Beruang Hitam Asia, Raksasa Legam Berdada Putih



Seekor beruang hitam Asia. (jpr65 / wikimedia.org)

Beruang hitam Asia (Asian black bear; Ursus thibetanus) adalah nama dari spesies beruang yang sesuai namanya memang terdapat di Benua Asia & memiliki bulu berwarna hitam. Habitat beruang ini tersebar mulai dari Iran, Pakistan, Afganistan, Pegunungan Himalaya, Myanmar, Thailand, Indocina, Asia Timur, serta Rusia timur.

Selain dengan nama "beruang hitam Asia", hewan yang bersangkutan juga dikenal dengan nama "beruang bulan" (moon bear). Pasalnya di bagian dada beruang ini, terdapat motif berbentuk bulan sabit berwarna putih. Motif bulan sabit tersebut juga terlihat menyerupai huruf "V".

Beruang hitam Asia memiliki kemiripan fisik dengan beruang madu (Helarctos malayanus), spesies beruang berwarna dominan hitam yang habitat aslinya berada di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Bedanya adalah jika beruang hitam Asia memiliki tubuh yang gemuk & motif dada berwarna putih, maka beruang madu memiliki tubuh yang kurus & motif dada berwarna kuning gelap.

Perbandingan antara beruang hitam Asia & beruang madu. (Guérin Nicolas / wikipedia.org) (Tarik Thami / thoughtco.com)

Lingkungan yang menjadi habitat favorit beruang hitam Asia adalah kawasan pegunungan yang dipenuhi oleh hutan rimbun. Pada musim panas, beruang ini akan naik ke habitat yang lebih tinggi. Namun saat musim dingin tiba & banyak tanaman yang kehilangan daunnya akibat dampak musim dingin, beruang ini akan turun menuju habitat yang lebih rendah.

Dibandingkan dengan spesies beruang lainnya, beruang hitam Asia tergolong sebagai spesies beruang yang berukuran sedang. Beruang ini memiliki panjang maksimum 1,9 meter & berat maksimum 200 kg. Namun pada umumnya, berat badan beruang ini hanya sekitar separuhnya.

Karena hewan ini memiliki ukuran yang tidak terlalu besar, beruang raksasa Asia bisa memanjat pohon dengan mudah. Selain pandai memanjat, beruang raksasa Asia juga mahir berenang.


Beruang hitam Asia yang sedang berada di atas pohon. (Shiv's fotografia / wikimedia.org)


PERILAKU MAKAN & REPRODUKSI

Beruang raksasa Asia aktif mencari makan pada siang maupun malam hari. Namun di kawasan yang banyak dihuni oleh manusia, mereka cenderung baru aktif pada malam hari. Saat sedang tidak beraktivitas, beruang raksasa Asia akan tidur di dalam gua atau di dalam rongga pohon.

Beruang raksasa Asia bepergian dengan cara berjalan memakai keempat kakinya. Namun dalam kondisi tertentu (misalnya saat bertarung melawan beruang lainnya), beruang raksasa Asia juga bisa berdiri memakai kedua kaki belakangnya.

Beruang raksasa Asia adalah hewan omnivora alias pemakan segala. Makanan mereka terdiri dari buah-buahan, kacang, umbi akar, kulit pohon, hewan-hewan kecil, hingga bangkai hewan besar. Berkat indra penciumannya yang tajam, beruang raksasa Asia bisa menemukan makanan yang terkubur hingga kedalaman 1 meter di bawah tanah.

Beruang raksasa Asia adalah hewan soliter alias penyendiri. Mereka memiliki wilayah kekuasaannya masing-masing. Semakin tersebar makanan di suatu lokasi, maka wilayah kekuasaan masing-masing beruang bakal semakin luas. Untuk menandai batas wilayahnya, beruang ini akan meninggalkan jejak bau memakai air kencing & tinja.

Beruang hitam Asia yang sedang makan. (coniferousforest.com)

Beruang raksasa Asia biasanya melakukan perkawinan pada musim panas atau gugur waktu setempat. Saat musim kawin tiba, beruang raksasa Asia yang normalnya hidup menyendiri bakal semakin sering terlihat bersama-sama. Semakin besar ukuran seekor beruang, maka peluangnya untuk mendapatkan pasangan kawin menjadi semakin besar.

Beruang betina yang sudah melakukan perkawinan selanjutnya akan memasuki periode kehamilan yang bisa berlangsung selama 8 bulan. Jumlah bayi yang bisa dikandung oleh beruang betina di setiap kehamilan adalah 2 ekor.

Bayi beruang raksasa Asia lahir dalam kondisi buta. Namun sesudah usia 1 minggu, bayi tersebut sudah bisa membuka matanya. Bayi beruang hidup dari air susu induknya hingga usia 3 bulan & tetap tinggal bersama induknya hingga usia 3 tahun. Beruang raksasa Asia mengalami kematangan seksual pada usia 3 tahun & bisa hidup hingga usia 33 tahun.


Sepasang beruang hitam Asia yang sedang berdiri tegak. (H. Zell / wikimedia.org)


DIMANGSA HARIMAU, DIGUSUR MANUSIA

Karena beruang raksasa Asia berukuran lumayan besar & memiliki cakar serta gigi yang tajam, beruang ini tidak memiliki banyak musuh di alam liar. Satu dari sedikit hewan yang diketahui memangsa beruang raksasa Asia adalah harimau.

Meskipun beruang raksasa Asia kerap dimangsa oleh harimau, beruang ini juga kerap mengambil resiko dengan cara memakan hewan yang baru saja dibunuh & ditinggal pergi oleh harimau. Saat sedang sibuk makan itulah, beruang raksasa Asia menjadi rawan diserang secara tiba-tiba oleh harimau.

Beruang raksasa Asia normalnya bukanlah hewan yang berbahaya bagi manusia. Mereka amat jarang menyerang manusia, kecuali jika diganggu terlebih dahulu atau beruang tersebut sedang melindungi anaknya.

Lepas dari hal tersebut, beruang raksasa Asia juga kerap dibunuh oleh manusia oleh di habitat liarnya. Pasalnya beruang ini memiliki kebiasaan memasuki peternakan & ladang untuk memakan hewan & tanaman yang ada di sana. Sebagai akibatnya, beruang ini pun dianggap sebagai hama oleh penduduk setempat.

Akibat penyempitan habitat & konflik dengan manusia, beruang raksasa Asia sekarang tergolong sebagai hewan yang populasinya berada dalam kondisi rentan (vulnerable). Di Taiwan, beruang ini sekarang dikategorikan sebagai hewan yang dilindungi. Beruang ini juga ditetapkan sebagai hewan nasional Taiwan & kerap ditampilkan sebagai maskot khas negara tersebut.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Ordo : Carnivora
Famili : Ursidae
Genus : Ursus
Spesies : Ursus thibetanus



REFERENSI

Asiatic Black Bears.
(www.asiatic-black-bears.com)

Goodness, T.. 2004. "Ursus thibetanus".
(animaldiversity.org/accounts/Ursus_thibetanus/)

Helmenstine, A.M.. 2019. "Sun Bear Facts".
(www.thoughtco.com/sun-bear-4694342)

The Bear Planet. "The Asiatic Black Bears".
(www.bearplanet.org/asiatic-black-bears.php)

Taiwan Scene. 2019. "In search of the elusive Formosan black bear in Taiwan".
(taiwan-scene.com/in-search-of-the-elusive-formosan-black-bear/)
  





COBA JUGA HINGGAP KE SINI...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda selama tidak mengandung iklan, kata-kata kasar, & provokasi SARA.

Setiap komentar yang baru masuk akan dimoderasi terlebih dahulu. Jadi jangan panik jika komentar anda tidak langsung muncul.

Diberdayakan oleh Blogger.