Daftar Unique Unit Baru dalam Game "Age of Empires II DE : Dynasties of India"



Wallpaper game "Dynasties of India" yang menampilkan prajurit Chakram Thrower, Urumi Swordsman, & Shrivamsha Rider. (ageofempires.fandom.com)

"Age of Empires II" (AoE II) adalah game strategi dengan riwayat yang amat panjang. Pasalnya sejak pertama kali dirilis pada tahun 1999, game ini masih konsisten menelurkan sekuel ekspansi lanjutannya hingga sekarang. Pada bulan April 2022 lalu, sekuel terbaru game AoE II baru saja dirilis dengan judul "Dynasties of India" (DoI; Dinasti-Dinasti India).

Sesuai dengan judulnya, game DoI menampilkan faksi-faksi baru yang terinspirasi dari kerajaan-kerajaan yang pernah berdiri di India. Faksi-faksi baru tersebut adalah Gurjaras (terinspirasi dari Dinasti Gurjara Pratihara yang pernah berdiri di India utara), Dravidians (India selatan), & Bengalis (wilayah Bangladesh sekarang).

Selain ketiga faksi tadi, game DoI juga menyertakan faksi baru tapi lama yang bernama Hindustanis. Disebut "baru tapi lama" karena faksi Hindustanis aslinya adalah faksi Indians yang sudah muncul dalam game AoE II sejak tahun 2013, namun kemudian dimodifikasi & diubah namanya menjadi Hindustanis pada tahun 2022 ini.

Diubahnya faksi Indians menjadi faksi Hindustanis tidak lepas dari banyaknya kritikan yang dilontarkan kepada faksi Indians sejak pertama kali dirilis. Pasalnya faksi Indians yang muncul dalam game AoE II dianggap hanya menyertakan elemen & gaya permainan yang terinspirasi dari kerajaan-kerajaan Muslim di India utara. Padahal India memiliki suku bangsa yang amat beragam, lengkap dengan persenjataan khasnya masing-masing.

Beragamnya senjata khas yang dimiliki oleh suku-suku di India lantas turut tercermin pada Unique Unit yang muncul dalam game DoI. Berikut ini adalah Unique Unit baru yang muncul dalam game DoI beserta penjelasan singkat mengenai sejarah masing-masing unit di dunia nyata.



CAMEL SCOUT

Camel Scout (kiri) & lukisan India yang menampilkan penunggang unta (kanan).

Faksi : Gurjaras
Tipe : kavaleri
Dibuat di : Stable

Deskripsi (Versi Game) :

Setiap kali permainan baru saja dimulai, masing-masing pemain biasanya dilengkapi dengan Scout Cavalry / Eagle Scout sebagai satu-satunya unit militer yang mereka miliki. Namun tidak demikian halnya dengan Gurjaras. Pasalnya di awal permainan, pengguna faksi Gurjaras tidak dilengkapi dengan Scout Cavalry maupun Eagle Warrior, melainkan unit baru yang bernama Camel Scout (Pengintai Unta).

Sesuai dengan namanya, Camel Scout adalah unit yang ditampilkan sebagai penunggang unta. Di dalam game AoE II, unit-unit bertipe unta biasanya memiliki bonus serangan melawan unit bertipe kavaleri. Hal serupa juga berlaku untuk Camel Scout. Dalam pertarungan 1 lawan 1 antara Camel Scout melawan Scout Cavalry, Camel Scout bakal selalu keluar sebagai pemenang.

Berkat bonus serangan yang dimilikinya tersebut, Camel Scout pun menjadi unit yang efektif untuk menghentikan taktik "scout rush", taktik di mana seorang pemain menyerang markas pemain lawan di awal-awal permainan dengan menggunakan segerombolan Scout Cavalry.

Camel Scout aslinya adalah pendahulu dari unit Camel Rider yang ada di Stable. Jika pemain sudah mencapai tahapan Castle Age, maka Camel Scout miliknya akan berubah menjadi Camel Rider.

Deskripsi (Versi Dunia Nyata) :

Jika bicara soal unta berpunuk, maka orang awam umumnya bakal mengira kalau unta hanya dapat ditemukan di kawasan gurun Timur Tengah. Faktanya, unta aslinya juga dapat ditemukan di India. Kebetulan di wilayah sebelah barat India memang terdapat kawasan padang pasir yang bernama Gurun Thar.

Unta merupakan hewan andalan manusia di padang pasir karena hewan ini bisa hidup tanpa makan & minum dalam jangka waktu yang lama. Dinasti Gurjara-Pratihara yang pernah berdiri di India hingga abad ke-11 diketahui pernah menggunakan unta sebagai hewan pengangkut logistik & hewan tunggangan prajurit kavaleri.



CHAKRAM THROWER

Chakram Thrower (kiri) & karakter Xena yang sedang memegang senjata chakram (kanan).

Faksi : Gurjaras
Tipe : infantri
Dibuat di : Castle

Deskripsi (Versi Game) :

Chakram Thrower adalah unit infantri yang memiliki serangan jarak jauh. Unit ini bertarung dengan cara melemparkan cakram logam miliknya ke arah musuh. Chakram Thrower memiliki kemiripan dengan Gbeto & Throwing Axeman karena seperti halnya unit-unit tadi, Chakram Thrower memiliki serangan jarak jauh, namun serangannya digolongkan sebagai serangan bertipe melee (bukan pierce layaknya pasukan pemanah biasa).

Kelebihan utama Chakram Thrower dibandingkan unit-unit jarak jauh lainnya adalah serangan yang dilepaskan oleh Chakram Thrower bisa melukai banyak unit sekaligus. Saat Chakram Thrower melemparkan cakramnya ke arah unit musuh, cakram tersebut akan menembus unit musuh & melukai unit-unit yang ada di belakangnya juga.

Berkat karakteristik serangan yang dimilikinya, Chakram Thrower merupakan unit yang ideal untuk dipasangkan dengan pasukan berkuda / kavaleri. Pasukan berkuda ditempatkan di garis depan untuk berhadapan langsung dengan pasukan jarak dekat musuh. Sementara Chakram Thrower ditempatkan di belakangnya supaya bisa menyerang musuh dari jarak yang aman.

Deskripsi (Versi Dunia Nyata) :

Chakram adalah senjata berupa gelang raksasa yang terbuat dari logam. Bagi anda yang pernah menonton serial TV lawas "Xena : The Warrior Princess", maka senjata ini harusnya bukanlah senjata yang asing bagi anda. Pasalnya Xena selaku karakter utama dalam serial tersebut kerap terlihat menggunakan chakram dalam banyak kesempatan.

Chakram adalah senjata jarak jauh yang digunakan dengan cara dilempar. Karena chakram memiliki bagian tepi yang tajam, chakram yang sedang melayang di udara bisa menebas benda apapun yang ada di jalurnya. Termasuk leher manusia sekalipun!



GHULAM

Ghulam (kiri) & ilustrasi prajurit ghulam yang menunggang kuda (kanan).

Faksi : Hindustanis
Tipe : infantri
Dibuat di : Castle

Deskripsi (Versi Game) :

Ghulam bisa dideskripsikan sebagai Eagle Warrior-nya Hindustanis. Pasalnya seperti halnya Eagle Warrior, Ghulam merupakan unit infantri yang dilengkapi dengan tombak, memiliki gerakan yang cepat, & tahan terhadap serangan jarak jauh musuh. Namun Ghulam juga memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh Eagle Warrior.

Kelebihan yang dimiliki Ghulam tersebut adalah Ghulam bisa melukai 2 unit sekaligus hanya dalam sekali serang. Jika Ghulam menyerang unit musuh, maka unit lain yang berada tepat di belakangnya akan ikut terkena efek serangan Ghulam.

Berkat kemampuan uniknya tersebut, Ghulam pun amat cocok digunakan untuk menghabisi pasukan musuh yang sedang berada dalam formasi menggerombol. Khususnya pasukan pemanah karena Ghulam kebetulan memiliki armor / pertahanan tinggi terhadap serangan dari pasukan bertipe pemanah.

Deskripsi (Versi Dunia Nyata) :

Ghulam / ghilman adalah sebutan untuk budak yang memiliki keahlian berperang. Berkat keahliannya tersebut, ghulam pun oleh pemiliknya dimanfaatkan sebagai pasukan pribadi. Kerajaan-kerajaan Muslim yang berpusat di Irak & Asia Tengah diketahui banyak menggunakan ghulam sebagai bagian dari pasukannya.

Di game AoE, ghulam digambarkan sebagai prajurit infantri yang tidak menunggang kuda. Namun dalam sejarah aslinya, ghulam aslinya banyak yang berperan sebagai pasukan penunggang kuda / kavaleri. Kebetulan banyak personil ghulam yang direkrut dari Asia Tengah & India, kawasan yang terkenal memiliki banyak penunggang kuda hebat.



RATHA

Ratha (atas) & relief dari Candi Airawateswara yang menampilkan sosok delman (bawah).

Faksi : Bengalis
Tipe : kavaleri / kavaleri pemanah
Dibuat di : Castle

Deskripsi (Versi Game) :

Ratha adalah unit yang nampak seperti delman. Unit ini bisa dideskripsikan sebagai 2 tipe prajurit yang digabung menjadi 1. Pasalnya Ratha memiliki 2 tipe serangan, yaitu serangan jarak dekat & serangan jarak jauh.

Dalam pertarungan jarak dekat, pengemudi Ratha akan bertarung dengan memakai pedangnya. Namun dalam pertarungan jarak jauh, pengemudi Ratha akan menyerang musuh dengan memakai panah.Berkat 2 tipe serangan yang dimilikinya & gerakannya yang cukup cepat, Ratha merupakan unit yang fleksibel & bisa digunakan untuk hampir segala macam situasi.

Jika ingin menyerang pasukan yang gerakannya lambat, Ratha bisa menggunakan taktik menyerang sambil mundur. Namun jika Ratha berhadapan dengan pasukan berkuda, Ratha bisa beralih menggunakan serangan jarak dekat yang daya rusaknya lebih kuat. Meskipun Ratha nampak tidak memiliki kelemahan, Ratha tidak boleh digunakan untuk menghadapi pasukan bertipe unta (Camel) karena unta memiliki bonus serangan terhadap Ratha.

Deskripsi (Versi Dunia Nyata) :

Delman merupakan kendaraan perang yang banyak digunakan oleh militer India sejak masa ribuan tahun Sebelum Masehi hingga awal-awal periode Masehi. Karena delman memiliki gerakan yang cepat & bisa digunakan untuk mengangkut aneka macam prajurit, delman pun banyak digunakan di medan perang.

Taktik utama delman di medan perang adalah delman bakal melaju sambil menyerang musuhnya dari jarak jauh. Untuk taktik yang 1 ini, kusir delman bakal memacu kudanya supaya delmannya terus bergerak. Sementara prajurit pemanah yang ada di dalam gerbong delman bakal fokus menembakkan senjatanya ke arah musuh. Delman yang sedang melaju kencang juga bisa menabrak & melindas prajurit infantri musuh dengan mudah.

Meskipun nampak serba bisa, delman juga memiliki kelemahan. Delman hanya bisa digunakan di tempat yang permukaannya rata & tidak banyak dipenuhi oleh pepohonan serta batu besar. Atas sebab itulah, penggunaan delman secara berangsur-angsur ditinggalkan & digantikan oleh prajurit penunggang kuda serta gajah.



SHRIVAMSHA RIDER

Shrivamsha Rider (atas) & relief Candi Kesawa di India yang menampilkan penunggang kuda (bawah).

Faksi : Gurjaras
Tipe : kavaleri
Dibuat di : Stable

Deskripsi (Versi Game) :

Satu lagi unique unit milik faksi Gurjaras. Gurjaras tidak memiliki Battle Elephant maupun Knight dalam Stable miliknya. Sebagai gantinya, Gurjaras memiliki Shrivamsha Rider sebagai unit kavaleri dengan kekuatan serangan terkuat.

Jika dibandingkan dengan Knight, Shrivamsha Rider nampak sebagai unit yang inferior karena Shrivamsha Rider memiliki kekuatan serangan & darah (HP) yang lebih rendah dibandingkan Knight. Namun Shrivamsha Rider memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh Knight.

Kelebihan tersebut adalah Shrivamsha Rider memiliki kemampuan untuk menyerap serangan jarak jauh musuh. Dampaknya, HP milik Shrivamsha Rider tidak akan berkurang meskipun diserang oleh prajurit jarak jauh musuh berulang kali. Dikombinasikan dengan gerakannya yang cepat, Shrivamsha Rider pun menjadi unit yang ideal untuk menghabisi pasukan bertipe kavaleri pemanah (Cavalry Archer).

Deskripsi (Versi Dunia Nyata) :

Kuda merupakan hewan yang amat lazim digunakan sebagai hewan tunggangan prajurit karena hewan ini memiliki stamina tinggi & bisa berlari amat cepat. Selain bisa digunakan sebagai alat transportasi prajurit, kuda juga bisa dilatih untuk berlari sambil menabrak prajurit musuh (charging).

Di India sendiri, kuda lazimnya digunakan di India utara & tengah karena kedua kawasan tersebut memiliki iklim yang cocok untuk memelihara & membiakkan kuda. Prajurit kavaleri India biasanya dilengkapi dengan senjata tombak & tameng bundar.

Dinasti Gurjara-Pratihara yang pernah berdiri di India utara diketahui pernah menggunakan kuda dari peranakan Shrivamsha dalam komposisi pasukannya. Menurut catatan sejarah, kuda Shrivamsha dideskripsikan sebagai kuda yang bisa melintasi kawasan padang pasir dengan mudah.



THIRISADAI

Thirisadai (atas) & replikan modern Kapal Borobudur (bawah).

Faksi : Dravidians
Tipe : kapal perang
Dibuat di : Dock

Deskripsi (Versi Game) :

Thirisadai adalah salah satu kapal perang terkuat yang ada di dalam game. Pasalnya Thirisadai memiliki HP berjumlah banyak & kekuatan serangan yang besar. Thirisadai menyerang musuh dengan cara menembakkan beberapa anak panah sekaligus.

Thirisadai bisa dideskripsikan sebagai 2 kapal Galleon yang hanya menghabiskan 1 jatah populasi. Pasalnya biaya pembuatan 1 kapal Thirisadai setara dengan biaya pembuatan 2 kapal Galleon. Dalam pertarungan 1 lawan 1, Thirisadai bisa mengalahkan Galleon denga mudah.

Namun, Thirisadai juga memiliki kelemahan. Thirisadai memiliki jarak serangan yang lebih pendek & kecepatan yang lebih lambat dibandingkan Galleon. Untuk mengatasinya, pengguna faksi Dravidians sebaiknya membuat Thirisadai sambil ditemani oleh Galleon di belakangnya.

Deskripsi (Versi Dunia Nyata) :

India selatan di masa lalu pernah menjadi lokasi berdirinya Kerajaan Chola, salah satu kerajaan maritim terkuat di Asia Selatan pada masanya. Pada puncak kejayaannya, Kerajaan Chola diketahui pernah mengirim pasukan hingga ke Asia Tenggara untuk menginvasi Kerajaan Sriwijaya.

Sebagai kerajaan maritim yang berdiri selama ribuan tahun, maka Kerajaan Chola secara teoritis memiliki angkatan laut yang kuat. Namun tidak banyak informasi yang diketahui mengenai angkatan laut Chola, termasuk mengenai kapal Thirisadai itu sendiri.

Di dalam game AoE II, penampakan kapal Thirisadai dibuat berdasarkan relief kapal yang ada pada Candi Borobudur, Indonesia. Pasalnya di masa lampau, Kerajaan Chola banyak menjalin hubungan dengan kerajaan-kerajaan di Indonesia. Sehingga desain kapal Chola diperkirakan tidak berbeda jauh dari kapal-kapal yang pernah digunakan di Indonesia pada masa Hindu-Buddha.



URUMI SWORDSMAN

Urumi Swordsman (kiri) & seseorang yang sedang melompat sambil menggunakan urumi (kanan).

Faksi : Dravidians
Tipe : infantri
Dibuat di : Castle

Deskripsi (Versi Game) :

Urumi Swordsman adalah prajurit infantri yang membawa tameng bundar & urumi (sejenis pedang yang panjang & lentur layaknya pecut). Sepintas, Urumi Swordsman tidak terlihat sebagai unit yang kuat karena jumlah HP & kekuatan serangannya tidak sebaik unit infantri Champion.

Kelebihan Urumi Swordsman baru terlihat saat unit ini melancarkan serangannya. Urumi Swordsman memiliki kemampuan melepaskan serangan pamungkas (charge attack) setiap beberapa detik sekali.

Serangan pamungkas Urumi Swordsman daya rusaknya 2 kali lebih kuat dibandingkan serangan biasanya. Saat melakukan serangan pamungkas, Urumi Swordsman juga bisa melukai beberapa unit musuh sekaligus di sekelilingnya. Berkat serangan pamungkas yang dimilikinya tersebut, Urumi Swordsman pun menjadi unit yang berbahaya dalam pertempuran jarak dekat yang melibatkan banyak unit sekaligus.

Deskripsi (Versi Dunia Nyata) :

Urumi / araa adalah senjata khas India selatan yang bentuknya seperti gabungan antara pedang & cambuk. Pasalnya urumi memiliki bilah yang terbuat dari logam, namun logamnya amat lentur & tipis sehingga senjata ini bisa digunakan layaknya cambuk. Urumi terdiri dari beragam bentuk & ukuran, di mana urumi terpanjang bilah logamnya bisa mencapai hampir 2 meter.

Karena urumi memiliki sifat yang lentur, urumi bisa digunakan untuk melukai banyak orang sekaligus di sekelilingnya. Bilah urumi yang panjang juga menyebabkan senjata ini memiliki jangkauan serangan yang lebih jauh dibandingkan pedang biasa.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



REFERENSI

D. Coetzee & L.W. Eysturlid. 2013. "Philosophers of War: The Evolution of History's Greatest Military Thinkers" (hal. 24). ABC-Clio, AS.

Grundhauser, E.. 2016. "India’s Deadly, Flexible Whip Sword Takes Years to Master".
(www.atlasobscura.com/articles/indias-deadly-flexible-whip-sword-takes-years-to-master)

Lal, A.. 2018. "Ancient Indian Warfare".
(www.worldhistory.org/Indian_Warfare/)

Lal, A.. 2018. "Chariots in Ancient Indian Warfare".
(www.worldhistory.org/article/1269/chariots-in-ancient-indian-warfare/)

LXT130J. 2022. "The Thirisadai: An ahistorical Age of Empires II unit based on a fraudulent Wikipedia Article".
(www.reddit.com/r/badhistory/comments/ucxaey/the_thirisadai_an_ahistorical_age_of_empires_ii/)

Madra, A.S.. 2008. "Weapon Masters: The Deadly Chakram".
(www.sikhnet.com/daily-news/weapon-masters-deadly-chakram)

Szczepanski, K.. 2019. "History of India's Chola Empire".
(www.thoughtco.com/the-chola-empire-195485)

The David Collection. "The Art of War".
(www.davidmus.dk/en/collections/islamic/cultural-history-themes/art-of-war)

Wikipedia. "Ghilman".
(en.wikipedia.org/wiki/Ghilman)

Wikipedia. "Mihira Bhoja".
(en.wikipedia.org/wiki/Mihira_Bhoja)

(Serial Televisi) 2010. "Deadliest Warrior - Season 2 Episode 6 : Roman Centurion vs. Rajput".
  






COBA JUGA HINGGAP KE SINI...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.