Major Grom : Plague Doctor, Saat Internet Jadi Alat Revolusi



Karakter Plague Doctor saat menggunakan senjata penyembur api.

Sepanjang perjalanan sejarah umat manusia, wabah penyakit kerap muncul silih berganti. Dari sekian banyak wabah penyakit yang pernah muncul, wabah Black Death (Maut Hitam) yang muncul di Eropa pada abad ke-14 adalah salah satu yang paling mematikan. Pasalnya akibat wabah tersebut, sebanyak lebih dari 20 juta orang penduduk Eropa harus meninggal dunia.

Wabah tersebut juga memunculkan profesi khusus yang bernama dokter wabah (plague doctor). Sesuai dengan namanya, tugas dari dokter wabah adalah menangani orang-orang yang sakit pada masa wabah Black Death. Supaya dokter wabah tidak ikut jatuh sakit saat menjalankan tugasnya, dokter wabah pun selalu mengenakan pakaian serba tertutup.

Dokter wabah juga terkenal dengan penampilannya yang unik karena mereka selalu mengenakan topeng berbentuk paruh burung setiap kali bertugas. Benda menyerupai paruh burung itu sendiri aslinya adalah kotak berisi senyawa berbau harum. Pasalnya menurut keyakinan orang-orang pada masa itu, bau wangi bisa membantu menghalau kuman penyakit.

Gambar ilustrasi dokter wabah dari Abad Pertengahan. (en.wikipedia.org)

Penampilan dokter wabah yang khas sekaligus angker lantas menyebabkan profesi ini kerap dimunculkan dalam karya-karya hiburan. Satu dari sekian banyak karya hiburan yang menampilkan sosok menyerupai dokter wabah adalah "Major Grom : Plague Doctor" (MGPD; Mayor Grom : Dokter Wabah), film action buatan Rusia yang pertama kali dirilis pada bulan April 2021.

Film MGPD bercerita tentang seorang polisi bernama Igor Grom yang terlibat konflik melawan pembunuh berantai misterius bernama Plague Doctor. Selain gemar membunuh, sosok Plague Doctor juga diceritakan sangat lihai memanfaatkan internet untuk menarik simpati publik & mengumpulkan pengikut. Sebagai akibatnya, Grom pun harus mencari cara untuk menghentikan Plague Doctor sebelum ia menghasut para pengikutnya untuk membuat kekacauan.



SEJARAH

Film MGPD merupakan hasil adaptasi dari seri komik asal Rusia yang berjudul "Major Grom" (MG). Komik tersebut merupakan komik terbitan perusahaan komik yang bernama Bubble Comics. Bubble Comics pada awalnya bergerak di bidang penerbitan komik-komik parodi. Namun karena komik macam itu ternyata kurang diminati publik, Bubble Comics pun banting setir dengan menerbitkan genre superhero.

"Major Grom" (MG) adalah salah satu judul komik superhero pertama terbitan Bubble Comics, di mana komik tersebut pertama kali terbit pada tahun 2012. Meskipun MG dikategorikan sebagai komik superhero, karakter utama komik ini sendiri tidak memiliki kekuatan super & tidak mengenakan kostum ketat layaknya karakter superhero pada umumnya.

Inti cerita mengenai komik MG sendiri adalah mengenai seorang polisi pembasmi kejahatan yang bernama Igor Grom. Satu dari sekian banyak musuh yang harus dihadapi oleh Grom adalah Plague Doctor, pembunuh berantai misterius yang memiliki kebiasaan mengenakan jubah & topeng berbentuk paruh burung.

Sampul komik "Major Grom" yang menampilkan karakter Igor Grom & Plague Doctor di belakangnya.(goodreads.com)

Karakter Plague Doctor di awal-awal kemunculannya memiliki kebiasaan meninggalkan pita putih setiap kali baru saja melakukan pembunuhan. Akibatnya, tudingan kalau komik MG adalah komik dengan muatan politis terselubung pun langsung merebak. Pasalnya di dunia nyata, pita putih merupakan atribut yang lazim digunakan oleh para demonstran anti-pemerintah di Rusia sejak tahun 2011.

Artyom Gabrelyanov selaku penulis cerita MG sendiri menyangkal kalau komik MG merupakan komik berunsur politis. Ia mengaku sengaja menambahkan adegan pita putih dalam komiknya semata-mata agar komiknya bisa menarik perhatian lebih banyak orang. Supaya kontroversi serupa tidak kembali muncul di kemudian hari, komik-komik MG yang dirlis kemudian menampilkan Plague Doctor sebagai karakter yang motif utamanya adalah balas dendam.

Saat popularitas komik MG semakin meningkat, wacana supaya komik MG diadaptasi ke media hiburan lain lantas mulai timbul. Maka, sebuah film pendek berdurasi setengah jam yang berjudul "Major Grom" kemudian dirilis pada tahun 2017. Para pembuat film ini berharap, jika film pendek tadi menerima tanggapan positif dari penonton, maka versi lebih panjang dari filmnya nanti bisa dibuat.

Versi panjang film tersebut akhirnya benar-benar dibuat & dirilis pada bulan April 2021 dengan judul "Major Grom : Plague Doctor" (MGPD). Supaya filmnya bisa diterima oleh semua kalangan, karakter Plague Doctor yang muncul di film MGPD tidak lagi ditampilkan sebagai karakter yang gemar meninggalkan pita putih di lokasi pembunuhannya.

Sepasang poster film "Major Grom : Plague Doctor" yang masing-masingnya menampilkan karakter Igor Grom & Plague Doctor.

Film MGPD dirilis saat wabah penyakit COVID-19 masih merebak. Sebagai akibatnya, film tersebut tidak berhasil meraih keuntungan maksimum. Dengan biaya produksi mencapai 640 juta rubel, film MGPD hanya berhasil meraih pemasukan sebesar 317 juta rubel. Tidak lama sesudah itu, film MGPD dirilis di situs streaming film Netflix.

Minat yang ditunjukkan oleh para penonton Netflix terhadap film MGPD ternyata begitu tinggi. Pada awal Juli 2021, film MGPD sempat menempati peringkat 10 besar film terpopuler Netflix di lebih dari 60 negara berbeda. Sebuah pencapaian yang terbilang mengagumkan mengingat sangat jarang ada film buatan Rusia yang bisa menempati peringkat demikian tinggi di situs Netflix.



!! PERINGATAN !!
Bagian sesudah ini bakal banyak menampilkan spoiler / bocoran alur cerita.
Silakan lanjutkan membaca jika anda sudah paham dengan resikonya.



ALUR CERITA (FILM)

Igor Grom adalah seorang polisi yang berasal dari kota St. Petersburg, Rusia. Suatu hari, ia terlibat aksi kejar-kejaran dengan sekelompok perampok yang menaiki mobil & mengenakan topeng menyerupai karakter kartun. Grom pada akhirnya berhasil menangkap mereka setelah ia menabrak mobil para perampok tadi dengan memakai truk sampah.

Saat menghentikan para perampok tersebut, Grom tanpa sengaja merusak patung yang baru saja diresmikan. Akibatnya, Grom pun menerima teguran keras dari kantor polisi tempatnya bekerja. Namun hal tersebut nyatanya belum membuat Grom merasa kapok. Ia tetap menjalankan tugasnya sebagai pembasmi kejahatan dengan caranya sendiri.

Sementara itu di tempat lain, seorang pemuda kaya yang bernama Kirill Grechkin divonis bebas kendati ia terbukti menabrak seorang bocah perempuan hingga tewas. Kabar mengenai bebasnya Grechkin langsung mengundang kegeraman Sergei Razumovsky, seorang pemilik situs media sosial Vmeste yang bersimpati akan nasib orang-orang kecil. Sergei lantas menceritakan rasa frustrasinya tersebut kepada sahabatnya yang bernama Oleg Volkov.

Oleg yang merasa tergerak oleh cerita Sergei kemudian pergi menuju rumah Grechkin untuk membunuh Grechkin. Supaya identitasnya tidak diketahui oleh polisi, Oleg melakukan aksinya sambil mengenakan jubah & topeng burung. Dengan penyamaran barunya tersebut, Oleg menyebut dirinya dengan nama alias "Plague Doctor" (Dokter Wabah).

Oleg Volkov & Sergei Razumovsky.

Tidak lama setelah berhasil membunuh Grechkin, Oleg / Plague Doctor merilis pernyataan lewat internet kalau dirinya bakal membersihkan kota St. Petersburg dari orang-orang korup. Sejak itulah, aksi pembunuhan berantai yang dilakukan oleh Plague Doctor pun dimulai.

Para korban Plague Doctor terdiri dari orang-orang kaya yang sudah merugikan banyak orang, namun tidak pernah ditangkap oleh polisi. Misalnya pemilik bank yang menolak memberikan ganti rugi kepada para investornya, pengusaha yang sudah membuang limbah ke kawasan padat penduduk, & lain sebagainya.

Sepak terjang Plague Doctor tersebut akhirnya mulai menarik perhatian Grom. Maka, dengan dibantu oleh polisi magang yang bernama Dima Dubin, keduanya kemudian berkeliling ke seantero St. Petersburg untuk mengumpulkan informasi sebanyak mungkin terkait Plague Doctor.

Grom akhirnya berhasil mendapat petunjuk kalau Plague Doctor mungkin memiliki hubungan dengan Sergei. Pasalnya saat menyelidiki panti asuhan tempat Sergei dulu dirawat, Grom menemukan gambar wajah burung buatan Sergei yang wujudnya nampak seperti topeng Plague Doctor. Grom juga menemukan kalau perusahaan Sergei memiliki kerja sama rahasia dengan sebuah perusahaan senjata.

Dengan modal informasi tersebut, Grom kemudian pergi ke rumah Sergei untuk menginterogasinya. Sergei awalnya berkata kalau identitas asli Plague Doctor adalah Oleg. Namun pengakuan Sergei tersebut langsung dibantah oleh Grom karena berdasarkan dokumen yang didapatnya, Oleg aslinya sudah tewas saat bertugas sebagai tentara di Suriah.

Sergei yang merasa terpojok spontan langsung menyerang Grom & memukul kepalanya hingga ia tak sadarkan diri. Saat itulah, terungkap kalau Sergei sebenarnya memiliki gangguan kepribadian ganda. Apa yang nampak sebagai Oleg / Plague Doctor aslinya adalah Sergei yang sedang dikuasai oleh sisi gelap kepribadiannya.

Sergei (depan) saat berkomunikasi dengan kepribadian gelapnya.

Sergei kemudian mendandani Grom dengan kostum Plague Doctor supaya polisi mengira kalau Plague Doctor aslinya adalah Grom. Rencana tersebut berhasil. Setelah terlibat aksi kejar-kejaran singkat di puncak gedung, polisi berhasil menangkap Grom yang masih mengenakan kostum Plague Doctor.

Berkat bantuan Dubin & seorang jurnalis amatir yang bernama Yulia Pchyolkina, Grom berhasil melarikan diri dari penjara. Grom kemudian pergi kembali ke rumah Sergei untuk meringkusnya. Namun tepat sebelum Grom berhasil mengalahkan Sergei, Sergei mengalihkan perhatian Grom dengan cara meledakkan bom di kantor polisi hingga ledakannya terlihat dari kejauhan.

Di saat yang bersamaan, Sergei / Plague Doctor juga merilis video ke internet. Video tersebut berisi ajakan kepada para pengikut Plague Doctor supaya mereka melakukan revolusi. Akibatnya, kerusuhan besar pun langsung pecah di kota St. Petersburg. Massa pendukung Plague Doctor beramai-ramai membakar mobil & melakukan penjarahan ke rumah orang-orang kaya.

Merasa puas karena semuanya nampak berjalan sesuai rencana, Sergei kemudian berkata kepada Grom kalau ia melakukan semua ini supaya ia bisa menguasai kota St. Petersburg sambil menyingkirkan orang-orang yang menurutnya sudah mencemari kota tersebut. Ia juga menganggap para pengikutnya sendiri sebagai sampah masyarakat yang nyawanya tidak berharga & pantas dikorbankan.

Karena tindakan Sergei tersebut bisa membuat nyawa begitu banyak orang melayang sia-sia, Grom pun kembali bertarung melawan Sergei. Sergei pada awalnya hampir berhasil membunuh Grom karena ia dilengkapi dengan senjata penyembur api. Namun berkat bantuan Dubin & Yulia yang muncul tepat waktu, Grom pada akhirnya berhasil mengalahkan Sergei.

Massa pendukung Plague Doctor saat membuat kerusuhan di jalanan kota St. Petersburg.

Niat asli Sergei / Plague Doctor juga berhasil diungkap ke publik karena tepat sebelum Grom hendak pergi ke kediaman Sergei, Yulia secara diam-diam memasang alat perekam di tubuh Grom. Dampaknya, mereka yang awalnya mendukung Plague Doctor kini beramai-ramai mengubah pendiriannya.

Sergei kemudian dijebloskan ke rumah sakit jiwa. Kabar mengenai ditangkapnya Sergei lantas turut diliput oleh media internasional & akhirnya sampai ke hadapan Oleg Volkov, sahabat Sergei yang ternyata masih hidup & kini bersembunyi di suatu tempat di Timur Tengah. Sembari menonton berita, Oleg lantas mulai berpikir mengenai tindakan apa yang sebaiknya ia lakukan.



TENTANG KARAKTER IGOR GROM

Igor Grom adalah seorang polisi dari kota St. Petersburg yang dikenal sangat gigih dalam menjalani profesinya. Supaya kota tempatnya tinggal bebas dari para penjahat, Grom tidak segan-segan melakukan aneka macam tindakan berbahaya & bahkan terkesan nekat. Mulai dari keluar masuk sarang preman, berkelahi melawan gerombolan penjahat seorang diri, & bahkan membajak kendaraan untuk mengejar perampok.

Kendati Grom memiliki tujuan yang mulia, metode yang digunakannya membuat ia kerap menerima ancaman pemecatan dari lembaga kepolisian. Saking seringnya Grom menerima ancaman pemecatan, rekan-rekan polisinya sampai membuat taruhan mengenai apakah Grom jadi dipecat / tidak setiap kali Grom dipanggil oleh atasannya.

Karena Grom memiliki hubungan dekat dengan petinggi polisi, Grom kerap lolos dari ancaman pemecatan. Namun Grom sendiri tidak ambil pusing jika dirinya benar-benar dipecat. Pasalnya Grom memiliki sifat idealis & tidak segan-segan membangkang perintah atasannya selama tujuannya adalah untuk membasmi kejahatan.

Igor Grom (memakai topi) saat berada di kantor polisi tempatnya bekerja.

Meskipun Grom berprofesi sebagai polisi, Grom tidak pernah mengenakan seragam polisi. Saat bertugas, Grom lebih suka memakai pakaian bebas yang terdiri dari jaket kulit, celana jeans panjang, & topi model flat cap. Jika ingin meyakinkan orang lain kalau dirinya adalah polisi, Grom hanya akan menunjukkan dompet berisi lencana polisi miliknya.

Grom hanyalah manusia biasa yang berarti ia tidak memiliki kekuatan super. Namun Grom diketahui memiliki fisik di atas rata-rata. Sebagai contoh, ia hampir tidak pernah terlihat lelah meskipun harus berlari ke sana kemari untuk mengejar penjahat yang menaiki mobil. Grom juga sangat ahli dalam pertarungan tangan kosong & pertarungan jarak dekat. Namun ia bakal tetap merasa kewalahan jika harus berkelahi melawan banyak orang sekaligus.

Keunikan dari Grom adalah ia memiliki kebiasaan untuk berpikir jauh ke depan setiap kali ia berada dalam situasi genting. Sebagai contoh, saat hendak mengejar kawanan perampok yang menaiki mobil, ia membayangkan apa yang bakal terjadi jika ia mencoba menghentikan mereka dengan cara menaiki mobilnya. Begitu ia menyadari kalau tindakan tersebut bakal membahayakan nyawanya sendiri, Grom pun langsung berpikir ulang sambil membayangkan skenario-skenario alternatif.

Grom memiliki kebiasaan untuk melakukan segala hal seorang diri. Tidak jarang ia sengaja bersikap ketus kepada orang lain meskipun orang tersebut bermaksud membantunya. Akibatnya, Grom pun tidak memiliki banyak sahabat dekat. Namun karena Grom pada dasarnya merupakan orang yang peduli akan keselamatan orang lain, akan selalu ada orang yang bersedia membantu Grom secara sukarela.

Dari sekian banyak orang yang sudah dikenal oleh Grom, ada 2 orang yang bisa disebut sebagai partner utama Grom. Orang pertama adalah seorang polisi magang yang bernama Dima Dubin. Meskipun Dubin hanya memiliki pengalaman minim & memiliki kepribadian yang terkesan polos, Dubin sangat teliti dalam mengumpulkan informasi. Berkat ketelitiannya tersebut, Dubin bisa memprediksi di lokasi manakah Plague Doctor kelak bakal muncul.

Partner lain dari Grom adalah seorang blogger sekaligus jurnalis amatir yang bernama Yulia Pchyolkina. Untuk mengumpulkan informasi sebanyak mungkin mengenai kasus yang sedang diselidikinya, Yulia memiliki keahlian untuk menyamar. Yulia juga memiliki sifat oportunis & bisa mengambil keputusan cepat dalam waktu singkat. Sebagai contoh, saat Grom hendak pergi untuk menghadapi Plague Doctor seorang diri, ia secara diam-diam memasang alat perekam pada tubuh Grom.


(Kiri-kanan) Yulia, Grom, & Dubin.


TENTANG KARAKTER PLAGUE DOCTOR

Plague Doctor

Plague Doctor adalah nama dari karakter antagonis utama dalam film MGPD. Nama tersebut dipilih karena ia mengenakan jubah panjang & topeng burung layaknya dokter wabah di Eropa pada Abad Pertengahan. Bukan hanya itu, Plague Doctor juga mengklaim kalau ia dirinya sedang membersihkan kota St. Petersburg dari "wabah" yang ditimbulkan oleh orang-orang tamak.

Senjata utama Plague Doctor adalah sepasang sarung tangan yang dilengkapi dengan alat penyembur api (flamethrower). Setiap kali hendak menggunakan senjatanya, Plague Doctor akan mengisi sarung tangan tersebut dengan botol silinder berisi cairan yang mudah terbakar. Selain untuk mengisi ulang senjata, Plague Doctor juga bisa menggunakan botol tersebut layaknya bom dengan cara meledakannya / melemparkannya hingga pecah.

Plague Doctor saat mengisi ulang senjata penyembur api di sarung tangannya.

Plague Doctor bukanlah sosok yang mahir dalam pertarungan tangan kosong. Saat terlibat pergumulan melawan Grom, Grom berhasil mengalahkan Plague Doctor dengan mudah. Supaya bisa mengimbangi Grom, Plague Doctor pun menggunakan senjata penyembur api miliknya untuk menjaga jarak sambil menyerang Grom dari jarak yang aman.

Kelebihan utama Plague Doctor bukanlah dalam hal pertarungan, melainkan dalam hal memanfaatkan teknologi untuk memanipulasi opini publik. Karena Plague Doctor memiliki akses atas media sosial Vmeste beserta data pribadi setiap penggunanya, Plague Doctor bisa menggunakan Vmeste untuk memata-matai calon korbannya & mengumpulkan data pribadi mereka.

Setelah menentukan korbannya, Plague Doctor akan membunuh korban tersebut dengan cara membakarnya hidup-hidup sambil merekamnya. Karena para korban Plague Doctor umumnya merupakan orang-orang kaya yang dianggap kebal hukum, rakyat miskin St. Petersburg pun memandang sosok Plague Doctor layaknya pahlawan yang memperjuangkan kepentingan mereka.

Saat makin banyak orang yang bersimpati pada Plague Doctor, mereka beramai-ramai memberikan dukungannya dengan cara mengikuti akun Vmesta milik Plague Doctor & menyebarkan video-video yang diunggahnya. Sementara di dunia nyata, mereka memberikan dukungan dengan cara menggelar aksi protes, mematuhi setiap perintah Plague Doctor, & memakai atribut bertema Plague Doctor, misalnya topeng burung.

Massa pendukung Plague Doctor.

Sudah disinggung sebelumnya kalau Plague Doctor memiliki akses atas data setiap pengguna media sosial Vmeste. Jika Plague Doctor ingin melenyapkan orang-orang tertentu tanpa membunuhnya secara langsung, Plague Doctor hanya perlu membocorkan informasi pribadi mereka & merilis video berisi perintah kepada para pendukungnya. Para pendukung Plague Doctor sesudah itu akan pergi mencari orang yang dimaksud & membunuhnya.

Plague Doctor juga memiliki asisten pribadi virtual yang bernama Margo. Saat menampakkan diri di hadapan Plague Doctor, wujud Margo nampak seperti kepala seorang wanita yang melayang-layang. Hanya dengan memberikan perintah suara, Plague Doctor bisa memerintahkan Margo untuk melakukan aneka macam hal di dunia maya. Mulai dari menghubungi polisi, mengunggah video secara otomatis, & lain sebagainya.


Sergei Razumovsky

Identitas asli dari Plague Doctor adalah seorang pakar teknologi sekaligus konglomerat yang bernama Sergei Razumovsky. Sergei memiliki masa kecil yang suram karena ia hidup dalam kondisi yatim piatu & kerap menjadi korban bully anak-anak lain di panti asuhan. Pengalaman traumatis tersebut lantas membuat Sergei tumbuh menjadi sosok pendendam & manipulatif.

Sergei diketahui mengidap gangguan kepribadian ganda. Dalam kondisi biasa, Sergei nampak memiliki sifat optimis, mudah bergaul, & membenci kekerasan. Namun saat kepribadian lainnya aktif, sifat Sergei berubah menjadi jauh lebih bengis & haus darah. Kepribadian lain Sergei tersebut diperkirakan muncul sebagai dampak dari akumulasi pengalaman buruknya saat masih kecil.

Grom (kiri) saat bertarung melawan Sergei / Plague Doctor.

Saat masih kecil pulalah, Sergei sudah melakukan pembunuhan perdananya. Korban pertama Sergei adalah 3 orang anak yang hendak membunuh seekor anjing liar. Sergei kecil membunuh ketiga anak tersebut dengan cara membakar mereka.

Sejak peristiwa tersebut, Sergei pun menjadi tergila-gila akan segala hal yang berbau api. Saat Sergei sudah dewasa & kemudian menyamar menjadi Plague Doctor, Sergei selalu menghabisi para korbannya dengan cara membakar mereka hidup-hidup.

Lepas dari sifat menjurus psikopat yang dimilikinya, Sergei sebenarnya memiliki rasa empati yang tinggi. Ia memiliki hasrat untuk mengubah dunia menjadi tempat yang lebih adil. Namun saat ia melihat kalau sistem hukum yang berlaku cenderung tajam ke bawah & tumpul ke atas, Sergei pun memutuskan untuk mengambil jalur main hakim sendiri. Dengan menyamar menjadi Plague Doctor, Sergei mulai membunuhi orang-orang yang menurutnya sudah merugikan orang banyak.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



REFERENSI

Martin, J.. 2017. "The Black Death".
(hosted.lib.uiowa.edu/histmed/plague/)

Vassilieva, M.. 2011. "Russia protest: White ribbon emerges as rallying symbol".
(www.bbc.com/news/world-europe-16097709)

Wikipedia. "Major Grom".
(en.wikipedia.org/wiki/Major_Grom)

Wikipedia. "Major Grom: Plague Doctor".
(en.wikipedia.org/wiki/Major_Grom:_Plague_Doctor)

(Film) Trofim, O.. 2021. "Major Grom : Plague Doctor".
 





COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.