Venom, Monster Hasil Kombinasi Alien & Manusia Laba-Laba



Venom dengan tangan yang bersimbah darah. (Socybball / pinterest.com)

Bagi mereka yang gemar mengikuti komik, game, atau serial kartun yang menampilkan karakter-karakter superhero milik perusahaan Marvel Comics, maka nama "Venom" harusnya bukanlah nama yang asing. Ya, itulah nama dari karakter penjahat super / supervillain yang kerap digambarkan sebagai musuh bebuyutan Spider-Man.

Alasan kenapa Venom digambarkan sebagai musuh bebuyutan Spider-Man bukan semata-mata karena karakter tersebut pernah terlibat konflik melawan Spider-Man. Tetapi juga karena Venom memiliki kekuatan laba-laba layaknya Spider-Man & mengetahui segala hal terkait identitas rahasia Spider-Man.

Di awal kemunculannya, Venom digambarkan sebagai karakter yang memiliki dendam pribadi kepada Spider-Man. Namun seiring berjalannya waktu, Venom juga kerap ditampilkan melakukan tindakan-tindakan heroik. Misalnya bertarung melawan penjahat super lain yang sudah mencelakakan warga sipil.

Venom kerap digambarkan sebagai contoh dari karakter bertipe antihero. Pasalnya di 1 sisi, Venom kerap melakukan tindakan heroik untuk melindungi mereka yang lebih lemah. Namun di sisi lain, Venom kerap bertindak semaunya sendiri & tidak ragu-ragu untuk membunuh lawannya.



SEJARAH

Awalnya Direncanakan Sebagai Karakter Wanita

Karakter Venom merupakan hasil karya dari komikus David Michelinie & Todd McFarlane. Menurut pengakuan David, pada awalnya ia ingin menciptakan Venom sebagai karakter yang berjenis kelamin wanita. Dalam konsep cerita yang dibuatnya, ada seorang wanita hamil & suaminya yang sedang berada di tepi jalan.

Sang suami kemudian menyetop taksi supaya ia & istrinya bisa menaiki taksi tersebut. Namun di saat yang bersamaan, sedang terjadi pertarungan antara Spider-Man & seorang penjahat super. Karena terganggu oleh pertarungan tersebut, sang supir taksi tidak bisa mengendalikan taksinya & akhirnya malah menabrak pasangan suami istri yang hendak menaiki taksinya.

Akibat tabrakan tersebut, wanita tadi harus kehilangan suami & bayi yang dikandungnya. Merasa murka karena harus kehilangan keluarganya secara tragis, wanita tersebut kemudian menyalahkan Spider-Man & bersumpah akan membalas dendam kepadanya. Saat itulah, ada monster symbiote yang muncul karena terpikat oleh perasaan dendam sang wanita tadi. Keduanya kemudian menyatu & berubah menjadi sosok baru yang bernama Venom.

David Michielinie. (magazinesandmonsters.com)

Ide cerita yang dibuat oleh David tersebut pada akhirnya tidak pernah terwujud akibat adanya penolakan dari editor Marvel, Jim Salicrup. Jim ingin supaya jenis kelamin Venom diubah menjadi pria karena menurutnya, karakter wanita tidak akan terlihat cukup menakutkan untuk menjadi musuh bebuyutan Spider-Man.

Maka, David pun kemudian menciptakan karakter pria berotot yang bernama Eddie Brock sebagai identitas asli Venom yang baru. Ia juga menciptakan alur cerita baru untuk Eddie Brock, di mana Eddie diceritakan menaruh dendam kepada Spider-Man usai kehilangan pekerjaannya sebagai wartawan ternama. Komikus Todd McFarlane kemudian dipercaya untuk menciptakan gambar sketsa Venom.

Karakter Eddie Brock sudah muncul di komik Spider-Man sejak tahun 1986. Namun sosok Venom baru benar-benar muncul pada komik Spider-Man no. 300 yang terbit pada bulan Mei 1988. Saat baru muncul, Venom nampak mirip dengan Spider-Man, namun dengan mulut yang lebar & kostum berwarna dominan hitam.

Di awal-awal kemunculannya, Venom masih belum memiliki lidah panjang. (marvel.fandom.com)

Sampul komik Spider-Man terbitan bulan Mei 1991. Dalam komik ini, untuk pertama kalinya Venom terlihat memiliki lidah panjang & dipenuhi air liur. (facebook.com/erik.larsen.75)

Venom di awal-awal kemunculannya masih belum memiliki lidah panjang. Namun sejak komik Spider-Man no. 347 terbitan bulan Mei 1991, Venom untuk pertama kalinya ditampilkan memiliki lidah panjang & berliur. Adalah Todd McFarlane yang memiliki ide untuk memberikan lidah panjang kepada Venom. Sejak itulah, Venom pun selalu memiliki mulut yang dipenuhi gigi tajam & lidah panjang.

Sejak kemunculan perdananya di media komik, Venom berhasil muncul sebagai salah satu karakter musuh Spider-Man yang paling terkenal. Dalam perkembangannya, Venom tidak selalu ditampilkan sebagai musuh Spider-Man, tetapi juga sebagai pembasmi kejahatan yang tidak segan-segan membunuh musuhnya.

Di luar ranah komik-komik terbitan Marvel, karakter Venom diduga kuat menjadi sumber inspirasi bagi karakter Spawn terbitan perusahaan Image Comics. Pasalnya seperti halnya Venom, Spawn juga memiliki kostum berwarna dominan hitam yang terbuat dari makhluk menyerupai lumpur. Kebetulan yang pernah menciptakan karakter Spawn adalah Todd McFarlane, komikus yang dulu juga ikut serta dalam menciptakan & mengembangkan kawakter Venom.


Todd McFarlane & karakter Spawn. (mp1st.com)


Merambah ke Luar Media Komik

Kembali ke soal Venom. Sukses menjadi idola baru di dunia komik, hanya masalah waktu sebelum Venom dimunculkan di media-media hiburan lain seperti kartun & video game. Kemudian pada tahun 2007, Venom akhirnya merambah ke media film setelah karakter tersebut ditampilkan sebagai salah satu musuh Spider-Man dalam film "Spider-Man 3" (SM3).

Tahun 2018, Venom akhirnya memiliki filmnya sendiri setelah ia muncul sebagai karakter utama dalam film "Venom". Di film tersebut, karakter Venom / Eddie Brock diperankan oleh aktor Tom Hardy. Karakter Venom di versi film 2018 memiliki sejumlah perbedaan penting jika dibandingkan dengan versi komiknya.

Sebagai contoh, karakter Spider-Man yang diceritakan sebagai sumber kekuatan Venom tidak muncul sama sekali di filmnya. Sebagai akibatnya, Venom di film ini tidak pernah menciptakan jaring. Namun sebagai gantinya, Venom bisa menciptakan tentakel supaya ia bisa berayun-ayun di ketinggian layaknya Spider-Man saat menggunakan jaringnya.

Karakter Venom (kiri) saat muncul dalam film buatan tahun 2018.

Begitu film "Venom" dirilis ke bioskop pada tahun 2018, film tersebut berhasil meraih pemasukan yang amat besar. Sebagai tanggapan atas tingginya sambutan positif yang ditunjukkan oleh penikmat film, film sekuel Venom pun dibuat dengan judul " Venom : Let There Be Carnage". Di film ini, Venom diceritakan bakal terlibat konflik dengan sosok kembarannya yang bernama Carnage.

Film sekuel "Venom" pada awalnya hendak dirilis pada tahun 2020 lalu. Namun akibat adanya wabah penyakit COVID-19 yang menyebabkan tutupnya bioskop-bioskop di seluruh dunia, waktu perilisan film tersebut terpaksa diundur hingga bulan Oktober 2021.



ALUR CERITA (KOMIK)

Berawal dari Knull & Spider-Man

Symbiote adalah makhluk parasit berbentuk menyerupai lumpur yang diciptakan oleh Knull, sosok misterius di luar angkasa yang memiliki kemampuan untuk menciptakan makhluk hidup. Knull pada awalnya menciptakan symbiote supaya ia bisa memanfaatkan makhluk hasil ciptaannya ini untuk menguasai spesies-spesies lain di alam semesta.

Salah satu symbiote hasil ciptaan Knull kelak ada yang terdampar di planet ciptaan Beyonder, sosok misterius dengan kekuatan yang nyaris tak terbatas. Di planet yang bersangkutan, Beyonder sedang menggelar turnamen pertarungan antara para superhero & penjahat super yang didatangkan dari Bumi.

Knull, pencipta asli makhluk symbiote.

Spider-Man / Peter Parker adalah 1 dari sekian banyak superhero tersebut. Di planet ciptaan Beyonder, Spider-Man tanpa sengaja menemukan mesin pembuat kostum yang berada di dalam kapal luar angkasa. Spider-Man lantas menggunakan mesin tersebut untuk memperbaiki kostumnya yang rusak.

Saat menggunakan mesin tersebut, mendadak sebuah cairan hitam misterius menyelubungi sekujur tubuh Spider-Man & menjadi kostum barunya. Belakangan diketahui kalau cairan hitam tersebut aslinya adalah makhluk symbiote.

Spider-Man pada awalnya tidak keberatan membiarkan symbiote menempel pada tubuhnya. Saat ia akhirnya kembali ke Bumi, ia tetap mengenakan kostum symbiote tersebut. Namun lama kelamaan, Spider-Man merasa bingung kenapa ia kerap merasa lelah setiap kali ia baru saja bangun tidur. Ia akhirnya sadar bahwa setiap kali ia tidur, symbiote tersebut akan mengendalikan tubuhnya secara diam-diam.

Khawatir kalau ia bakal dikuasai sepenuhnya oleh symbiote tersebut, Spider-Man lantas pergi ke sebuah gereja & melepaskan kostum symbiotenya di sana. Karena symbiote lemah terhadap bunyi yang amat keras, Spider-Man berhasil melepaskan symbiote dari tubuhnya dengan cara membunyikan lonceng gereja.

Spider-Man saat mengenakan kostum symbiote.

Sementara itu di gereja yang sama, seseorang yang bernama Eddie Brock sedang berdoa sambil mencari ketenangan setelah ia kehilangan pekerjaannya sebagai wartawan investigasi. Begitu symbiote tadi terlepas dari Spider-Man, symbiote tersebut kemudian ganti menempel pada tubuh Eddie Brock & mengubahnya menjadi sosok baru yang bernama Venom.

Symbiote memiliki kemampuan untuk menyerap kekuatan & memori dari inang lamanya. Dampaknya, saat symbiote tersebut ganti menempel pada Eddie Brock, Eddie alias Venom kini mengetahui identitas asli Spider-Man & memiliki semua kemampuan yang dimiliki oleh Spider-Man. Dengan kekuatan barunya ini, Venom kemudian pergi untuk membalas dendam kepada Spider-Man yang menurutnya sudah membuat ia kehilangan pekerjaannya.

Walaupun pada awalnya kewalahan, Spider-Man pada akhirnya berhasil mengalahkan Venom dengan cara memaksanya mengeluarkan terlalu banyak jaring hingga symbiotenya melemah. Sesudah itu, Venom sempat beberapa kali kembali terlibat pertarungan dengan Spider-Man, namun Spider-Man selalu berhasil menemukan cara untuk mengalahkan Venom.


Menciptakan Keturunan Baru

Tidak lama sesudah berhasil dikalahkan oleh Spider-Man untuk kesekian kalinya, Eddie ditempatkan dalam sel penjara yang sama dengan pembunuh berantai Clestus Kasady. Eddie pada akhirnya berhasil melarikan diri dari sel penjara tersebut setelah ia berubah menjadi Venom usai didatangi oleh symbiotenya.

Saat Kasady memeriksa lubang yang dibuat oleh Venom di dinding, ada potongan symbiote Venom yang tertinggal di dinding. Symbiote tersebut kemudian memasuki pembuluh darah Kasady & mengubahnya menjadi Carnage, sosok menyerupai Venom yang berwarna merah darah.

Potongan symbiote Venom saat menempel pada Cletus Kasady.

Kasady / Carnage kemudian memanfaatkan kekuatan barunya ini untuk melarikan diri & melakukan pembunuhan berantai di seantero kota. Karena Spider-Man tidak bisa menghentikan Carnage seorang diri, Spider-Man pun terpaksa meminta bantuan kepada Venom.

Kendati Venom masih menaruh dendam pada Spider-Man, Venom setuju untuk membantu Spider-Man karena ia tidak bisa menoleransi tindakan Carnage membunuhi warga sipil yang tak berdosa. Berkat kekuatan gabungan Venom & Spider-Man, Carnage pun akhirnya berhasil dikalahkan.

Carnage sendiri bukanlah satu-satunya hasil keturunan dari Venom. Di kemudian hari, Venom sempat diculik oleh organisasi rahasia yang bernama Life Foundation. Di markas Life Foundation, symbiote Venom kemudian dikloning untuk menciptakan 5 sosok tiruan Venom yang baru : Agony, Lasher, Phage, Riot, & Scream.

Setelah berhasil keluar dari markas Life Foundation, Venom kembali terlibat pertarungan dengan Carnage. Di tengah-tengah pertarungan, symbiote milik Carnage sempat membelah diri & kemudian menempel pada seorang polisi yang bernama Patrick Mulligan. Symbiote tersebut kemudian mengubah Patrick menjadi sosok bernama Toxin yang kekuatannya melebihi Venom maupun Carnage.

Carnage saat mencoba memisahkan symbiote Venom dari tubuh Eddie Brock.

Waktu berlalu, Eddie memutuskan untuk pensiun menjadi Venom & menjual symbiotenya kepada seorang anggota mafia yang bernama Angelo Fortunato. Sejak itulah, symbiote Venom sempat bergonta ganti inang. Dalam satu kesempatan, symbiote milik Venom bahkan sempat menempel sejenak pada istri Eddie yang bernama Anne Weying Brock.



KARAKTERISTIK SYMBIOTE VENOM

Symbiote adalah makhluk berbentuk menyerupai lumpur yang aslinya berasal dari luar angkasa. Saat menempel pada inangnya, symbiote akan menyelubungi tubuh mangsanya & kemudian bertindak sebagai lapisan kulit atau kostum baru bagi inangnya.

Jika manusia ditempeli oleh symbiote, maka manusia tersebut akan nampak seperti sosok berbaju ketat dengan mata yang besar. Kadang-kadang manusia yang memiliki inang symbiote juga bakal memiliki mulut yang lebar & penuh dengan gigi tajam.

Symbiote memiliki hubungan saling menguntungkan (simbiosis mutualisme) sekaligus merugikan (simbiosis parasitisme) dengan inangnya. Dalam kasus simbiosis mutualisme, inang yang sedang ditempeli oleh symbiote bakal memiliki kekuatan-kekuatan baru.

Kekuatan-kekuatan tersebut di antaranya adalah kemampuan untuk bergerak lincah, menciptakan senjata baru semisal tentakel, menyembuhkan diri, hingga kebal terhadap tembakan senjata api. Sebagai gantinya, symbiote akan menyerap zat-zat gizi dari inangnya.

Salah satu kekuatan yang dimiliki oleh symbiote adalah membuat inangnya kebal peluru.

Symbiote dikatakan melakukan simbiosis parasitisme karena saat inangnya sedang tidur, symbiote kerap membawa tubuh inangnya berjalan sambil tidur. Symbiote juga memiliki kebiasaan untuk menyerap kekuatan & memori yang dimiliki oleh inangnya, lalu mentransfernya kepada inang lain saat symbiote tersebut berganti inang.

Symbiote lemah terhadap bunyi-bunyian keras & suhu yang amat tinggi. Jika symbiote sampat terpapar hal-hal tadi saat masih menempel pada inangnya, maka inangnya juga bakal merasakan sakit. Namun jika symbiote berkembang biak di lingkungan Bumi, keturunannya bakal memiliki ketahanan jauh lebih tinggi terhadap hal-hal tadi.



KARAKTERISTIK VENOM / EDDIE BROCK

Venom bisa dibilang sebagai kembaran Spider-Man karena Venom memiliki semua kemampuan yang dimiliki oleh Spider-Man. Mulai dari memanjat dinding, melakukan gerakan akrobatik, hingga mengeluarkan jaring dari telapak tangannya. Hal itu sendiri bisa terjadi karena sebelum menempel pada Venom, symbiote milik Venom sempat menempel pada Spider-Man & menyerap semua kekuatan milik Spider-Man.

Venom juga bisa melakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan oleh Spider-Man. Sebagai contoh, Venom bisa menyerang Spider-Man tanpa merangsang indra laba-laba milik Spider-Man. Akibatnya, Spider-Man merasa kewalahan saat harus menghindar dari serangan tiba-tiba yang dilancarkan oleh Venom.

Venom saat bertarung melawan Spider-Man.

Tidak seperti Spider-Man yang memerlukan alat khusus untuk menembakkan jaringnya, Venom bisa menciptakan jaringnya sendiri. Namun karena jaring tersebut pada dasarnya adalah potongan symbiote milik Venom, Venom tidak bisa mengeluarkan jaring dalam jumlah yang terlampau banyak.

Karena symbiote milik Venom pernah menempel pada Spider-Man & memiliki semua kekuatan laba-laba miliknya, Venom memiliki tubuh berwarna gelap dengan simbol laba-laba putih di dada & punggungnya. Venom juga memiliki bentuk mata yang serupa dengan bentuk mata pada topeng Spider-Man, namun dengan tambahan mulut lebar & penuh dengan gigi tajam.

Saat belum menjadi Venom, Eddie Brock adalah manusia biasa yang berprofesi sebagai wartawan. Dalam salah satu artikel yang dibuatnya, Eddie membeberkan identitas seseorang yang ia yakini sebagai identitas asli pembunuh berantai Sin-Eater. Namun saat Spider-Man berhasil meringkus Sin-Eater, identitas asli Sin-Eater ternyata tidak sama dengan identitas orang yang diberitakan oleh Eddie.

Akibat peristiwa tersebut, reputasi Eddie tercemar & ia kehilangan pekerjaannya. Ia juga dikucilkan oleh keluarganya sendiri. Sejak itulah, Eddie menaruh dendam kepada Spider-Man yang menurutnya sudah menghancurkan hidupnya. Saat Eddie akhirnya berubah menjadi Venom, Eddie kemudian memanfaatkan kekuatan barunya ini untuk membalas dendam.

Symbiote yang sedang terpisah dari inangnya.

Dalam perkembangannya, obsesi Venom kini tidak lagi sebatas hanya membalas dendam kepada Spider-Man. Ia juga mulai memanfaatkan kekuatannya untuk melindungi orang-orang tidak bersalah dari ancaman penjahat & penjahat super. Namun tidak seperti superhero kebanyakan, Venom tidak segan-segan membunuh lawannya & bahkan memakannya hidup-hidup.

Bicara soal memakan, Venom memang memiliki perilaku kanibal karena symbiote milik Venom menyukai senyawa kimia yang terkandung dalam otak manusia. Supaya Venom tidak sering-sering memakan otak manusia, Venom / Eddie lantas mulai mengembangkan hobi memakan cokelat karena kebetulan cokelat juga mengandung senyawa kimia yang disukai oleh symbiote.

Lepas dari semua kekuatan yang dimilikinya, Venom juga memiliki kelemahan fatal. Venom akan merasakan perih jika terpapar suara yang amat keras. Kemudian jika terkena kobaran api, symbiote milik Venom bisa mati akibat terbakar hidup-hidup. Venom juga bisa pingsan jika sampai terkena listrik bertegangan tinggi.

Symbiote milik Venom memiliki kemampuan untuk berpindah dari 1 inang manusia ke inang manusia lain. Dengan melihat hal tersebut, maka siapapun pada dasarnya bisa menjadi Venom selama ia ditempeli oleh symbiote. Namun karena symbiote Venom memiliki perasaannya sendiri, symbiote Venom juga bisa memisahkan diri dari inangnya jika symbiote tersebut merasa tidak betah dengan inangnya.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



REFERENSI

Burlingame, R.. 2018. "Erik Larsen Shares the "Untold Origin" of Venom's Tongue".
(comicbook.com/marvel/news/erik-larsen-shares-the-untold-origin-of-venoms-tongue/)

Marvel Database. "Edward Brock (Earth-616)".
(marvel.fandom.com/wiki/Edward_Brock_%28Earth-616%29)

Radulovic, P.. 2021. "Venom: Let There Be Carnage delayed".
(www.polygon com/22622006/movie-venom-2-let-there-be-carnage-delayed-new-release-date)

Yehl, J.. 2018. "Venom Was Originally a Woman Who Blamed Her Miscarriage on Spider-Man".
(www.ign.com/articles/2018/10/09/venom-was-originally-a-woman-who-blamed-her-miscarriage-on-spider-man)

Komik, film, & game yang menampilkan karakter Venom.
 





COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.