bentuknya menyerupai bulu pada ujung kaki ekornya. Dan karena alasan yang kurang lebih serupa, kelabang ini juga dikenal dengan nama kelabang ekor kipas (fan tailed centipede), kelabang ekor bendera (flag tailed centipede), serta kelabang ekor daun (leaf tailed centipede).

Kelabang ekor bulu memiliki banyak kemiripan dengan ular derik. Selain sama-sama beracun & memiliki tubuh berbentuk panjang, kedua hewan ini juga sama-sama memiliki ekor berbentuk unik. Tujuannya sama, yaitu untuk keperluan pertahanan diri. Saat kelabang ini merasakan adanya bahaya, kelabang ini akan mengeluarkan bunyi mendesis dengan cara menggetarkan kaki ekornya. Harapannya, hewan yang tadinya hendak memakan kelabang akan merasa takut & kemudian membatalkan niatnya.

Keunikan kelabang ekor bulu belum berhenti sampai di sana. Kelabang ini juga bisa memutus ekor bulunya sendiri. Ekor yang terputus tersebut kemudian akan menggeliat-geliat sendiri untuk sementara waktu layaknya ekor cicak. Saat musuh tengah memperhatikan ekor tersebut, kelabang ekor bulu kemudian akan bergegas pergi ke tempat yang aman. Kelabang ekor bulu bukanlah hewan yang agresif, namun ia tetap bisa memberikan gigitan yang menyakitkan jika terpojok.

Selain bentuk ekornya yang khas, kelabang ekor bulu pada dasarnya tidak berbeda dari spesies-spesies kelabang pada umumnya. Tubuhnya berbentuk panjang & beruas-ruas, di mana masing-masing ruas memiliki 1 pasang kaki di kedua sisinya. Sementara di bagian kepalanya, terdapat sepasang antena yang panjang. Kelabang ekor bulu memiliki tubuh berwarna gelap dengan kaki & antena berwarna jingga kemerahan.


Ekor kelabang ekor bulu dilihat dari dekat. (Sumber)


PENJELAJAH RIMBA AFRIKA

Kelabang ekor bulu hanya ditemukan di kawasan hutan Afrika Timur, tepatnya di negara Kenya, Tanzania, & Uganda. Mereka memiliki pola hidup nokturnal yang berarti hewan ini baru keluar mencari makan pada malam hari. Sementara pada siang hari, hewan ini bersembunyi di bawah batu & batang kayu. Kebiasaan kelabang ini untuk aktif pada malam hari tidak lepas dari fakta bahwa kelabang mudah mengalami dehidrasi jika berada di lingkungan yang suhunya terlalu tinggi.

Kelabang ekor bulu adalah hewan karnivora yang makanannya mencakup serangga, laba-laba, kalajengking, & bahkan kelabang lainnya. Pada dasarnya, kelabang ini mau memakan hewan apapun selama hewan tersebut berukuran lebih kecil darinya. Saat menemukan mangsanya, kelabang ekor bulu akan memegangi mangsa dengan kaki-kaki depannya & kemudian melumpuhkannya dengan memakai racunnya.

Berkebalikan dengan penampilannya yang menakutkan, kelabang ekor bulu adalah hewan yang sangat peduli akan keselamatan anak-anaknya. Sesudah mengeluarkan telur-telurnya, kelabang betina akan menjaga telur-telur tersebut & membersihkan telurnya secara berkala supaya tidak ditumbuhi oleh jamur. Selama menjaga telurnya, kelabang betina tidak makan sama sekali.

Saat telur-telur tersebut akhirnya menetas, bayi kelabang sudah harus mencari makan sendiri. Saat ukurannya bertambah, kelabang ekor bulu akan melakukan pergantian kulit berulang kali. Kelabang ekor bulu tergolong sebagai kelabang yang berukuran cukup besar karena hewan ini bisa tumbuh hingga sepanjang 15 cm.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Subfilum : Myriapoda
Kelas : Chilopoda
Ordo : Scolopendromorpha
Famili : Scolopendridae
Genus : Alipes
Spesies : Alipes grandidieri



REFERENSI

Real Monstrosities - Feathertail Centipede
What's That Bug - Flag Tailed Centipede from Kenya
Wikipedia - Alipes grandidieri

 





COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.