Walrus, Raksasa Lautan yang Bertaring Panjang



(Sumber)

Walrus (Odobenus rosmarus) adalah nama dari sejenis hewan laut yang amat mudah dikenali dengan melihat taringnya yang amat panjang. Taring walrus memang begitu menarik perhatian karena taring tersebut bisa tumbuh hingga sepanjang 90 cm. Selain memiliki taring yang panjang, walrus juga mudah dikenali dengan melihat tubuhnya yang gemuk besar, moncongnya yang berkumis, & telapak kakinya yang berbentuk menyerupai sirip.

Taring walrus yang panjang tak pelak membuat hewan ini nampak sebagai hewan yang begitu menakutkan. Faktanya, walrus bukanlah hewan yang berbahaya bagi manusia karena ia tidak akan menyerang manusia selama tidak diganggu lebih dulu. Walrus sendiri memiliki taring yang panjang sebagai bentuk adaptasi terhadap habitatnya yang penuh dengan es.

Fungsi pertama taring walrus adalah untuk membantunya memanjat naik keluar air. Saat ingin naik ke darat, walrus akan menancapkan taringnya ke darat & kemudian mendorong tubuhnya ke depan. Walrus memiliki taring yang kuat karena taring tersebut bisa menembus bongkahan es setebal 20 cm. Taring walrus memang bisa patah. Namun karena taring walrus tidak pernah berhenti tumbuh, taring yang patah akan segera tumbuh kembali.

Fungsi kedua taring walrus adalah untuk membantunya mencari makan. Makanan utama walrus adalah kerang laut. Karena kerang memiliki kebiasaan mengubur diri di dasar laut, walrus akan mengaduk-aduk dasar laut dengan memakai taringnya supaya ia bisa menemukan kerang. Fungsi terakhir taring walrus adalah sebagai alat untuk bertarung. Jika walrus berpapasan dengan musuhnya, walrus bisa menggunakan taringnya untuk membela diri.


Gerombolan walrus di tepi pantai. (Sumber)


PENJELAJAH LAUTAN KUTUB UTARA

Walrus hanya dapat ditemukan di perairan Kutub Utara. Berdasarkan perairan habitatnya, walrus dapat digolongkan ke dalam 3 subspesies berbeda : walrus Pasifik (O. r. divergens), walrus Atlantik (O. r. rosmarus), & walrus Laptev (O. r. laptevi). Walrus Pasifik habitat utamanya berada di perairan sekitar Alaska & Rusia timur. Walrus Atlantik habitat utamanya berada di Kanada utara & Greenland. Walrus Laptev habitat utamanya berada di Laut Laptev, Rusia utara.

Dalam klasifikasi ilmiah, walrus masih memiliki hubungan dekat dengan anjing laut & singa laut. Itulah sebabnya walrus memiliki banyak kemiripan dengan kedua hewan tadi. Ketiganya sama-sama merupakan hewan mamalia yang menghabiskan waktu banyak di dalam laut, namun harus naik ke darat saat ingin beristirahat & berkembang biak. Karena tergolong sebagai mamalia, walrus pun bernafas dengan paru-paru & harus naik ke permukaan laut secara berkala untuk menghirup udara.

Walrus merupakan hewan yang kikuk saat berada di darat. Tubuhnya yang gemuk & kakinya yang berukuran pendek menyebabkan hewan ini hanya bisa merangkak lambat saat sedang berada di darat. Namun lain halnya jika sedang berada di dalam air. Walrus merupakan perenang yang sangat handal. Karena walrus memiliki telapak kaki berbentuk sirip & tubuh yang menyempit di bagian ekornya, walrus pun bisa bergerak dengan amat lincah saat sedang berada di air.

Walrus bisa berenang hingga kecepatan 35 km/jam. Namun dalam kondisi biasa, walrus biasanya hanya berenang dalam kecepatan 7 km/jam. Walrus sendiri tidak terlalu memerlukan kecepatan karena makanan walrus terdiri dari hewan-hewan yang tinggal di dasar laut, misalnya kerang. Walrus menggunakan ekornya sebagai alat gerak utama. Saat ingin mengubah arah, barulah walrus menggunakan kaki depannya.

Walrus yang sedang menyelam. (Sumber)

Walrus normalnya hanya bisa menahan nafas selama 10 menit di bawah air. Itulah sebabnya walrus lebih memilih perairan dangkal sebagai habitat utamanya. Perairan yang menjadi habitat utama walrus umumnya memiliki kedalaman maksimum 80 m. Namun dalam kondisi tertentu, walrus juga bisa menyelam hingga sedalam 113 meter & menahan nafas selama 25 menit.

Perairan habitat walrus memiliki suhu yang amat dingin. Supaya tidak sampai mati akibat kedinginan, walrus pun memiliki lapisan lemak di bawah kulit yang ketebalannya bisa mencapai 25,4 cm. Kemudian saat sedang berada di dalam air, denyut jantung walrus akan melambat supaya tubuh walrus mengkonsumsi lebih sedikit oksigen saat sedang menyelam. Begitu walrus kembali ke darat, walrus memiliki kebiasaan untuk bersentuhan dengan walrus lainnya supaya tubuhnya tetap hangat.



PERILAKU BERKEMBANG BIAK

Walrus jantan & betina memiliki penampilan yang amat mirip. Namun keduanya masih dapat dibedakan jika diamati secara lebih seksama. Perbedaan pertama adalah dengan melihat fisiknya. Walrus jantan biasanya memiliki taring yang lebih panjang & kulit yang lebih tebal dibandingkan betina. Dalam hal perilaku, walrus jantan lebih banyak menghabiskan waktu di tepi pantai. Walrus betina di lain pihak lebih banyak menghabiskan waktu di atas bongkahan es terapung.

Musim kawin walrus terjadi pada bulan Januari hingga April. Saat musim kawin tiba, walrus jantan & betina akan berkumpul dalam jumlah besar di kawasan pantai. Walrus memiliki sifat poligami yang berarti seekor walrus jantan bisa mengawini beberapa ekor betina sekaligus. Perkawinan antara walrus jantan & betina terjadi di dalam air.

Sepasang walrus yang sedang bertarung memakai taringnya. (Sumber)

Tidak jarang walrus jantan terlibat konflik karena memperebutkan betina yang sama. Jika hal itu terjadi, maka walrus jantan akan mengeluarkan suara keras untuk menakut-nakuti saingannya. Kalau kedua walrus jantan tersebut sama-sama tidak mau mundur, keduanya akan bertarung dengan cara saling mendorong memakai taringnya. Tidak jarang walrus ada walrus yang tewas akibat terluka dalam pertarungan tersebut.

Jika walrus betina sudah kawin, walrus betina akan memasuki masa kehamilan selama 15 bulan. Seekor walrus hanya bisa melahirkan 1 ekor bayi sekali melahirkan. Kelahiran bayi walrus biasanya terjadi pada musim semi / panas. Bayi walrus yang baru lahir belum memiliki taring, namun sudah bisa berenang. Meskipun begitu, mereka biasanya baru bisa menyelam pada usia 5 bulan.

Bayi walrus hidup dari air susu induknya hingga usia 3 tahun & tetap tinggal bersama induknya hingga usia 5 tahun. Saat induk walrus sedang menyelam mencari makan, anaknya akan dijaga oleh walrus-walrus betina yang lain. Walrus betina juga membantu mengasuh anak walrus lain jika anak walrus tersebut ditinggal mati oleh induknya.

Walrus mencapai usia kematangan seksual pada usia 7 tahun & bisa hidup hingga usia 40 tahun. Sementara dalam hal ukuran, walrus bisa tumbuh hingga sepanjang 3,2 meter & seberat 1.500 kilogram. Walrus jantan biasanya memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dibandingkan betina. Walrus adalah hewan sosial yang membentuk kelompok sesuai dengan jenis kelaminnya masing-masing. Namun saat musim kawin betina, walrus jantan & betina akan membaur dalam kelompok yang sama.


Induk walrus & anaknya. (Sumber)


MUSUH-MUSUH WALRUS

Karena memiliki ukuran yang besar & taring yang tajam, walrus tidak memiliki banyak musuh di alam liar. Meskipun tidak banyak, tetap ada hewan yang memangsa walrus. Saat sedang berada di dalam air, walrus rentan diserang oleh paus pembunuh. Sementara saat sedang berada di darat, walrus bisa dimangsa oleh beruang kutub. Supaya bisa membunuh walrus tanpa terluka, beruang kutub akan membunuh walrus dengan cara menjatuhkan bongkahan es dari tempat yang lebih tinggi.

Walrus juga banyak diburu oleh manusia. Selama berabad-abad, walrus kerap diburu oleh penduduk Eskimo supaya mereka bisa memanfaatkan bagian-bagian tubuh walrus. Dagingnya bisa dikonsumsi sebagai makanan. Lemaknya bisa digunakan sebagai bahan bakar api unggun. Kulitnya bisa digunakan sebagai pelapis perahu. Tulangnya bisa diolah menjadi peralatan. Sementara taringnya bisa diolah menjadi benda kerajinan & aksesoris.

Akibat terlalu banyak diburu, populasi walrus pun secara berangsur-angsur menurun tajam hingga kini terancam punah. Sekarang walrus memang masih boleh diburu. Namun, perburuannya hanya boleh dilakukan oleh penduduk Eskimo & hanya pada waktu-waktu tertentu. Belakangan, muncul lagi ancaman baru bagi walrus dalam wujud pemanasan global. Karena walrus kerap menggunakan pulau es terapung sebagai tempat tinggalnya, berkurangnya jumlah bongkahan es bakal membawa dampak negatif yang besar bagi kelestarian walrus.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



REFERENSI

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Ordo : Carnivora
Klade : Pinnipedia
Famili : Odobenidae
Genus : Odobenus
Spesies : Odobenus rosmarus



DAFTAR SUBSPESIES WALRUS

- Walrus Atlantik (Odobenus rosmarus rosmarus)
- Walrus Laptev (Odobenus rosmarus laptevi)
- Walrus Pasifik (Odobenus rosmarus divergens)



REFERENSI

Animal Diversity Web - Odobenus rosmarus : Information
Arctic Program - Walruses in a Time of Climate Change
Cultural Survival - The Round Island Walrus Hunt
Food and Agriculture Organization - Odobenus rosmarus
Live Science - Polar bears bash walrus skulls with boulders....
SeaWorld Parks & Entertainment - Adaptations
SeaWorld Parks & Entertainment - Birth & Care of Young
SeaWorld Parks & Entertainment - Diet & Eating Habit






COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.