U-boat, Kapal Selam Andalan Jerman dalam Perang Dunia I



U-boat (depan) saat memantau kapal berbendera AS di kejauhan. (Willy Stower)

Jerman di awal abad ke-20 dikenal sebagai salah satu negara adidaya Eropa berkat sektor industrinya yang maju & militernya yang amat kuat. Hal tersebut lantas turut tercermin pada sepak terjang Jerman dalam Perang Dunia I. Kendati Jerman mengalami kekalahan dalam perang tersebut, pasukan Jerman senantiasa merepotkan negara-negara lawannya saat perang masih berkecamuk.

Dalam Perang Dunia I, Inggris menjadi salah satu negara yang harus dihadapi oleh Jerman. Inggris pada waktu itu merupakan negara dengan angkatan laut terkuat di dunia. Hal yang bisa terjadi karena Inggris merupakan negara kepulauan dengan sektor industri yang maju & memiliki banyak wilayah jajahan di benua lain.

Jerman sendiri sadar akan kedigdayaan yang dimiliki oleh angkatan laut (AL) Inggris. Namun Jerman menolak untuk menyerah sebelum berjuang. Pasalnya jika AL Inggris sampai dibiarkan melakukan blokade di sekeliling Eropa secara leluasa, pasukan darat Jerman tidak akan bisa menerima perbekalan dari luar Eropa. Akibatnya, pasukan Jerman kemudian akan lumpuh dengan sendirinya akibat kelaparan & kehabisan amunisi.

Jerman tidak memiliki cukup kapal perang untuk mengimbangi kapal-kapal perang Inggris yang jumlahnya amat banyak. Sebagai solusinya, Jerman pun fokus membangun armada kapal selam atau biasa dikenal juga dengan sebutan "Unterseeboot" (U-boot). Kalau dalam bahasa Inggris, kapal selam Jerman dikenal dengan sebutan "Undersea boat" (U-boat; Kapal Bawah Laut).

Jauh sebelum Jerman menciptakan U-boat untuk keperluan Perang Dunia, penggunaan kapal selam untuk perang di laut sebenarnya sudah dikenal sejak masa Perang Sipil Amerika. Namun baru pada Perang Dunia I, kapal selam mulai digunakan secara besar-besaran dalam perang. Berkat keberadaan U-boat, Jerman kini memiliki senjata rahasia untuk mengimbangi armada laut Inggris dalam Perang Dunia I.

Saat Perang Dunia I meletus pada tahun 1914, Jerman baru memiliki 20 unit U-boat. Namun seiring berjalannya waktu, semakin banyak kapal U-boat yang dibuat oleh Jerman supaya Jerman bisa menembus blokade laut yang dibuat oleh kapal-kapal perang Inggris. Saat Perang Dunia I berakhir pada tahun 1918, Jerman diketahui sudah membangun lebih dari 370 unit U-boat.


Peta Jerman & Inggris semasa Perang Dunia I.


PROFIL & TAKTIK PERANG U-BOAT

U-boat diberi nama demikian karena kapal ini memang bisa menyelam di bawah laut. Namun akibat masih terbatasnya teknologi pada masa itu, U-boat tidak bisa menyelam terlalu lama di bawah permukaan laut. U-boat hanya bisa berada di bawah permukaan air selama kurang lebih 2 jam.

Dalam kondisi normal, U-boat akan berlayar di atas permukaan laut layaknya kapal biasa. Namun saat U-boat mendeteksi keberadaan kapal musuh, U-boat akan langsung bersembunyi dengan cara menyelam ke bawah permukaan air.

Supaya awak kapal U-boat bisa melihat posisi kapal musuh saat sedang berada di bawah air, bagian menara U-boat dilengkapi dengan periskop yang fungsinya serupa dengan teleskop. Satu kapal U-boat biasanya dioperasikan oleh 35 orang awak kapal atau lebih.

Awak kapal U-boat yang sedang mengintip melalui periskop. (U.S. Navy / wikimedia.org)

Saat sedang berada di permukaan laut, U-boat bergerak dengan tenaga mesin diesel. Namun saat sedang menyelam, U-boat akan ganti menggunakan tenaga baterai raksasa. Tujuannya supaya cadangan udara yang ada di dalam kapal tidak tersedot habis oleh mesin diesel yang sedang menyala.

U-boat bisa menyelam hingga kedalaman maksimum 50 meter & melaju dengan kecepatan 8 knot (hampir 15 km/jam). Sementara saat sedang berlayar di permukaan laut, U-boat bisa melaju hingga kecepatan 16 knot.

Untuk keperluan persenjataan, masing-masing U-boat biasanya dilengkapi dengan 12 misil torpedo & 1 unit meriam yang terpasang pada bagian atas kapal. Meriam tersebut harus dioperasikan secara manual oleh awak kapal & hanya bisa digunakan saat kapalnya sedang tidak menyelam. U-boat juga kerap ditugaskan untuk memasang ranjau laut di wilayah yang kerap dilalui kapal-kapal musuh.

Meriam atas U-boat. (iwm.org.uk)

Ilustrasi kapal selam yang sedang menembakkan torpedo di bawah laut. (unsplash.com)

Setiap kali U-boat sudah menentukan sasarannya, U-boat akan langsung muncul ke permukaan laut & menembakkan senjatanya ke arah kapal musuh. U-boat melakukan serangan dengan cara muncul terlebih dahulu ke permukaan laut karena U-boat lebih mudah bermanuver & melihat sasarannya saat sedang tidak menyelam.

Alasan lain kenapa U-boat memiliki kebiasaan untuk muncul lebih dulu ke permukaan laut sebelum menyerang adalah supaya awak kapal U-boat bisa mengambil stok perbekalan dari kapal musuh sebelum kapalnya benar-benar tenggelam. Kebetulan selain menyerang kapal perang, U-boat juga kerap menyerang kapal dagang & kapal barang yang beroperasi di wilayah musuh.



U-BOAT DALAM PERANG DUNIA I

Teror dari Bawah Laut

Serangan pertama U-boat Jerman terjadi pada tanggal 5 September 1914. Korbannya adalah kapal perang Inggris yang sedang berada di lepas pantai Skotlandia. Selain berhasil menenggelamkan 1 kapal Inggris, serangan tersebut juga menewaskan lebih dari 250 awak kapal Inggris.

Kurang dari 2 minggu kemudian, U-boat berhasil menenggelamkan 3 kapal perang Inggris & menewaskan lebih dari 1.400 orang awaknya. Selama periode ini, kapal perang & kapal-kapal pengangkut kebutuhan perang (misalnya minyak) menjadi sasaran utama U-boat untuk ditenggelamkan.

Hal tersebut seketika berubah ketika pada bulan Februrari 1915, pemerintah Jerman mengumumkan kalau U-boat bakal menyerang kapal apapun yang berlayar dari & menuju Inggris. Tanpa peduli apakah kapal tersebut merupakan kapal milik negara-negara yang tidak terlibat perang. Pengumuman tersebut sekaligus menandai dimulainya periode "perang kapal selam tanpa batas" (unrestricted submarine warfare).

Tanggal 7 Mei 1915, kapal penumpang Lusitania  tenggelam akibat menjadi korban serangan U-boat. Serangan tersebut juga menewaskan hampir 1.200 penumpang, di mana sebanyak 128 di antaranya adalah warga negara Amerika Serikat (AS). Insiden tersebut jelas mengundang kecaman dari pemerintah & rakyat AS.

Kapal Lusitania yang sedang tenggelam usai diserang oleh U-boat. (Norman Wilkinson)

Pemerintah Jerman mengklaim kalau Lusitania ditenggelamkan karena kapal tersebut mengangkut amunisi untuk pasukan Inggris. Namun pemerintah AS tidak mau tahu & ngotot meminta ganti rugi kepada pemerintah Jerman. Karena Jerman tidak mau berperang melawan AS, pemerintah Jerman memutuskan untuk mengubah kebijakannya & tidak akan menenggelamkan kapal non-militer jika semua penumpangnya belum selesai dievakuasi.


Bermain Kucing-Kucingan dengan U-boat

Berubahnya kebijakan Jerman tersebut lantas ditanggapi oleh pemerintah Inggris dengan cara memodifikasi kapal-kapal perangnya. Kapal-kapal perang Inggris didandani supaya terlihat menyerupai kapal dagang. Kemudian supaya meriam yang ada di atas kapal tidak terlihat, meriam tersebut disembunyikan dengan memakai timbunan jerami.

Kapal-kapal perang Inggris yang berukuran besar juga dilengkapi dengan bom kedalaman (depth charge), bom khusus yang didesain untuk menenggelamkan kapal selam. Jika kapal perang Inggris berhasil mengetahui lokasi U-boat Jerman, kapal perang Inggris akan bergegas pergi menuju lokasi yang dimaksud & kemudian menjatuhkan bom kedalaman ke bawah laut.

Saat bomnya sudah tenggelam hingga mencapai kedalaman tertentu, bomnya akan meledak & merusak U-boat yang berada dalam radius ledakan. Jika kebetulan kapal patroli Inggris yang berhasil memergoki U-boat sedang tidak dilengkapi dengan bom kedalaman, awak kapal akan mencoba merusak lensa periskop milik U-boat musuh dengan cara memukulnya memakai palu.

Ilustrasi kapal perang yang sedang menjatuhkan bom kedalaman ke kapal selam di bawahnya. (militaryimages.net)

Pasukan Inggris juga giat memanfaatkan pesawat & kapal udara untuk membantu membatasi ruang gerak U-boat. Saat ada pilot yang melihat keberadaan U-boat, pilot tersebut akan langsung menghubungi kapal perang terdekat lewat radio untuk memberitahukah lokasi U-boat. Sebagai akibatnya, jika U-boat melihat pesawat musuh di kejauhan, maka U-boat tersebut akan lebih memilih untuk menyelam.

Memasuki tahun 1917, semakin berlarut-larutnya perang menyebabkan Jerman merasa frustrasi & mencoba memenangkan perang dengan segala cara. Maka, sejak bulan Januari di tahun tersebut, pemerintah Jerman menghidupkan kembali kebijakan "perang kapal selam tanpa batas".

Sejak kebijakan tersebut kembali diberlakukan, armada U-boat Jerman berhasil menenggelamkan lebih dari 500 kapal hanya dalam rentang waktu 3 bulan. Sementara itu di luar Jerman, keputusan Jerman untuk membiarkan armada kapal selamnya mengamuk tak terkendali menyebabkan pemerintah AS kembali merasa gusar. Maka, pada bulan April 1917, pemerintah AS menyatakan perang kepada Jerman.


Saat Wilayah AS Dihantui U-boat

Pemerintah Jerman lantas menanggapi pernyataan perang AS dengan cara membangun U-cruiser, jenis U-boat yang ukurannya lebih besar & bisa melakukan pelayaran dalam jarak yang lebih jauh. Jerman berencana menggunakan armada U-cruiser untuk menyerang wilayah AS secara langsung.

Serangan yang dimaksud akhirnya benar-benar terjadi pada bulan Mei 1918. Pada bulan tersebut, armada U-cruiser Jerman melakukan serangan membabi buta di perairan AS & berhasil menenggelamkan 13 kapal. Selain menyerang kapal, armada U-cruiser Jerman juga menyerang kabel telegram bawah laut & menaruh ranjau laut di sekitar pelabuhan-pelabuhan AS.

U-boat saat menyerang kapal musuh di permukaan laut. (sanctuaries.noaa.gov)

Semakin ganasnya serangan yang dilakukan oleh kapal-kapal selam Jerman menyebabkan AS & Inggris memutuskan untuk kembali melakukan perubahan strategi. Supaya kapal-kapal dagang AS & Inggris bisa berlayar dengan selamat, kapal-kapal dagang tersebut dianjurkan untuk selalu berlayar secara beramai-ramai.

Konvoi kapal dagang tersebut kemudian bakal dikawal oleh kapal-kapal perang AS & Inggris. Dengan cara ini, U-boat Jerman tidak bisa lagi menyerang kapal dagang secara leluasa. Karena jika mereka nekat melakukannya, U-boat tersebut bakal langsung dikejar & ditenggelamkan oleh kapal perang musuh yang gerakannya lebih cepat.

Ikut terlibatnya AS dalam Perang Dunia I menyebabkan Jerman semakin kewalahan. Pasalnya berkat keterlibatan AS, Inggris & sekutunya bisa mendapatkan pasokan logistik yang mereka butuhkan untuk melanjutkan perang. Di lain pihak, perang yang tidak jelas kapan berakhirnya semakin menguras perekonomian Jerman.

Sadar kalau pihaknya tidak bisa lagi melanjutkan perang, pemerintah Jerman memutuskan untuk menyerah pada bulan November 1918. Menyerahnya Jerman sekaligus menandai berakhirnya Perang Dunia I dengan kekalahan Jerman.


U-boat beserta para awaknya saat sedang berada di permukaan laut. (history.com)


Mati Suri Sesudah Perang Dunia I

Berdasarkan perjanjian damai Versailles yang diresmikan seusai perang, Jerman tidak lagi diperbolehkan membuat & memiliki armada kapal selam. Jerman juga diharuskan menyerahkan semua U-boat miliknya ke negara-negara Sekutu pemenang perang.

Hingga beberapa tahun sesudah berakhirnya Perang Dunia I, Jerman sempat tidak memiliki armada kapal selamnya sendiri. Namun hal tersebut seketika berubah ketika Adolf Hitler menjadi kanselir / kepala pemerintahan Jerman yang baru.

Tanpa mengindahkan larangan dalam Perjanjian Versailles, Hitler memerintahkan pembangunan armada U-boat yang baru secara besar-besaran. Saat Perang Dunia II meletus, armada U-boat ini kemudian digunakan oleh Jerman untuk menyerang kapal-kapal AS & Inggris yang berseliweran di Samudera Atlantik.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



REFERENSI

Derencin, D.. 2003. "Maintenance and usage of submarine batteries".
(uboat.net/articles/id/54)

Halliday, H.A.. 2016. "The first air war at sea".
(legionmagazine.com/en/2016/02/the-first-air-war-at-sea/)

Helgason, G.. "Depth Charges".
(uboat.net/allies/technical/depth_charges.htm)

History.com. 2009. "Germans unleash U-boats".
(www.history.com/this-day-in-history/germans-unleash-u-boats)

Klein, C.. 2022. "How German U-Boats Were Used in WWI—And Perfected in WWII".
(www.history.com/news/u-boats-world-war-i-germany)

Lye, H.. 2019. "A history of submarines: from U-boat to Dreadnought".
(www.naval-technology.com/analysis/a-history-of-submarines-from-u-boat-to-dreadnought/)

MacLean, C.. 2018. "World War I on the homefront".
(sanctuaries.noaa.gov/news/may18/world-war-i-on-the-homefront.html)
  






COBA JUGA HINGGAP KE SINI...



4 komentar:

  1. Ada kata kata yang salah gan, tahun 2018 di beberapa paragraf
    Mohon di cek

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah diganti. Terima kasih untuk koreksinya.

      Hapus
  2. Min, U-Boat versi PDII gak dibahas sekalian min?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum. Niat saya sih artikel yang soal U-boat PDII dibahas di artikel lain, supaya artikel yang ini tidak terlalu panjang.

      Hapus

Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda selama tidak mengandung iklan, kata-kata kasar, & provokasi SARA.

Setiap komentar yang baru masuk akan dimoderasi terlebih dahulu. Jadi jangan panik jika komentar anda tidak langsung muncul.

Diberdayakan oleh Blogger.